Tampilkan postingan dengan label My Corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Corner. Tampilkan semua postingan

JATUH LAGI; TITIK TERENDAH

Rabu, 26 November 2014

Jika ada Doa yang terjawab, maka selalu ada Doa yang tidak terjawab. Inilah bagian doaku yang tak terjawab.

Selang sehari pengumuman lulus CPNS Pemkot Ternate, Pemprov Maluku Utara akhirnya mengeluarkan pengumuman juga. Tak ada namaku yang tertera dalam surat kabar yang berisi daftar nama-nama yang lulus tes CPNS 2014. Nilai ujian TES cpns melalui sistem CAT yang mencapai 339 adalah termasuk nilai tinggi untuk masuk kualifikasi menadapatkan jatah 1 kursi menjadi CPNS. Tapi nilai bisa terkalahkan dengan yang namanya keberuntungan. Banyak yang memiliki nilai tinggi dari pada nilaiku sedangkan formasi yang kurebutkan hanya untuk 2 kursi. Disisi lain, untuk jatah formasi lain, ada yang memiliki nilai lebih rendah dariku namun dialah yang tertinggi untuk formasi yang dia pilih. Maka lulus lah dia. Kembali lagi, Nasib.
Sedih??? tidak sama sekali. Tak ada kesedihan yang kurasa hari itu. Kesedihan itu rupanya sedang bersembunyi dan pelan-pelan muncul ke permukaan.............


Pernahkah kamu jatuh, bukan sekali, tapi berkali-kali sampai habis tenagamu untuk berdiri lagi? Pernahkah kamu tahu seperti apa rasanya, berdoa dan berusaha tanpa henti, menunggu bertahun-tahun namun tak kau lihat satu pun dari keinginan sederhanamu yang kesampaian? saya tahu seperti apa rasanya.

Saya tidak sedang putus asa atas hidup ini. Saya hanya sedang merasa amat sangat lelah berjalan. Beberapa kali saya gagal, sebanyak itu juga beberapa orang sekitarku/terdekatku melangkah jauh kedepan dan saya merasa seperti jalan ditempat, tertinggal. Padahal saya bahkan sudah memulai langkah lebih awal, lebih duluan berjalan tapi bedanya saya jatuh berulang kali karena gagal sedangkan mereka hanya perlu mengambil satu langkah kedepan dan tak perlu jatuh.

Seiring usahaku yang tak kunjung berhasil, umurku pun kian menua dan saya masih saja sendirian. Pekerjaan yang mapan dan Jodoh yang didambakan tak ada yang kelihatan. Dan aku tak punya kelebihan yang bisa kubanggakan. Aku selalu bisa menghibur diri sendiri tapi waktu tak pernah berhenti. Jadi sesekali rasa sedih dan takut yang amat sangat itu datang menghampiri. Ya Rabb, sungguh saya benar-benar takut jika harus menua sendirian, kesepian tanpa teman hidup.

Saya masih bersyukur, ketika saya jatuh, orang-orang terdekat selalu membesarkan hati dengan kata-kata penyemangat. Namun, jika berkali-kali terjadi, kata-kata itu seperti kaset lagu lama yang diputar berulang-ulang sampai saya hapal diluar kepala liriknya. Semakin didengar semakin menyayat, bukan bersemangat. Kata-kata mutiara, penyemangat, penghibur dan nasehat dar iorang-orang malah kedengaran seperti rasa iba, bentuk kasihan yang melihatku selalu gagal. Mereka bilang; ‘’sabar’’, ‘’kamu orang baik jadi banyak ujian’’,’’kamu orang baik jadi dikasi ujian hidup seperti ini’’, ‘’kamu orang baik pasti dapat yang baik-baik’’. Jika boleh memilih, apa saya bisa jadi orang beruntung saja? Kedengarannya lebih enak jika mendengar; ‘’kamu beruntung sekali’’




Sungguh, saya berterima kasih kepada orang-orang yang peduli. Menghibur, menyemangati dan membesarkan hati saya. Tapi Maaf, saya hanya butuh seseorang yang menjadi pendengar setia, cukup mendengarkan apa saja yang ingin saya bilang. Kali ini saya hanya ingin meminjam bahu seseorang untuk menangis, itu saja.

Ya Rabb, Engkau Maha Pengampun segala dosa. Ampunilah saya. Sungguh begitu banyak nikmatMU yang tak terhingga. Jika kali ini banyak kata-kataku yang seperti menganggap dunia tidak adil, Mohon Ampunilah saya. Saya hanya sedang lelah saja. Saya masih selalu percaya dan tidak berputus asa terhadap RahmatMU. Ya Rabb, saya kini berada di titik terendahku, Saya amat sangat membutuhkanMU. Beri saya kekuatan yang lebih besar dari biasanya, karunikanlah rasa Sabar dan Ikhlas lebih banyak lagi. Saya mohon, Jangan pernah tinggalkan saya sendirian, jangan biarkan saya hidup sendirian. Apapun yang saya lakukan di dunia ini,jika kau pun menjauh maka saya pun sudah tidak berarti. Perkenankanlah doa-doaku. Engkau Maha Pengasih dan Penyayang.


Selengkapnya...

Suatu Ketika.....

Rabu, 12 November 2014



Kebanyakan orang, ketika amat sangat bersedih menjadi tak bisa tidur, sedangkan aku tidak sama sekali. Saya malah suka sekali meredam rasa sedih dengan tidur lebih awal. Bagiku, tidur malah lebih cepat ampuh menghabiskan sedih sedemikian rupa dan ketika kau bangun hanya tinggal sedikit sisa-sisa kesedihanmu yang lebih gampang diatasi tanpa perlu didramatisasi.

Namun sudah dua malam ini, saya tak bisa segera tidur. Malam pertama,penyebabnya adalah karena saya banyak menangis maka jika memaksakan diri tidur, sedihpun hilang tapi sisa-sisanya membekas di dua kelopak mata yang membengkak. Tidak lucu kan jika saya masuk kantor dengan tampang seceria biasanya tapi mata sembab,pemandangan yang sangat kontras. Orang pun bisa menebak dan acting saya rusak.

Hari kedua, saya tak bisa tidur bukan lantaran karena menangis lagi. Tapi suara elekton belakang rumah yang speakernya sampai membuat dinding jendela kamar bergetar hebat. Membuat Mataku sudah terlalu lelah danmengantuk tak bisa juga tidur. Lirik Lagu D’masive ‘’Menanti keajaiban” kedengaran lebih menyengat. Suara vocalis yg sdh sendu samakin terhayati lagi-lagi memancing sisi melankolisku. Liriknya pas, suaranya pas belum lagi bayang-bayang muka sang vocalis mengingatkan saya pada wajah seseorang yg selalu jelas dan lekat meski menutup mata.


Sebenarnya sedihku telah pelan-pelan pergi setelah banyak berdialog dengan diri sendiri tentang apa yang terjadi sambil seharian mengumpulkan kembali kekuatan. Saya berusaha tak berdiam diri sendirian, mengalihkan perhatian pada pekerjaan dan dengan antusias mengajak bicara siapa saja yg saya temui entah itu sekedar basa basi. Pokoknya saya tak mau diam. Diam hanya akan menyeretku menjadi wanita cengeng krn bisa saja saya tiba-tiba diserang oleh ingatan tentang berbagai macam momen-moment bahagia bersamamu yang muncul seperti kaset berisi lagu favorit lawas. Moment indah yg sudah lewat persis seperti itu, bisa diputar berulang-ulang dalam pikiran namun hanya bisa diingat dan dirindukan.

Kutarik napas dalam-dalam sambil melawan apa saja yang bisa menggiringku kembali bersedih. Aku tak ingin bersedih. Tidak ada yang sendiri, tidak ada yang pergi, tidak ada yang meninggalkan dan tidak ada yang ditinggalkan. Semuanya ada disini masih utuh mesdki sudah tak lagi sama.

NB:Malam kedua setelah percakapan bahwa semua kembali seperti hari biasa, seperti semula.
Selengkapnya...

Perjalanan ''Kita''

Selasa, 30 September 2014


Tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya setelah lulus dari jurusan Sastra Inggris Unhas 2009 silam, saya belum pernah lulus seleksi CPNS. Menjadi Abdi Negara merupakan keinginan dan resolusi tetap saya di setiap pergantian tahun yang tidak pernah berubah. Tahun ini, saya masih bersemangat merebut satu kursi sebagai PNS. Tapi kali ini, saya tidak sendiri lagi. Ada teman seperjuanganku yang juga punya keinginan yang sama. Maka jadilah kami satu tim yang solid dalam merealisasikan impian kita. Mulai dari membeli Buku dan CD yang berisi soal-soal prediksi CAT tahun 2014 beserta simulasi CAT. Kami sama-sama memperajarinya secara bergantian,sama-sama latihan untuk menguji sejauh mana kemampuan kita. Kami sama-sama mencari informasi terkini tentang formasi CPNS dan hampir saja putus asa ketika hampir semua instansi yang sudah membuka dan mengumumkan formasi tapi belum ada formasi yang bisa kami daftar sesuai Ijasah pendidikan terakhir. Namun ketika semangat kami mulai surut, jalan muncul didepan mata. Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Propinsi Maluku Utara mengumumkan daftar formasi dan kusri untuk CPNS, formasi kami ada dan sesegera mungkin mengurus pendaftaran. Isu-isu kesulitan dalam mendaftar via internet merupakan masalah lain yang harus kami hadapi. Mengingat jaringan internet disini amat sangat tidak bersahabat. Tapi ALHAMDULILLAH, lagi-lagi Allah swt memudahkan ikhtiar kami, setelah beberapa kali mencoba akhirnya kami bisa terdaftar sebagai peserta seleksi CPNS sebelum batas waktu yang ditentukan. Berhasil mendaftar bukan lantas bisa mengikuti ujian. Kami harus mendaftar ulang ke instansi terkait dengan membawa persyaratan lengkap agar layak mengikuti tes dan memperoleh kartu Tes. Dia mendaftar di Pemerintah kota Ternate, maka yang perlu dia lakukan hanya ke kantor walikota untuk mengurusnya. Sedangkan saya mendaftar di Pemprov Maluku Utara sehingga saya harus menyebrang ke Sofifi yang merupakan Ibu Kota Maluku Utara yang berada diseberang pulau Ternate.




Awalnya saya berpikir naik Speed Boat bolak-balik saja untuk mengurus pendaftaran. Namun karena mengingat biaya speed bolak balik bisa mencapai seratus ribu ditambah ongkos ojek 15ribu rupiah dikali beberapa kali naik ojek begitu menguras dompet. Belum lagi, saya tidak begitu tau tempat pendaftaran yang berada di Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi. Maka akhirnya saya memutuskan pergi dengan menggunakan Kapal Fery bersama teman Seperjuanganku. Dia punya motor yang bisa dipakai untuk menyebrang dan biaya penyebrangan lewat kapal Fery lebih ekonomis. Maka setelah shubuh di hari-hari akhir bulan September, kami sudah berjejer antri di Pelabuhan. Tak disangka-sangka ternyata jumlah penumpang begitu banyak dan sebagian besarnya memiliki tujuan yang sama sepertiku, mendaftar CPNS. Alkhasil sampai diatas kapal Fery, kami tak mendapat tempat duduk tapi tidak mungkin kami harus berdiri selama satu setengah jam sampai ke Sofifi. Kami pun mencari tempat paling nyaman disamping kapal bersama orang-orang yang tidak mendapatkan tempat duduk. Berlasakan Koran, kami menikmati perjalanan. Saling berbagi roti tawar dan teh kotak. Bercerita apa saja agar perjalanan ini lebih indah ketimbang dikeluhkan. Sampai di Sofifi, kami yang sama-sama bingung hanya mengadalkan insting untuk menemukan dimana posisi kantor Gubernur. Setelah muter hampir sejam, akhirnya baru menemukan tempatnya. Kami hanya menertawakan kebodohan kami karena mengandalkan insting yang tidak begitu bagus. Proses pendaftaran cukup memakan waktu seharian. Kami masih sempat harus mencari makan dan kembali ke tempat pendaftaran untuk mendapat giliran. Alhamdulillah, sebelum kapal Fery masuk lagi dipelabuhan jam 4 sore, proses pendaftaran pun selesai dan tinggal menunggu waktu pengambilan kartu Tes. Hari itu, benar-benar hari yang melelahkan tapi sekaligus membahagiakan. Saya tidak merasa berjuang sendirian, ada teman dalam perjalannanku. Dan hari itu menjadi salah satu hari yang tidak terlupakan sepanjang perjalanan hidup saya. Terima kasih untuk segala waktu yang tak pernah bisa kutukar dengan apapun. Saya berharap bisa melewatkan banyak moment-moment berharga dalam hidup saya bersama dia, dia yang selalu ada.
Selengkapnya...

Semangat.......!!!!!!

Jumat, 06 Desember 2013


4 Desember 2013, Saya lupa kalau hari itu pengumuman Tes CPNS sudah diedarkan. Akhir-akhir ini, pekerjaan di kantor sedikit banyak menyita waktuku jadinya lupa. Baru ingat setelah beberapa pesan masuk via sms dan whatsup dari teman-temanku yang menanyakan tentang hasil kelulusan. Hingga menjelang sore, saya belum sempat mengecek berita terkini itu. Tak ada wi-fi, penjaga ruangan untuk internetan di kantorku pun sedang tidak masuk, mau ke warnet tapi jauh sedangkan masih banyak pekerjaan yang harus kutuntaskan sore itu. Akhirnya saya meminta bantuan adik dan kakakku untuk melihat hasil tes tersebut. Beberapa saat kemudian, sms dari kakak dan adikku masuk hampir bersamaan dengan diawali kata ”sabar”. Aku tidak lulus lagi tahun ini. Kutarik napasku dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Tersenyum tanpa beban.

Sepulang kantor, saya ikut bergabung dengan teman-teman untuk duduk sebentar sekedar ikut nimbrung menjadi pendengar pembicaraan ringan antara bapak-bapak dan pemuda-pemuda matang, mapan tapi belum punya pasangan. Beberapa dari mereka pun tak ketinggalan membahas urusan CPNS dan pada akhirnya menanyakan hasil kelulusanku. Saya bilang; tidak lulus. Ada yang tidak percaya, mereka pikir saya sedang bercanda karena mungkin jawabanku terlalu santai ditambah ekspresi muka yang ceria seperti biasa seolah menampakkan bahwa saya tidak seperti orang yang sedih ataupun kecewa karena gagal. Ada juga yang memberikan simpati dengan mengatakan kata-kata yang sudah lumrah kudengar untuk melapangkan hati orang ketika dalam keadaan belum beruntung.



Malamnya, sms dari mama dan bapak mencoba menabahkanku. Sms balasan dari Wiewieku juga tak ketinggalan setelah kukabari sejak sore. Esok harinya, Pak satpam dan cleaning service di kantorku juga menanyakan hal yang sama kemudian setelah kujawab maka keluar pula kata-kata penghibur dari mulut mereka. Tapi hanya ada dua orang temanku dikantor yang tak pernah menayakan itu. Dua orang yang sedikit banyak punya peranan dalam membantuku selama mendaftar,mengurus dan mengikuti tes CPNS di Jakarta. Mereka sudah tau saya tidak lulus tapi memilih untuk tidak membahas hal itu, malah membahas cerita lucu. Saya tahu, mereka melakukan itu karena menjaga perasaanku, takut jika saya sedih.

Tahun ini jadi tahun ke empat saya mengikuti Tes CPNS. Tes kali ini sama seperti tahun lalu, di Jakarta. Meski tidak lulus, tak sedikitpun ada rasa sedih, kecewa atau penyesalan di hati ini karena saya merasa telah melakukan semuanya secara maskimal. Bagiku, yang namanya REJEKI itu takkan pernah tertukar dengan siapapun. Jika telah digariskan menjadi milik kita, maka akan kembali. Yang kita perlukan hanya mengusahakannya dengan maksimal, mengiringinya dengan doa dan yang paling penting adalah KEYAKINAN kita pada yang Maha Berkehendak, ALLAH SWT bahwa DIA MAHA MEMUNGKINKAN segala yang tidak mungkin bagi mahluk. Rumus sederhanya adalah: Kamu baru akan memiliki rasa ikhlas dihatimu atas segala yang terjadi padamu jika kamu benar-benar MELETAKKAN HARAPAN TERTINGGIMU PADANYA YANG MAHA PENYAYANG, ALLAH SWT. Jika sudah begitu, hatimu takkan pernah merasa sedih atau kecewa jika yang diharapkan belum terpenuhi seperti yang kamu mau karena yang kamu yakini bahwa Allah punya alasan terbaikNYA untuk dirimu.

Maaf juga Terima Kasih tak terkira untuk Bapak, Mama, Kakak, Ipar dan Adekku yang Tak pernah surut Menyemangatiku, mendoakanku, meyakinkan hati ini yang terkadang rapuh. Terima kasih juga buat teman-teman, orang-orang yang secara langsung dan tidak langsung mendoakanku. Semoga Allah swt melimpahkan segala rahmatNYA untuk kalian semua. Amin…

Selengkapnya...

BINTANG

Minggu, 20 Oktober 2013


Which Star are you come from?? Seperti judul film korea yang sedang tayang siang itu.

Yah, Which star are you come from? Kamu, yang tanpa sepengetahuanmu, pernah menawan hatiku, dulu.Yang selalu kusebut bintangku. Setelah semuanya kuanggap lalu, Kamu tiba-tiba datang menawarkan hatimu untuk menjadi yang kamu mau, aku. Sejenak kamu mebuatku terpaku kemudian merasa haru. Ah, kamu…mengapa baru menyadari keberadaanku yang dulu tak pernah jemu mengingatmu? Mengapa baru sekarang terpikir tentang adanya diriku? Aku meragu, apakah aku telah benar-benar ada dihatimu? Apakah ini semu? Antara senang dan ragu-ragu, kucubit lenganku untuk meyakinkan jika aku tak sedang bermimpi dalam tidurku.
Selengkapnya...

Catatan KeciL

Senin, 30 September 2013


Saya sangat menyukai drama korea sejak tahun 2000 ketika pertama kali di tayangkan sebuah film yang berjudul Endless love. Hal yang menarik yang membuat saya suka bukan semata-mata karena para pemain yang berwajah tampan dan cantik melainkan isi cerita plot juga karakter pemain yang dikemas sedemikian rupa. Poin plus yang selalu saya dapatkan dari serial drama korea adalah Jalan cerita yang kadang tak bisa ditebak sampai akhir dan selalu saja ada nilai-nilai atau filosofi yang secara langsung ataupun tidak, coba disampaikan dari sebuah serial drama korea.

Beberapa hari lalu saya telah selesai menonton sebuah drama film korea yang berjudul 49 days. Dan setelah menontonnya jadi terpikir untuk menulis apa yang saya dapatkan dari drama korea yang satu ini. 49 Days ini bercerita tentang seorang wanita yang naif, ceria polos, baik hati dan memiliki segalanya. Sehari menjelang pernikahannnya dia mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya koma, mati suri. Dalam keadaan mati suri tersebut dia diberi waktu 49 hari untuk mengumpulkan 3 tetes air mata dari orang-orang yang tulus mencintainya selain keluarganya agar dia bisa bangkit kembali dari mati suri. Kejadian yang terjadi dalam 49 hari itu memberinya banyak sekali pelajaran tentang hidup. Nah dari film ini saya mencatat beberapa hal bahwa;



- Ketika kita membantu/memberi kepada orang lain, tidak lantas hal itu menyenangkan orang tersebut, adakalanya orang yang kita bantu justru merasa terhina dan bahkan merasa dinggap rendah karena bantuan yang diberikan dan malah membuat mereka merasa terlukai harga dirinya.
- Segala sesuatu tak selalu tampak seperti sebagaimana adanya. Terkadang orang yang tampaknya acuh padamu, tak ingin lama-lama berbicara padamu, terkesan menghindarimu adalah orang yang justru paling memperhatikanmu dan paling tulus membantumu tanpa kau tahu. Sebaliknya, Terkadang ada orang yang mengabulkan segala keinginanmu, bersikap manis dan memperlakukanmu seolah kau begitu berarti baginya namun ternyata palsu hanya karena mereka menginginkan sesuatu darimu lantas memanfaatkanmu.
- Ketika kita mencintai orang lain kemudian terjadi kesalah pahaman atas apa yang kita lakukan, kita akan tetap diam dan membiarkan kesalahpahaman itu terjadi, membuat orang yang kita cintai berpikir bahwa kita telah melukainya. Kita tidak ingin menjelaskan kesalah pahaman itu karena justru takut melukai hati orang yang kita cintai.
- Bahwa seharusnya kita menjalani hidup seolah kita tak punya lagi hari esok sehingga yang ada, kita hanya terus berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk diri kita dan orang-orang sekitar kita.
- Bahwa selalu ada alasan untuk segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Entah itu kejadian baik atau buruk sekali pun. Biasanya kita dihadapkan dengan hal-hal yang menurut kita buruk, padahal dari kejadian itu kita mendapatkan hal baik yang tak pernah sekalipun kita sangka sebelumnya. Dan ketika kita mengalami hal-hal baik, terkadang kita lupa untuk bersukur.
- Bahwa sekeras apapun manusia berusaha mengubah segalanya, Takdir yang selalu menang.
- Kita tak pernah bisa benar-benar merasakan rasa sakit atau derita orang lain jika kita tak pernah mengalami hal yang sama sehingga jangan mecoba berbicara bijak pada orang lain yang sedang mengalaminya karena itu hanya akan membuat mereka berkata; “Omong Kosong!!” “Hidupku tak sama dengan hidupmu, tak semudah hidupmu”
- Seberat apapun hidup yang kita jalani, bertahanlah dan jangan pernah berputus asa. Jangan pernah berpikir untuk mengakhirinya karena begitu banyak orang-orang yang bahkan melakukan segala cara untuk tetap hidup melawan penyakit yang mungkin saja tiba-tiba merenggut nyawanya.
Selengkapnya...

BoLak-BaLiknya HATI

Senin, 16 September 2013



Seorang teman bercerita padaku bahwa ia telah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri selama bertahun-tahun tanpa pernah ingin mengungkapkannya. Kodratnya sebagai perempuan membuatnya merasa bahwa yang ia mampu hanyalah terus berdoa dan berharap pada takdir, berharap bahwa suatu saat sahabatnya akan sadar jika wanita yang selama ini yang dia anggap sahabat, justru pemuja rahasianya. Namun, entah bagaimana ceritanya setelah sekian tahun memupuk dan memelihara perasaan itu, tiba-tiba perasaan itu menguap begitu saja pada sejak ia mengenal sosok lelaki lain yang dikenalnya lewat situs jejaring sosial. Mereka hanya perlu ta’aruf beberapa bulan dan kemudian menikah. Dihari pernikahannya betapa saya bisa merasakan kebahagian yang berlipat ganda terlihat jelas diwajahnya. Tidak ada lagi wajah galau dan sedih yang dulu biasa kulihat ketika ia menceritakan cerita cinta dalam hatinya yang tak tersampaikan.
Temanku yang satu lagi punya cerita lain. Dia berpacaran sudah sekian tahun. Sejak mereka sama-sama masukperguruan tinggi sampai selesai sarjana. Dimana ada dia, disitu pula si soulmatenya berada, tak terpisahkan, sepertinya mereka memang sudah ditakdirkan berjodoh satu sama lain. Namun ditengah perjalanan menuju ke jenjang pernikahan, entah kesalahpahaman apa yang terjadi yang membuat perasaannya justru malah lebih duluan menerima lamaran Seorang sahabatnya persis ketika dia tahu pacarnya juga akan datang melamarnya.
Ada lagi cerita lain menyangkut perasaan. Ini cerita dari salah satu teman dekatku. Sampai hari ini bahkan ia belum bisa menghapus jejak-jejak mantannya sekaligus cinta pertama dari dalam hidupnya. Dia hidup disaat ini tapi sebenarnya terbelenggu dengan masa lalu yang belum bisa di ikhlaskannnya. Hubungannnya telah berakhir, tapi perasaannya tak ingin mengakhirinya. Sungguh, betapa pedih perpisahan yang dilakukan sepihak, sendirian. Sebagai teman, tentu saya sedih melihatnya. Sesekali saya mencoba memberikan pandangan untuk move on dan segera membuka hati untuk cinta yang baru, tapi tak berguna. Ia masih setia dengan perasaannya. Yah, inilah yang dikatakan urusan perasaan.
Saya juga punya salah satu pengalaman unik tentang perasaan. Saya berkenalan dengan seorang cowok di sebuah pameran industry akhir tahun 2012. Pada kesan pertama, saya sudah merasa “IllFell” dibuatnya. Dia terlalu banyak bicara dan terkesan pamer kebolehan serba bisa. Kemudian awal tahun 2013 saya bertemu dengannya di kantor. Rasa ilfeel membuatku selalu menghindari dan menjauhi orang ini meskipun dia selalu menawarkan kebaikan. Berjalannya wktu, entah mengapa tiba-tiba saja rasa ANTIPATI terhadapnya berubah jadi SIMPATI dan akhirnya kami malah berteman baik sampai hari ini.

Diatas adalah bagian dari cerita pengalaman Perasaan. Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, melalui berbagai pengalaman tentang perasaan. Siapapun itu, orang paling jenius sekalipuni pernah melakukan hal paling bodoh secara logika jika ia tengah jatuh cinta. Pernahkah kamu tak bisa tidur karena mengingat seseorang yang begitu dicintai? Pernahkah kamu merindu sampai ingin membuatmu menangis? Pernahkah kamu merasa bisa melawan dunia hanya dengan melihat senyuman orang yang paling kamu cintai? Pernahkah kamu merasa begitu membenci dengan seseorang tapi disaat yang bersamaan justru kamu tak biss berhenti mencintainya? Atau bisakah kamu menjelaskan bagaimana kamu benar-benar jatuh cinta pada seseorang? Hmmmh,,,Saya tak cukup punya pengalaman yang banyak tentang perasaan. Namun, Ketika saya ditanya; “Mengapa kamu sangat mencintai seseorang dengan amat sangat?” bagiku ini akan sama jawabannnya dengan pertanyaan: “Kenapa kamu suka sekali minum teh dari pada minum susu?” “Kenapa kamu suka warna biru bukan merah jambu?” Jawabanku: “Aku tak tahu, aku tak punya alasan apapun. Begitulah cara bekerja “Perasaan” sesuatu yang dialami tapi tak bisa dijabarkan secara logis jawaban dan penjelasannnya karena ini bukan masalah ilmu pasti 1 + 1 = 2.
Ya..Hari ini bisa saja kamu mencintai orang sedemikian rupa namun di kemudian hari kamu bisa jadi membencinya tak terhingga, begitu pula sebaliknya. Begitulah perasaan, terbolak-balik. Pernahkah kita berfikir siapa yang punya kuasa untuk membolak-balikkan hati seseorang? Allah SWT adalah yang Maha Membolak-balikkan hati kita. DIA yang senantiasa meneguhkan IMAN dalam hati kita dan bisa dalam sekejab DIA memalingkanmu dari IMANmu. Begitu juga masalah hati. Orang yang jahat sekalipun padamu dapat dibuatNYA menjadi orang yang paling mencintaimu kelak, begitu pula sebaliknya. Maka jangan pernah berhenti meminta padaNYA agar hatimu diteguhkan pada IMAN, diperlihatkan pada yang benar, disetiakan pada yang seharusnya, dibelokkan kembali hatimu jika hatimu terlanjur jatuh hati pada yang tak semestinya mendapatkan cintamu dan dilindungi hatimu dari segala penyakit hati, diingatkan hatimu untuk tetap teguh MengingatNYA sang Pembolak-balik hati ketika kamu sedang senang maupun susah sekalipun."YAAA MUQALLIBAL QULUB...TSABBIT QALBI 'ALA DIINIKA WA 'ALAA TO'ATIKA"

Selengkapnya...

Mereka Bilang "ANEH"

Rabu, 17 Juli 2013

Sebenarnya sudah lama sekali ingin menulis tentang ini, hanya saja multitask yang saya kerjakan beberapa bulan ini membuat saya vakum menulis lagi. Miris juga melihat blogku yang lama tak banyak diisi lagi sepanjang tahun 2013 ini.
Ternyata bagi kebanyakan orang kesendirian adalah sesuatu yang bisa dikategorikan”aneh” bagi sebagian orang. kalimat ini yang bisa saya simpulkan dari berbagai macam momentku yang menyangkut tentang “sendiri”.
Beberapa hari lalu ketika libur,saya memutuskan untuk pergi keMall. Berdiam diri di rumah ketika libur kadang membosankan juga . Disana, tidak sengaja saya bertemu dengan teman kantorku bersama anak dan istrinya yang tengah asyik cuci mata juga. Ketika saya menyapa mereka, dan mereka melihat saya sendiri, temanku langsung bertanya: Kamu ke sini sama siapa? Dengan tersenyum saya menjawab: sendiri. Istrinya lalu nyeletuk: “kenapa sendiri? Kamu kayak anak hilang kalo jalan sendiri Hehehehe” Saya Cuma membalas dengan senyum dan kemudian berbasa-basi bertanya ini-itu tapi dalam hati saya berkata: “emang ada larangan jalan-jalan ke Mall sendiri?” Kejadian ini sudah berulang kali ketika kebetulan saya bertemu dengan teman atau kenalan saya di tempat-tempat umum seperti Mall,bioskop, toko buku dan lainnya. Anehnya ,meskipun bertemu dengan orang yang berbeda-beda tapi isi kepala mereka sepertinya sudah ter-setting pertanyaan; kamu sama siapa? Kenapa sendiri? Dan terkadang ada yang menambahkan lagi komentar seperti: “apa rasanya tidak aneh kah klo jalan sendiri?” Klo saya tidak bisa, harus ada kutemani jadi kalo tidak ada yang bisa menemani saya tidak bisa pergi karena rasanya aneh kalo jalan sendiri nanti dikira lagi Galau.”
Saya pernah juga mendapat tatapan heran dari Mba’ atau Mas2 yang menjaga loket nonton bioskop atau disebuah tempat makan ketika mereka bertanya: “untuk berapa orang?” saya dengan tersenyum menjawab “satu” seakan tidak meyakinkan jawabanku,mereka pasti akan bertanya lagi; “untuk satu orang? (Ow…ow…ow..betapa aneh kah berjalan sendiri?”)




Saya biasanya bepergian kesana-kemari sendiri. Jika saya ingin membeli buku atau keperluan saya, saya memang lebih nyaman untuk pergi mencarinya sendiri. Jika saya lagi bosan dan ingin mencuci mata kemana saja, saya akan melakukannya sendiri. Ini bukan berarti saya suka menyendiri,bukan berarti tidak suka bergaul. Saya orang yang paling suka bergaul, saya punya banyak teman dan sahabat. Saya juga sering menghabiskan waktu bersama mereka. Entah itu ngumpul bareng dirumah teman saya, atau janjian nonton, karaokean atau janjian di tempat makan. Saya juga punya seorang adik perempuan dan mama yang paling gaul sedunia, yang bisa selalu diajak jalan bareng. Jadi jelas sekali bahwa alasan saya sering jalan-jalan sendiri bukan karena saya tidak punya teman, galau dan tidak tau bersosialisasi. Saya punya alasan tersendiri untuk menjawab mengapa kamu suka pergi jalan-jalan sendiri?

Alasan pertama: Ketika saya ingin mencari sesuatu yang saya inginkan, saya lebih suka mencarinya sendiri tanpa ditemani karena saya tidak ingin membebani siapapun ‘’kecuali adik saya’’ untuk membuang waktu menemani saya yang bisa berjam-jam atau setengah hari berpindah pada satu tempat ke tempat lain untuk mencari apa yang saya inginkan. Jadi lebih baik sendiri, bisa bebas berjalan kemana saja sesuka hati.

Alasan kedua:
Karena sudah terbiasa, jadi saya tidak terlalu pusing dengan hal itu dan memang saya sudah membiasakan diri untuk bisa jalan kemana-mana agar ketika saya dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan saya untuk berjalan sendiri , saya bisa melakukannya tanpa harus ditemani. Saya paham bahwa manusia itu mahluk social dan selalu membutuhkan orang lain tapi kita sebaiknya melatih diri untuk tidak bergantung pada kehadiran orang lain.
Suatu kali saya pernah dengar seorang teman berkata: “Saya tidak makan siang tadi di kantin karena nda ada yang temani makan, saya tidak bisa makan sendiri”, ada juga yang seperti ini: “Saya belum pernah ketemu dosenku untuk konsultasi skripsiku karena saya tidak tau rumahnya dan tidak ada yang temani saya untuk cari tau rumahnya” ada juga yang seperti ini: “Sebenarnya saya mau sekali nonton film itu, film yang kutunggu-tungu tapi karena tidak ada temanku nonton jadi saya pun tak bisa nonton”. Yang lainnya seperti ini: “Saya mau cari buku tapi tidak ada yang temani “. Ada juga temanku yang bercerita bahwa betapa susahnya dia pergi sendiri meskipun itu urusan sepele hanya karena selama ini dia terbiasa selalu ditemani pacarnya, maka setelah putus dia seperti orang lumpuh yang tak tau arah dan tak tau ngapa-ngapain sendiri. Nah loh…jangan sampai semua jalannya hidup kita digantungkan dengan kehadiran orang lain. Yah mengapa tak dibuat simple seperti ini; kalo lapar ya makan, haus ya minum, ngantuk ya tidur..
Hmmh…ada juga hal yang membuat saya agak risih bagi sebagian orang yang mengartikan bahwa orang yang suka sendiri itu sedang galau jadi ketika mereka melihat ada orang sedang duduk sendiri, makan sendiri, jalan sendiri,atau nonton sendiri. Padahal tidak selamanya seperti itu. Saya yakin mereka yang juga sering “sendiri” punya alasan masing-masing. Untuk menutup tulisan saya ini, saya ingin mengutip kata-kata dari Indra Herlambang dalambukunya “Kicau-Kacau”

“Saya cinta Keluarga saya, saya cinta sahabat dan teman-teman saya.Tapi saya juga cinta diri saya.karenanya menikmati waktu dengan diri sendiri. Buat saya bukan merupakan pilihan, tapi keharusan. Apalagi sebenarnya diujung hidup ini ada kematian. Sesuatu yang harus benar-benar dijalani sendirian,tanpa teman”(Indra Herlambang)

Selengkapnya...

Sampai pada titik "Seperempat Abad"

Jumat, 07 Juni 2013


“Fabiayyialaairobbikumaa tukadibaan; nikmat tuhanmu yang mana yang ingin kau dustakan”

Dulu ketika saya masih berumur belasan tahun, terkadang saya berandai-andai dengan berbagai macam pertanyaan: “Bagaimana gayaku nanti ketika berumur 25 tahun?”saya sudah menjadi apa ketika itu? Apa saya telah menikah pada saat itu dan punya anak-anak yang lucu? Atau melanjutkan pendidikan S2? Atau sudah menjadi pegawai? Atau sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya? Apa saya juga akan mengenakan sandal atau sepatu high heels? Akan selalu memakai riasan wajah ketika bepergian? Akan memakai banyak aksesoris untuk melengkapi penampilan saya? Akan mengenakan tas “ibu-ibu”? apa saya akan menjadi orang yang lebih serius berbicara dari pada bercanda? Pertanyaan andai-andai itu membuatku terkadang berpikir; Seperti apa Orang bisa dikatakan dewasa itu mengapa nampaknya menjadi dewasa itu menakutkan dan serius.

Waktu itu dalam benak saya dan pemikiran saya, gambaran wanita ketika berumur 25 tahun adalah: Dewasa secara penampilan fisik, berpakaian, bertutur kata, pemikiran yang matang dan dapat mengatur emosi dengan lebih baik sehingga semua itu menjadi patokan bahwa wanita ketika berumur 25 tahun sudah “semestinya” Menikah.

Ketika tamat SMA dan memasuki dunia kuliah, saya melihat teman-teman saya mulai mengubah penampilan mereka menjadi dewasa. Dari yang tidak tau berpakaian menjadi paling modis, dari yang tidak tau make-up menjadi paling ahli, dari yang tomboy berubah jadi anggun. Tas ransel diganti dengan tas “ibu-ibu”, sepatu sneakers diganti dengan flat shoes atau high heels yang cantik. Sedangkan saya masih begitu-begitu saja, biasa saja tampil polos apadanya. Saya Cuma focus pada kuliah dan tidak begitu mementingkan apa yang kukenakan,yang penting menutup aurat secara baikdanbenaritu sudah cukup. Waktu kuliah saya jarang ikut jalan-jalan ke Mall atau ngumpul bareng sama teman-teman sekampusku. Saya ke kampus tepat pada waktunya, pulang tepat pada waktunya dan lebih banyak berkumpul sama 3 sahabat kampusku yang memang tidak terlalu sering jalanke Mall. Alhasil setelah selesai kuliah, secara penampilan saya masih begitu-begitu saja, tidak tau bergaya.


Dunia setelah kuliah adalah dunia yang sebenarnya. Ketika saya menjadi Job seeker (Pencari kerja), baru terasa dan saya kemudian paham bahwa memperhatikan penampilan dan make up bagi wanita memang perlu dalam dunia pekerjaan meski tidak semua pekerjaan memberikan persyaratan harus tampil menarik atau memang tidak ditulis dalam persyaratan pekerjaan “Harus bisa make up” tapi setidaknya itu menjadi poin; bahwa kita sebagai pelamar kerja tau menempatkan diri/tau membedakan pakaian/sepatu apa yang pantas dipakai di kantor. Situasi lainnya yang membuat saya belajar bergaya dan make up adalah ketika mulai berdatangan undangan nikah dari teman-teman, ketika saya menjadi asisten dosen, ketika saya kerja dan yang terkhir ketika saya jatuh cinta pada seseorang. Semua hal ini akhirnya membuat saya setidaknya bisa ber makeup. Namun dalam hal penampilan, saya lebih suka yang simple saja. Saya hanya menyesuaikan situasi kapan harus berpakaian formal dan tidak formal. Menjadi apa adanya diriku itu lebih nyaman.

Seiring berjalannya waktu dan begitu banyak proses hidup yang kujalani, beberapa pertanyaan andai-andaiku dulu terjawab pelan-pelan oleh pengalaman hidup yang menempaku sampai pada umur 25 tahun ini. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak kudapat jawabannya dari orang-orang dewasa yang pernah kutanya,namun akhirnya kudapatkan sendiri diumurku yang sudah seperempat abad ini ini. selain belajar dari pengalaman sendiri, Secara langsung atau tidak, saya sering mengamati orang disekitar saya, mempelajari hal-hal kecil disekitar saya, melihat berbagai macam karakter orang, mendengar pengalaman hidup orang lain. Dan ternyata; umur tidak bisa jadi di tolak ukur kedewasaan seseorang; penampilan pun tidak; orang yang dewasa itu juga bukan berarti selalu serius menyikapi semua hal,orang dewasa itu juga bukan mereka yang tau menasehati orang lain.orang dewasa juga bukan mereka yang banyak pengalaman. Bagiku, dewasa itu dilihat dari bagaimana kita menyikapi apa saja yang terjadi dalam hidup kita, terencana atau yang tak pernah terencana sekalipun.

Alhamdulilah, kini diusiaku yang sudah seperempat abad, saya sudah bisa membiayai hidupku sendiri dengan hasil keringatku. Penghasilan yang kudapat bisa kutabung, bisa kuberikan pada orang tua dan adekku dan bahkan bisa kugunakan untuk membantu orang lain yang memang sedang susah. Saya memang belum punya pekerjaan tetap yang bisa saya andalkan sampai nanti karena saya masih pegawai kontrak, tapi saya benar-benar bersukur karena apa yang ada sekarang telah mewujudkan sebagian keinginanku yang dulu tidak bisa kulakukan dan disamping itu dengan apa yang saya kerjakan, sebagai pengajar, sekarang saya senang bisa menjadi manfaat buat orang lain. Namun saya merasa masih perlu belajar lebih banyak lagi, saya masih punya harapan-harapn yang belum terpenuhi. Salah satunya, saya ingin menyempurnakan agama saya dengan Menikah,menjadi seorang istri dan Ibu. Allah SWT Maha Tahu yang Baik untuk saya, Maha mendengar Doa-doa dan Maha Mengetahui waktu yang paling tepat untuk mendapatkan yang terbaik. Jika mungkin bukan tahun ini saya di pertemukan denagn “Teman hidup” saya yang telah ditakdirkan menjadi IMAMku, Berati DIA mempunyai Kejutan untukku suatu hari nanti. Mungkin saya harus mempersiapkan diri menjadi Makmum yang baik agar kelak ketika bertemu saya sudah siap mendampingi Imamku. Aku percaya; "Inamaa Amruhuu,idzaa araadha syai'an Ayyaquulalahuuu Kun!! Fa Yakun" ^_^

Selengkapnya...

Yang Pertama di Akhir Tahun

Senin, 31 Desember 2012

Tulisan akhir tahun ini berisi tentang segala pengalaman yang justru menjadi hal pertama dalam hidup saya disepanjang 2012. Sengaja saya tulis diakhir tahun sebagai flash back apa yang telah berlalu di sepanjang tahun ini.

  • Pertama kalinya merasakan jadi anak kos-kosan
  • Pertama kalinya merasakan Nganggur 2 Bulan di kota baru tanpa Teman dan Hiburan (Radio,TV, Laptop)
  • Pertama kalinya jauh dari orang tua
  • Pertama kalinya Kerja
  • Pertama kalinya Ngajar bahasa inggris paling lama (Sehari 7 Jam dengan jeda istirahat 30 menit) selama 50 hari
  • Pertama kali punya ipar
  • Pertama kali punya ponakan
  • Pertana kali Mengawali puasa Ramadhan jauh dari orang tua
  • Pertama kali Rasain yang namanya MUDIK
  • Pertama Kali ke Jakarta,cuma 3 hari tapi ngga liat Monas dan Bundaran HI hahahahaha....

Selengkapnya...

MUDIK

Kamis, 16 Agustus 2012

Suasana Mudik begitu terasa sekali menjelang hari raya Idul Fitri yang puncaknya sampai pada malam Takbiran. Hampir semua stasiun TV swasta menampilkan sekilas info berita tentang arus Mudik dimana-mana. Pemandangan di Stasiun, pelabuhan dan Bandara menjadi sesak, sibuk, padat merayap. Para perantau di ibu kota berbondong-bondong hendak pulang ke kampung halaman; untuk beristirahat sejenak dari segala tuntutan rutinitas hidup yang sering menyita segala waktu juga moment-moment berharga bersama orang-orang terdekat, untuk melepas rindu pada sanak saudara, juga untuk berkangen-kangenan dengan kampung halaman. Biasanya, sebagian besar para pemudik selalu mempersiapkan apa saja sebelum pulang ke kampung halaman. Mulai dari oleh-oleh kecil sampai mempersiapkan angpau bagi sanak saudara yang mungkin lama sekali tak pernah dijumpai. Semakin menjelang hari Raya, semakin sepi pula kawasan disekitar rumahku. Satu-persatu penghuni rumahnya pamit untuk pulang kampung sekaligus menitipkan pesan agar kami tetangganya yang tidak pulang kampung bisa memantau kemanan rumahnya. Beberapa teman-temanku menyempatkan salam-salaman padaku sebelum mereka pulang kampung. Bahagia terlihat jelas diwajah mereka. Saya pun membatin dalam hati: “Seperti apa ya rasanya mudik?”
Selama ini saya tak pernah merasakan Mudik. Saya dan seluruh keluarga saya sudah lama berdomisili di Kota Makassar sejak saya pindah dari Timor Leste setelah memerdekakan diri dari Republik Indonesia. Dan Akhirnya, di bulan ramadhan kali ini saya tau bagaimana rasanya MUDIK karena tahun ini untuk pertama kalinya saya tinggal jauh dari Orang tua karena bekerja di Ternate. Sebelum puasa, saya sibuk mencari-cari tiket murah agar saya bisa menyisihkan sebagian uangku untuk membeli oleh-oleh buat keluarga di Makassar. Alhamdulillah, saya akhirnya mendapat tiket Pulang-Pergi dengan harga yang murah berkat seorang sahabat baik saya.Tiket sudah ditangan dan tinggal membelikan oleh-oleh buat mereka yang di Makassar. Setiap hari rasanya selalu tidak sabar menunggu lagi. Setiap hari selalu membayangkan Kota Daeng. Segala rencana disusun untuk mengisi hari-hariku bersama mereka yang selalu kurindukan di Makassar nanti. Beberapa teman dan juga sahabat menanyakan terus tanggal pasti kepulangankuke Makassar. Yah,,,, selama disini, selain rindu pada keluarga, saya juga amat sangat rindu pada mereka, teman dekat dan sahabat terbaikku. Banyak cerita yang ingin kubagi dengan mereka, banyak pula cerita yang ingin kudengar dari mereka. Semakin dekat hari pulang ke Makassar, suasana kantorku juga semakin legang. Teman kantorku yang notabenenya pendatang dari Jawa dan Makassar, sudah lebih dulu pulang dari pada saya. 

Hari yang di nanti-nanti pun tiba. Barang-barangku sudah siap semua. Di Perjalanan menuju Bandara, Hapeku terus bordering karena Telfon dari Bapak. Bapak, adalah orang yang selalu terlalu khawatir padaku dan terkadang memperlakukanku seperti anak kecil, begitulah cara dia menyayangiku. Berkali-kali Bapak menelfonku utnuk memastikan tidak ada yang ketinggalan dan mengingatkanku utnuk membeli cemilan sebelum naik Pesawat. Setelah check in, saya masuk ke ruang tunggu. Sambil menunggu pesawat, saya menyempatkan sms pada teman-temanku juga mengirim sms pamitan dengan seseorang yang saya panggil “Kakak”. Saya lupa, saya belum sempat berpamitan dengannya secara langsung di hari terakhir saya masuk kantor. Akhirnya pesawat yang ditunggu telah tiba. Meskipun berdesak-desakkan, dengan semangat saya mengangkat tas-tasku ke atas pesawat. Segera saya menon-aktifkan handphoneku ketika mendengar bahwa pesawatku akan segera terbang menuju Bandara Hasanuddin. Saya pun mengambil posisi duduk yang enak, sambil melihat ke jendela di sebelah kiriku , saya tersenyum sambil bersorak dalam hati: “Makassar, aku datang!!” Dan entah mengapa hati kecilku yang lain menyahut: Aku akan kembali lagi ke Ternate untuk melihat kembali senyum itu, senyuman seseorang yang telah membuat hatiku merah jambu …
Selengkapnya...

Dua Puluh Empat.....

Kamis, 07 Juni 2012


Sampailah aku di angka 24 dalam timeline hidup ini. Lantas apa yang sudah kulewati? Yang saya tahu, saya sedang BerPINDAH. PINDAH dalam berbagai bentuk; Perasaan, Tempat Tinggal juga berpindah menuju Kedewasaan. Setelah sejenak berhenti dan menghayati apa yang terjadi, sayapun sadar bahwa terkadang saya masih belum cukup dewasa berhadapan dengan dunia yang tak selalu sejalan dengan yang kuharapkan. 


Selama 23 tahun, saya selalu berada dekat dengan Orang tua, Sahabat dan Teman-teman terbaikku. Dan memasuki umur 24, akhirnya saya berpindah tempat tinggal, berpindah lingkungan yang kemudian mempertemukan saya dengan orang-orang baru dan hal-hal baru. Dalam masa-masa itu, saya belajar; bahwa dunia ini tidak selalu diisi oleh orang-orang yang menyukaimu, ada juga orang yang tidak menyukaimu; bahwa terkadang ada benarnya juga kata sipenulis Andrea Hirata “dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak menginginkan kita, dan sebaliknya!!!!” Terlepas dari semua itu, dimanapun saya berada, satu konsep hidup yang selalu saya aplikasikan adalah tentang HablumminALLAH dan Habblumminannas. Bagaimanapun hidup, kita senantiasa harus menjaga silaturahmi dengan siapapun. Selalu saja berbaik sangka bahwa ketika Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang keluar masuk dalam hidup kita, baik ataupun tidak terhadap kita, pasti selalu ada pesan yang DIA sampaikan agar kita menjadi lebih bersyukur juga bersabar sebagaijalan untuklebih dekat denganNYA.


Berpindah tempat tinggal mungkin tak serumit ketika pindah dalam bentuk perasaan. Sepertinya sudah bertubi-tubi saya membujuk perasaan ini untuk segera pindah dan menghilangkan segala rasaku padanya, pada satu hati yang selalu kurindukan tapi tak merindukanku. Barang-barangku sudah kukemas dan tinggal beranjak pergi, selangkah, dua langkah namun pada akhirnya gagal total karena kaki ini selalu kembali ke tempat yang sama, kembali menuju ke hatinya. Dia bukan superman, Dia manusia biasa saja yang selalu bisa kumaafkan kekurangannya tapi sekaligus memiliki kelebihan yang tak bisa kuabaikan. Dia yang hatinya tak pernah untukku, saya bahkan tak bisa menemukan alasan mengapa saya begitu mencintainya. Hmmm,,,,,kapan saya bisa memindahkan perasaan ini? sehari, sebulan, setahun? Entahlah..... 


Grow a year older...I am just the way I am in my 24th years old. Terkadang saya kekanakkan, kadang menjadi terlalu sensitif untuk hal-hal kecil yang semestinya nda perlu dipikirin, kadang sampai bikin orang sekeliling saya bingung, suka lupa ini-itu kalo lagi panik dan masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan lain yang semestinya dirubah untuk kebaikan diri sendiri. Namun saya selalu ingin bersyukur karena Allah swt mengirimkanku Keluarga dan teman-teman terbaik yang selalu mengkhawatirkanku. Mereka yang menyayangiku apa adanya. Seiring berpindahnya usia, tentu selalu ada doa dan harapan-harapan untuk menjadi lebih baik. Ada beberapa resolusi hidup yang belum tercapai. Saya ingin memilah-milah kembali apa yang perlu dan tak perlu untuk dipikirkan, ingin menempatkan kembali segala sesuatu pada tempat yang semestinya, belajar menjadi lebih dewasa menyikapi apa yang ada, memperbaiki apa yang mesti diperbaiki; melanjutkan kembali ikhtiar yang belum usai sambil mengiringinya dengan doa..Semoga Allah swt meridhoi...AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN....
Selengkapnya...

I am in 24th

Senin, 21 Mei 2012

(Juma’t, 11 Mei 2012) Thanks God That’s Friday! Pas Hari jum’at saya berumur 24 tahun, hari dimana segala amalan-amalan mendapat pahala yang berlimpah dihari itu. Mulai pukul 00:00, hapeku bunyi bertubi-tubi. Bukan bunyi nada alarm yang kadang saya setting untuk membangunkanku shalat isya jika saya amat sangat mengantuk dan khawatir tertidur pulas setelah Maghrib, melainkan itu nada bunyi sms dari Keluarga, sahabat, teman dan murid-muridku yang berisi ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa terbaik di umurku yang ke 24 ini. Alhamdulillah, senang rasanya ketika orang-orang terdekatku selalu mengingatku meskipun kini saya berada di tempat yang jauh dari mereka. Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmatnya untuk mereka ^_^

Episode ulang tahun yang ke 24 ini sedkit berbeda dengan ulang tahun sebelumnya. Bagiku ini salah satu dari 3 hari ultahku yang bisa di bilang “Unforgetable”. Hhhmmm,,,,kayaknya kurang lengkap deh kalau saya tak menceritakan 3 kategori ulang tahunku yang tak terlupakan itu. Yang pertama tuh pas ultahku yang ke-17 tahun. Waktu itu saya masih tinggal dipesantren dan baru selesai UAN. Lagi enak-enaknya tidur siang, nda nyangka kalo mamaku datang membesuk sambil bawain kue ulang tahun dan sepatu cantik yang memang saya idam-idamkan. Yang bikin mengharukan bukan karena kue ulang tahun atau kadonya, tapi usahanya mamaku yang bela-belain datang jauh-jauh dan sudah susah-susah kesana kemari demi membeli kue dan sepatu itu. Mengingat jarak antara pesantrenku dan kota, jauh. Terharu, saya benar-benar terharu sampai nda bisa bilang apa-apa kecuali terwakilkan oleh senyum sumrigah dengan mata yang berkaca-kaca melihat mamaku. Trus, moment kedua yang tak terlupakan tuh waktu ulang tahunku yang ke 23. Yup, tepatnya tahun kemaren. Betapa tidak? Tanpa saya rencanakan sedikitpun, tenyata hari itu saya merayakan ultahku dengan makan coto “berdua” saja dengan seorang teman yang “pernah” saya cintai secara diam-diam selama tiga tahun. Dia orang pertama yang mengenalkankanku rasa cemburu, Dia Cinta pertamaku, cinta dalam hati yang tak pernah tersampaikan. Dia memang teman baikku, tapi tak pernah sekalipun saya membayangkan bakalan bisa makan berdua sama orang ini. Hari itu serasa mimpi disiang bolong (Tapi emang beneran siang bolong “dan saya tidak mimpi”) hahaha.... setelah saya selesai ngajar Bahasa Inggris, nda sengaja ketemu dia di koridor jurusan, spontan saya mengajaknya makan sebagai traktiran hari ultahku. Nah, ulang tahunku yang ke-24 ini saya pikir akan biasa-biasa saja karena ulang tahunku kali ini jauh dari orang tua dan teman-teman terbaikku, namun ternyata yang terjadi diluar dugaanku.
Sekitar jam 4 subuh saya bangun untuk melaksanakan shalat tahajjud dan kemudian menunggu adzan shalat subuh. Setelah subuh, sayapun sudah sibuk di dapur untuk membuat onde-onde. Yah, beberapa hari sebelumnya saya memang hanya berencana membuat kue onde-onde untuk dibawa ke kantor dan memberikannya pada murid-muridku juga pada tetangga kelasku di kejuruan Komputer. Intinya sederhana saja, saya ingin berbagi kebahagiaanku disini dengan orang-orang disekelilingku. Sampai di kantor, setelah olah raga bersama, saya memberikan semangkok besar onde-onde buatanku sendiri untuk muridku. Rasanya senang sekali, nda cukup lima menit onde-ondenya habis dan masih ada yang belum kedapatan. Siangnya, ketika selesai istirahat, murid-muridku memanggilku untuk masuk ke kelas. Rasa kaget dan haru bercampur aduk, mereka bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil membawa kue ulang tahun untukku. Tak sadar saya menitikkan air mata karena terharu, sebelum meniup lilin, mereka dengan antusias memintaku mengucapkan segala harapan-harapanku dan berjamaa’h mengAMINkannya. Potongan Kue ulang tahun pertamaku, kuberikan untuk “DIA”, manusia yang tak sempurna dengan kekurangan yang selalu bisa kumaafkan dan keistimewaan yang tak bisa kuabaikan, Dia tak pernah tau itu. Ah, tak mengapa, dapat memberikan potongan kue ulang tahunku saja sudah cukup bagiku. Saya juga mendapatkan hadiah istimewa dari murid-muridku, sebuah Boneka Beruang Besar Berwarna Biru yang bisa kupeluk setiap hari ketika tidur. Ini pertama kalinya saya punya boneka sebesar itu. Malam harinya, saya juga mendapatkan kejutan kecil di kelas Bahasa Inggris khusus untuk para instruktur. Malam itu peserta kursus memang tidak banyak lagi yang datang, Dia juga tak datang malam itu. Guru Bahasa Inggris yang mengajarku membuat perayaan kecil untukku. Ketika saya masuk ruangan, guruku langsung menyalamiku dan mendoakanku, diruangan itu guruku sudah menyediakan makanan kecil dan minuman untuk dinikmati bersama-sama teman lain. Beberapa teman yang ada, menyalamiku dan mengucapkan selamat padaku. Hari itu semuanya begitu bermakna buatku. Alhamdulillah, “Nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu Dustakan?” ^_^
Selengkapnya...

KeLas PerTamaKu

Jumat, 27 April 2012

(Senin, 2 ApriL 2012) adalah Hari perdana masuk sebagai tenaga pengajar Bahasa Inggris pada kelas pertamaku Di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Ternate. All the begining is difficult...Yup, terasa sulit ketika kembali lagi mulai mengerjakan suatu rutinitas yang sudah lama ditinggalkan atau ketika akan mengerjakan suatu aktivitas yang memang belum pernah dilakukan sebelumnya. Rasa khawatir dan tegang bercampur aduk jadi satu sehari sebelum kelas pertamaku dimulai. Hampir setahun saya tak pernah lagi mengajar, untuk berhadapan lagi dengan banyak orang di depan kelas rasanya canggung. Ditambah lagi, kelas kali ini berbeda dengan kelas bahasa inggris yang biasa saya hadapi. Kelas ini khusus untuk para pencari kerja dimana umur para murid-muridku nanti begitu bervariasi bahkan mungkin akan ada yang lebih tua dari pada umurku. Dan yang paling bikin saya banyak memutar otak adalah bagaimana saya bisa menguasai kelas secara maksimal selama kurang lebih 6 Jam Mengajar secara berturut-turut dengan jeda istirahat 30 Menit. Bagaimana menggunakan metode belajar yang kreative sehingga siswa tetap memiliki semangat belajar. Saya yakin sehebat-hebatnya seorang guru, pasti akan kewalahan jika diberi jam mengajar seperti itu, apalagi pelajaran bahasa inggris yang menuntut banyak penjelasan dan praktek yang menggunakan lisan dari pada tulisan. Apa saya mampu?? Hmmmh...But the show must go on.. Saya percaya selalu ada jalan jika niatnya baik. Bismilllah....... 




Doing by Learning...itu rumus yang saya aplikasikan ketika mengahadapi kelas ini. Saya tak pernah mengikuti kegiatan pelatihan ajar-mengajar, tidak pernah belajar tentang metode-metode mengajar ini-itu. Yang saya punya adalah pengalaman juga semangat untuk selalu belajar ini-itu darimanapun dan siapapun. Sambil saya belajar, sambil mempraktekkannya. Sayapun banyak bertanya ini-itu pada seorang teman di kantor saya yang kebetulan juga adalah seorang instruktur di jurusan Komputer. Dia lebih senior dan memiiki pengalaman dalam menghadapi situasi kelas yang selalu berbeda. Dialah orang yang saya anggap nyambung untuk sharing mengenai berbagai kesulitan yang saya hadapi selama mengajar. Saya juga ingin bertanya dengan beberapa teman yang lain, hanya saja saya menemukan sedikit kesulitan dalam berkomunikasi dengan mereka karena punya latar belakang bahasa yang berbeda, jadinya malah saya jadi tidak faham. Jadilah dia temanku yang saya rasa amat sangat membantuku dalam pekerjaan. Jika ada kata yang lebih tinggi dari Terima Kasih, mungkin itulah yang akan saya katakan pada temanku itu.
 
 

Pada akhirnya, semua terasa menyenangkan. Saya malah jadi akrab dengan siswa-siswaku. Meraka juga begitu antusias dalam belajar secara aktive di kelas. Bahkan setiap hari selalu saja ada peningkatan. Dari yang benar-benar tidak tahu bahasa inggris, jadi tahu. Dari yang malu-malu speaking,malah jadi PEDE untuk speaking. Semua itu amat sangat membuatku merasa berarti sebagai seorang guru. Meskipun masih banyak kekurangan, tapi saya merasa apa yang saya lakukan selama ini membuahkan hasil yang lebih dari yang saya duga sebelumnya. Ada rasa kepuasan batin tersendiri ketika peningkatan yang ada dari setiap siswaku. Salah satu dari sekian banyak keinginanku tealah terpenuhi, Yaitu; Saya bisa menjadi orang yang memberi manfaat untuk orang lain...Alhamdulillah...... ^_^
Selengkapnya...

Rasa “Nano-nano” di bulan February

Rabu, 29 Februari 2012


Alhamdulillah....Alhamdulillah....Alhamdulillah.....Segala puji bagi ALLAH SWT yang begitu Maha pengasih dan Maha penyayang...Entah bagaimana caranya saya ingin bersyukur padaNYA. Zat yang tak pernah tidur, tak pernah lupa memberikan kasih sayangNYA pada umatnya dengan cara-cara yang DIA kehendaki, cara-cara yang mungkin awalnya tak bisa dipahami, diterima dengan sepenuh hati karena belum dimengerti namun pada akhirnya semuanya itu benar-benar penuh arti. 

Hari pertama di bulan Februari adalah Hari pertamaku bekerja, “Benar-benar Kerja”. Rasa senang yang bercampur haru tak bisa dielakkan begitu saja. Apalagi ketika menerima SMS dari mama berisi: “Selamat memasuki dunia kerja baru, semoga sukses nak” rasanya ingin menitikkan air mata. Pagi itu dimulai dengan apel pagi dan perkenalan dengan pegawai-pegawai yang lain. Ketika memasuki ruangan kerjaku dan duduk dimeja kerjaku “Begini ya rasanya punya meja kerja sendiri” saya membatin sambil senyum-senyum sendiri. Ya,, selama setahun saya akan duduk bekerja dibelakang meja ini. Setiap hari rasanya bersemangat sekali untuk bekerja. Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan yang benar-benar saya inginkan dan mendapatkan upah yang lebih dari cukup untuk bisa kusisihkan buat orang tuaku dan untuk diriku. Disini saya akan bekerja sebagai staff penyelenggara pelatihan dan sekaligus mendapatkan tugas sebagai salah satu tenaga pengajar bahasa inggris. Pekerjaan ini mungkin tidak mudah, apalagi dengan pengalamanku yang belum bisa kubanggakan, tapi insyaALLAH saya bisa melakukannya. Harus Bisa!!!.....

Syndrome Newbie..itulah penyakit pertama yang kualami ketika memasuki hari-hari baru di kantor. Awalnya saya sama sekali tak peduli apakah ada yang ingin bertemanku atau tidak, yang saya lakukan hanya pergi dan pulang kantor tepat waktu, mengerjakan pekerjaanku dan sesekali bertegur sapa “seperlunya” dengan semua orang yang ada di kantor. Namun lama-kelamaan saya baru merasa terasing dengan yang lain ketika saya mulai ikut serta dalam les bahasa inggris yang diadakan di kantor empat kali seminggu. Yah,,,,saya tak punya teman bicara ketika semuanya sedang asyik berkumpul. Huff...rasanya kayak orang paling bego’ sendiri. Namun saya tak pernah menyangka sekalipun bahwa dari sinilah semuanya berawal. Setiap hari rasanya seperti kejutan. Saya pun bingung harus bagaimana menguraikan setiap detail potongan-potongan cerita yang selalu membuatku ingin tersenyum setiap hari, hanya bisa merasakannya saja dan senantiasa ingin berucap “Alhamdulillah” Senyumku benar-benar telah melengkung sempurna....
Selengkapnya...

Rindu Rumah

Sabtu, 28 Januari 2012

"Sendiri...Untuk pertama kalinya saya merasa kata itu benar ADAnya..ketika saya Rindu Rumah"

Disini hujan, disana hujan, dimana-mana hujan. Saya suka hujan, sejak dulu. Suasana dan moment-moment apa saja ketika hujan, terasa syahdu. Tapi kali ini hujan membuatku hati galau dan mata kelihatan begitu sendu.Padahal hujan disini sama halnya dengan hujan disana. Kadang terus-menerus menderas, kadang hanya rintik-rintik hujan romantis, yang berbeda adalah keadaan..Disana dan disini...

Yaa..sudah tiga minggu saya ada disini, di Kota Ternate. Sebuah kota asal keturunan nenek moyangku dari garis keturunan bapakku. Ini kedua kalinya saya berada disini dan kali ini sepertinya saya akan berada disini dalam jangka waktu yang lama, tak bisa ditebak, pokoknya lama. Kata "Lama" ini membuatku selalu ingin menitikkan air mata. Disini, saya memang tinggal nge-kos bersama kakak kandungku. Tapi mengharap kakakku akan selalu menemani, itu jauh dari harapan. Dia tipe orang yang kurang banyak berbicara jika tak ada yang terlalu penting untuk disampaikan, kurang berbagi cerita, dia memang agak berbeda denganku dan adikku. Meskipun begitu, dia setiap hari memperhatikanku, tak pernah lupa memenuhi segala yang kupinta tapi tak bisa selalu, bahkan amat amat jarang bersama. Dia punya pekerjaan yang mengharuskannya untuk tetap siaga 24 jam dan saya bisa memaklumi itu.

Huffh...rasanya saya belum sepenuhnya rela jika harus menghabiskan masa depanku disini. Saya belum bisa berkawan dengan semua keadaan disini. Masalahnya bukan karena saya harus tidur sendiri, kesana-kemari sendiri, melakukan semuanya sendiri, mengurus ini-itu sendiri karena itu adalah hal remeh-temeh yang selalu mampu saya lakukan. Namun yang begitu membuatku kehilangan daya adalah Rindu Rumah. Ditambah lagi dengan kejenuhan dan kebosanan yang melanda tiap saat karena belum ada kejelasan tentang pekerjaanku sehingga saya harus melakukan ritme hidup yang monoton dalam sebuah kamar kos kecil tanpa hiburan juga teman bercerita (ini benar-benar membuatku menjadi depresi ringan). Saya bisa berlama-lama tak keluar rumah jika ada tivi atau setidaknya saya punya teman bicara, tapi sekarang justru saya tak punya kedua-duanya. Rasanya seperti orang autis yang cuma bisa berdialog sendiri dalam hati. hampir tiap hari saya selalu berkata: "Saya rindu rumah, saya mau pulang!"

Rumah...Rumahku selalu ramai dan gaduh seperti pasar meskipun hanya dihuni oleh Bapak, Mama, adikku dan kakakku. Rumah yang tak pernah membuatku bosan meski tak kemana-mana.

Di rumahku...hampir setiap pagi saya akan selalu mendengar bapak dan adikku berlomba-lomba menceritakan mimpi mereka semalam.ya..mereka paling kompak dalam hal mimpi. Kadang saya dan mama protes karena kami orang yang paling jarang masuk mimpi mereka dan kami juga paling jarang punya mimpi yang bisa diceritakan seperti cerita mimpi bapak dan adikku.

Dirumahku, saya punya seorang adik perempuan yang memiliki selisih umur 4 tahun denganku. kami memiliki karakter yang sangat jauh berbeda tapi kami sangat kompak dalam banyak hal. Setiap hari saya akan mendengar celetukan kesal, jengkel ataupun cerita-cerita lucu yang dia bawa ketika pulang dari mana saja. saya paling suka mengganggunya dan akan berhenti ketika dia berteriak marah. terkadang kami saling mengomel satu sama lain hanya karena pembagian tugas rumah atau hal-hal kecil yang bikin jengkel hati dan kamudian berbaikan lagi. kami punya banyak cerita yang tiada ahabisnya untuk dibagi. sampai-sampai bapak sering menegur kami ketika kami masih ribut dan cekikikan di tengah malam hanya karena membahas banyak hal. adikku pernah bilang: "pasti ko rindu sama saya kalo jauhko, pasti ko cari-cari ka kalo nda ada!!'' dan saya juga tak mau kalah bilang: ''kau juga!! pasti sepi kalo nda ada ka dirumah toh!!"...dan semua itu terbukti benar..ah...!!

Dirumahku...Setiap hari saya akan mendengar mamaku berkomentar apa saja tentang tayangan ditivi. Mulai dari berita politik, pemerintah, psikologi, sinetron dan juga infotaiment. Tapi ada kalanya saya mengabaikannya jika saya tengah asyik menatap layar laptop. Saya cuma bilang iya...iya...dan iya...padahal mama sednag ingin ditanggapi segala komentarnya, padahal mama juga ingin bertukar pikiran dengan saya. sekarang saya baru menyadarinya, rasanya menyesal sekali. (Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.. Ma, sungguh!! tidak akan lagi). Saya, adikku dan mamaku paling kompak. kami punya hobi dan kebiasaan yang sama. ketika marah, jengkel, susah, senang atau apapun itu pasti langsung diekspresikan.  kami tak pernah bosan bercerita dan saling curhat. Mama selalu tahu apa yang kami inginkan, harapan-harapan kami, cita-cita kami dan amat sangat memahami perasaan-perasaan kami. Mama pendengar yang baik sekaligus pemberi contoh yang selalu bisa diteladani. Mama tak punya kata-kata manis untuk menunjukan rasa sayangnya, dia punya cara sendiri untuk mengungkapkannya dan kami memahaminya. Mama selama ini tak pernah membiarkanku berdoa sendiri. Segala harapan yang kuceritakan padanya, selalu dia sertakan dalam doa-doa panjangnya. Maaa...I 'll promise to make you happy...LET ME!!

Dirumahku, ada Bapak.. jika ada pemilihan The Best  Father,saya yakin bapaklah juaranya, begitu banyak alasan untuk mengakuinya sebagai The best father. Bapak punya banyak hal yang patut diteladani oleh siapapun sebagai Imam dalam keluarga sampai-sampai saya bingung bagaimana menguraikan kata-kata untuk bisa menggambarkannya. Bapak orang yang paling punya selera humor yang tinggi,selalu punya cerita dan teka-teki lucu. Moment mati lampu adalah hal yang paling menyenangkan dirumahku, karena saat itulah bapak paling suka mendongeng cerita-cerita Abu Nawas karangannya sendiri atau melontarkan teka-teki asal-asalannya. Kami anak-anaknya tak pernah bosan mendengarnya meskipun sudah berulang kali sampai-sampai kami sudah hafal mati diluar kepala alur ceritanya, tapi tetap saja kami tak berhenti tertawa mendengarnya. Bapak orang yang sebenarnya tak bisa jauh dari kami anak-anaknya, selalu saja khawatir meski dia tak pernah mengatakan begitu, tapi kami tahu. Terkadang rasa sayangnya bapak menjadi begitu berlebihan, menjadi terlalu protektif untuk menjaga kami sehingga memperlakukan kami seperti anak kecil. Meskipun begitu, bapak tak pernah mendidik kami menjadi anak-anak yang manja. Justru bapak adalah orang yang tegas dan berwibawa dalam mendidik anak-anaknya untuk menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan religi. Itulah Bapakku. Bapak yang selalu saya banggakan, bapak yang selalu saya jadikan panutan. Saya juga ingin menjadi Kebanggan bagi Bapak.

Yah...Semuanya ada disana, tidak ada disini. Disini, tak ada mereka yang menyambutku ketika pulang dari mana-mana dan ketika saya membuka mata dipagi hari, dunia terasa begitu sepi tanpa ada mereka yang menemani. Namun bagaimanapun hidup harus terus berjalan. Saya sadar, saya ada disini karena memang saya yang memilihnya dan pilihan ini adalah jalan yang saya tahu untuk memenuhi mimpi-mimpiku. Bukan sekedar mimpi untukku, tapi juga untuk mereka, keluargaku...SEMANGAT!!! 


Selengkapnya...

Yang Terdalam

Jumat, 23 Desember 2011

Bahasa yang kutahu tinggalah rasa.
Rasanya dukaku kian mereda,
rasanya aku telah mulai lupa bagaimana lukaku yang pernah menganga cukup lama,
dan semua telah kembali pada suatu hari yang biasa.

Tak ada yang mesti kupuja ketika terjaga
Tak ada wajah yang muncul ketika aku menutup mata
Tak ada lagi yang meraja didalam jiwa
Tak ada lagi catatan-catatan hati tentang sebuah nama
Tak ada lagi cinta diam-diam yang kupelihara
Tak ingin lagi menyimpan cemburu dan rindu yang menyesakkan dada
Tak perlu juga menyimpan duka dengan air mata hanya karena harapan jauh dari nyata
Bukan karena aku telah mati rasa, tapi karena aku benar-benar sudah paham bagaimana menerima yang ada, menerima apa yang menjadi Kehendak-NYA dan menikmatinya.
Allah pasti mendengar segala doa yang kupinta,
Jika DIA menunda, berarti perlu bersabar untuk menunggu sampai waktunya tiba.
Sungguh aku percaya bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk Hamba-NYA.


Senyumku masih dapat melengkung sempurna,
Semua lagu masih selalu merdu ditelinga,
aku sedang menikmati apa yang kupunya;
Sahabat dan teman-teman baik dengan segala warna yang mereka bawa dalam hidupku yang sederhana.
Keluarga tercinta, tempatku selalu ingin pulang untuk berbagi bahagia, juga ketika aku lelah menghadapi dunia.
Mereka membuatku merasa ada, mereka orang-orang luar biasa yang menerimaku apa adanya.
Mereka seperti bintang-bintang di angkasa yang cahayanya kupinjam sebagai lentera ketika berjalan sendiri diruang hampa
Setiap hari rasanya selalu ingin bersyukur pada-NYA karena aku punya mereka.
Terima kasih telah mau menjadi bagian dalam hidupku yang biasa-biasa saja.
Semoga Allah swt selalu melimpahkan Rahmat-NYA untuk Keluargaku, Sahabatku, juga teman-temanku yang istimewa (worship)

NB: Lewat tulisan ini, saya ingin menyampaikan rasaku untuk; Bapak, Mama’, Kakak dan Adek. Juga untuk; Soulmateku/Sahabatku (Eris, Mitha, Nhawar), Teman ceritaku (wie cipit), Kembarku (AlF), si ondeng (Oche’) dan Saudari2 seperjuanganku (G-13 Ummul Mukminin) ^_^
Selengkapnya...

Lullaby

Selasa, 06 Desember 2011


Aku tak membenci Keramaian, tapi juga tak selalu kusukai
Dan ketika dunia menjadi terlalu bising,
Aku hanya perlu Tidur untuk meredam semua suara dan rasa.

Selengkapnya...

My Cozy Place; PLURK

Minggu, 27 November 2011

Aneh, asing, tidak biasa, itu yang ada dalam pikiranku ketika pertama kali tau ternyata ada sebuah situs jejaring sosial bernama PLURK. Jika diperhatikan dari konfigurasi susunan hurufnya juga agak janggal; Terdiri dari 4 huruf konsonan yang mengapit 1 huruf vocal. Konfigurasi ini juga sedikit menyulitkan lidah kita ketika melafalkannya apalagi jika ingin dieja layaknya sedang belajar membaca (Kalau mengeja BUDI, Be ubu De Idi bacanya Bu-DI lantas bagaimana gampangnya mengeja kata PLURK??? Hahahahaha ujung-ujungnya tetep bawa2 namanya Budi). Belum berhenti disitu rasa ‘’Lain-lainku’’ ketika baru berkenalan dengan PLURK. Setelah iseng-iseng saya buat akun dengan nick AzRa, Eh...ternyata ada juga yang namanya KARMA. Awalnya saya pikir KARMA itu sejenis aplikasi game online yang memang disediakan PLURK untuk mereka pecinta game dan saya memilih untuk mengacuhkannya karena saya kurang tertarik dengan game tapi ternyata KARMA itu membantu kita mendapatkan emoticons lucu yang bisa dipakai sebagai simbol yang kekuatannya lebih besar dalam penyampaian pesan (Plurk tanpa emoticons = Hambar). Ada estimasi-estimasi tertentu yang harus dicapai untuk mendapatkan emoticons tersebut (Mulai dari 10 sampai Tak terhingga) Dan peraturannya adalah Statistik karmamu akan meningkat jika kamu melakukan banyak aktivitas Plurking (Misalnya: menambah teman,membuat tread, merespon ataupun direspon dll) dan akan berkurang drastis jika kamu tidak melakukan apa-apa.

Setelah membuka akun di halaman ini, yang saya lakukan adalah menambah teman dan hanya membuat tread-tread seperti *assalamualaikum!! Selamat pagi* untuk sekedar menyapa saja para penghuni plurk yang notabene memang tidak saya kenal. Sesekali membalas respon dan juga merespon tread-tread lain. Saya juga tak peduli dengan masalah Karma yang naik atau turun. Cuman sebatas itu saja. Bahkan saya sempat benar-benar meninggalkan dunia PLURK beberapa bulan dan akhirnya kembali lagi.





Ya,,awalnya semua terasa asing namun entah bagaimana sepertinya hukum newton 3 telah berlaku sebagai hasil dari intensitas kegiatan Nge-plurk (Membuat tread dan saling merepon). Tiba-tiba saja nama-nama asing yang selalu kuliat ditimeline menjadi begitu akrab. Aksi dan reaksi ditimelinepun akhirnya berlanjut ke dunia nyata setelah diadakannya beberapa kopdar dalam rangka kegiatan sosial bersama dan setelah itu silaturahim ini tetap berjalan baik didunia maya maupun didunia nyata. (cozy)

Lama kelamaan bahkan saya pun baru menyadari telah terjangkit Plurk Addicted. Setiap membuka mata spontan langsung ngecek timeline di plurk. Di Angkutan umum, Ngeplurk. Sambil jalan-jalan, Ngeplurk. Lagi menunggu/antrian, Ngeplurk. Lagi nonton dirumah juga Nge-plurk. Kadang lagi makan juga Ngeplurk, sampe mau tidur juga Ngeplurk. PARAHHHHHH!!! Hahaha (setelah lama saya rasa ini berlebihan, jadi perlu adanya pengendalian diri).

PLURKpun akhirnya menjadi bagian yang sulit untuk dipisahkan dari dalam hidupku. Many things happen here with meaning to.  


PLURK untukku seperti...................................................

Tempat silaturahmi: Kegiatan plurk seperti merespon, membuat tread membuatku serasa berada dalam dunia nyata. Seolah seperti sedang berada di sebuah warkop dan ngobrol banyak hal sambil diketawai padahal kita semua berada pada lokasi yg berbeda. Yah, meski terkadang ada sedikit timbul hal-hal yang tak diinginkan sampai harus berdebat hebat tapi semuanya saya bawa santai saja. Hidup kita sudah cukup serius jadi kalau di dunia maya tak perlu terlalu serius manyikapi semua hal. Yah, Plurk is for Fun.


Tempat ‘’Ini-Itu’’: Mau nanya alamat, nanya tempat makan paling enak, nanya dimana download ini itu, nanya situasi arus jalan mana yang macet, nanya tugas2 kampus, nanya tempat perbaiki ini itu, membahas topik-topik pembicaraan yang ringan sampai yang berat juga boleh, mau pasang pengumuman juga bisa, minta saran atau opini, promosi ini itu juga bisa asal jangan nyari HP yang hilang aja haahahhaha....


Tempat katarsis paling nyaman: Rasa marah, sedih, senang, bete, susah, semuanya secara spontan langsung dapat dituangkan tanpa sungkan. Tread yang tadinya sedih, bete’ atau lagi marah-marah sekalipun justru bisa diketawai saja seenak hati karena respon-respon plurker yang menghibur bisa bikin lupa kalau hariku sedang suram. 


Dan yang paling membuatku betah disini karena saya merasa telah memiliki keluarga kecil disini. Disini saya punya kakak, saya bahkan punya adik yang sudah saya anggap sebagai keluargaku sendiri, juga mendapat teman terbaik yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Mereka yang dulunya orang asing, berubah menjadi orang yang paling dekat dihati tanpa harus selalu saya temui dalam wujud nyata. Terimakasih untuk kalian yang selalu membuatku betah disini, yang membuatku merasa ada dan menjadikanku bagian dalam hidup kalian. (cozy)

Selengkapnya...

Mimpi Cuma Mimpi

Jumat, 11 November 2011



Mimpi??
Aku belum ingin kembali bermimpi,aku masih tak bernyali...
mungkin karena mimpi-mimpi sederhanaku,yang senantiasa kupatrikan dulu tak juga terpenuhi, meski sekali....

Perjalanan ini masih panjang tapi tak juga pasti,
namun terlalu bodoh bagi diriku untuk memenuhinya dengan ratapan-ratapan tak berarti....

Kini....
Aku hanya ingin menjalani apa yang diberi,
mencoba menerima dan mengerti apa yang terjadi,
mencoba memaknai setiap senti hidup ini,
dan berhenti mengiba-iba lagi

Semoga Allah swt Merahmati...
Selengkapnya...