Tampilkan postingan dengan label Intuisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intuisi. Tampilkan semua postingan

Without Words

Jumat, 14 Februari 2014



Setelah mengantarku pulang, tiba-tiba dia mengeluarkan coklat dan sekuntum mawar ini dari balik jaketnya dan memberikannya padaku.
Tak ada kata-kata yg dia ucapkan, Tak ada tulisan yang dia selipkan.
Tak ada lagu merdu untuk dinyanyikan, tapi senyumnya mengungkapkan segalanya.


"Aku Mencintaimu!"

Selengkapnya...

Akhirnya Datang Juga

Sabtu, 08 Februari 2014



Dia sudah datang. Tepatnya sudah lama datang.
Seorang yang biasa saja,dengan segelas air ditangannya kala kuterbaring sakit.
Seorang yang tanpa kusadari telah diam-diam menyelipkan obat penawar luka.
Seorang yang tak pernah membiarkanku sedih sendirian.
Seorang yang telah mengembalikan senyumanku yang sempat hilang.
Seorang yang begitu mengkhawatirkan kebahagiaanku.

"Maaf, aku yang bodoh ini membutuhkan waktu sedikit lama untuk menyadari adamu"

Untuk menebus keterlambatanku,bagaimana jika kutemani saja hidupmu, setuju?? ^_^

Selengkapnya...

BINTANG

Minggu, 20 Oktober 2013


Which Star are you come from?? Seperti judul film korea yang sedang tayang siang itu.

Yah, Which star are you come from? Kamu, yang tanpa sepengetahuanmu, pernah menawan hatiku, dulu.Yang selalu kusebut bintangku. Setelah semuanya kuanggap lalu, Kamu tiba-tiba datang menawarkan hatimu untuk menjadi yang kamu mau, aku. Sejenak kamu mebuatku terpaku kemudian merasa haru. Ah, kamu…mengapa baru menyadari keberadaanku yang dulu tak pernah jemu mengingatmu? Mengapa baru sekarang terpikir tentang adanya diriku? Aku meragu, apakah aku telah benar-benar ada dihatimu? Apakah ini semu? Antara senang dan ragu-ragu, kucubit lenganku untuk meyakinkan jika aku tak sedang bermimpi dalam tidurku.
Selengkapnya...

Sampai pada titik "Seperempat Abad"

Jumat, 07 Juni 2013


“Fabiayyialaairobbikumaa tukadibaan; nikmat tuhanmu yang mana yang ingin kau dustakan”

Dulu ketika saya masih berumur belasan tahun, terkadang saya berandai-andai dengan berbagai macam pertanyaan: “Bagaimana gayaku nanti ketika berumur 25 tahun?”saya sudah menjadi apa ketika itu? Apa saya telah menikah pada saat itu dan punya anak-anak yang lucu? Atau melanjutkan pendidikan S2? Atau sudah menjadi pegawai? Atau sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya? Apa saya juga akan mengenakan sandal atau sepatu high heels? Akan selalu memakai riasan wajah ketika bepergian? Akan memakai banyak aksesoris untuk melengkapi penampilan saya? Akan mengenakan tas “ibu-ibu”? apa saya akan menjadi orang yang lebih serius berbicara dari pada bercanda? Pertanyaan andai-andai itu membuatku terkadang berpikir; Seperti apa Orang bisa dikatakan dewasa itu mengapa nampaknya menjadi dewasa itu menakutkan dan serius.

Waktu itu dalam benak saya dan pemikiran saya, gambaran wanita ketika berumur 25 tahun adalah: Dewasa secara penampilan fisik, berpakaian, bertutur kata, pemikiran yang matang dan dapat mengatur emosi dengan lebih baik sehingga semua itu menjadi patokan bahwa wanita ketika berumur 25 tahun sudah “semestinya” Menikah.

Ketika tamat SMA dan memasuki dunia kuliah, saya melihat teman-teman saya mulai mengubah penampilan mereka menjadi dewasa. Dari yang tidak tau berpakaian menjadi paling modis, dari yang tidak tau make-up menjadi paling ahli, dari yang tomboy berubah jadi anggun. Tas ransel diganti dengan tas “ibu-ibu”, sepatu sneakers diganti dengan flat shoes atau high heels yang cantik. Sedangkan saya masih begitu-begitu saja, biasa saja tampil polos apadanya. Saya Cuma focus pada kuliah dan tidak begitu mementingkan apa yang kukenakan,yang penting menutup aurat secara baikdanbenaritu sudah cukup. Waktu kuliah saya jarang ikut jalan-jalan ke Mall atau ngumpul bareng sama teman-teman sekampusku. Saya ke kampus tepat pada waktunya, pulang tepat pada waktunya dan lebih banyak berkumpul sama 3 sahabat kampusku yang memang tidak terlalu sering jalanke Mall. Alhasil setelah selesai kuliah, secara penampilan saya masih begitu-begitu saja, tidak tau bergaya.


Dunia setelah kuliah adalah dunia yang sebenarnya. Ketika saya menjadi Job seeker (Pencari kerja), baru terasa dan saya kemudian paham bahwa memperhatikan penampilan dan make up bagi wanita memang perlu dalam dunia pekerjaan meski tidak semua pekerjaan memberikan persyaratan harus tampil menarik atau memang tidak ditulis dalam persyaratan pekerjaan “Harus bisa make up” tapi setidaknya itu menjadi poin; bahwa kita sebagai pelamar kerja tau menempatkan diri/tau membedakan pakaian/sepatu apa yang pantas dipakai di kantor. Situasi lainnya yang membuat saya belajar bergaya dan make up adalah ketika mulai berdatangan undangan nikah dari teman-teman, ketika saya menjadi asisten dosen, ketika saya kerja dan yang terkhir ketika saya jatuh cinta pada seseorang. Semua hal ini akhirnya membuat saya setidaknya bisa ber makeup. Namun dalam hal penampilan, saya lebih suka yang simple saja. Saya hanya menyesuaikan situasi kapan harus berpakaian formal dan tidak formal. Menjadi apa adanya diriku itu lebih nyaman.

Seiring berjalannya waktu dan begitu banyak proses hidup yang kujalani, beberapa pertanyaan andai-andaiku dulu terjawab pelan-pelan oleh pengalaman hidup yang menempaku sampai pada umur 25 tahun ini. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak kudapat jawabannya dari orang-orang dewasa yang pernah kutanya,namun akhirnya kudapatkan sendiri diumurku yang sudah seperempat abad ini ini. selain belajar dari pengalaman sendiri, Secara langsung atau tidak, saya sering mengamati orang disekitar saya, mempelajari hal-hal kecil disekitar saya, melihat berbagai macam karakter orang, mendengar pengalaman hidup orang lain. Dan ternyata; umur tidak bisa jadi di tolak ukur kedewasaan seseorang; penampilan pun tidak; orang yang dewasa itu juga bukan berarti selalu serius menyikapi semua hal,orang dewasa itu juga bukan mereka yang tau menasehati orang lain.orang dewasa juga bukan mereka yang banyak pengalaman. Bagiku, dewasa itu dilihat dari bagaimana kita menyikapi apa saja yang terjadi dalam hidup kita, terencana atau yang tak pernah terencana sekalipun.

Alhamdulilah, kini diusiaku yang sudah seperempat abad, saya sudah bisa membiayai hidupku sendiri dengan hasil keringatku. Penghasilan yang kudapat bisa kutabung, bisa kuberikan pada orang tua dan adekku dan bahkan bisa kugunakan untuk membantu orang lain yang memang sedang susah. Saya memang belum punya pekerjaan tetap yang bisa saya andalkan sampai nanti karena saya masih pegawai kontrak, tapi saya benar-benar bersukur karena apa yang ada sekarang telah mewujudkan sebagian keinginanku yang dulu tidak bisa kulakukan dan disamping itu dengan apa yang saya kerjakan, sebagai pengajar, sekarang saya senang bisa menjadi manfaat buat orang lain. Namun saya merasa masih perlu belajar lebih banyak lagi, saya masih punya harapan-harapn yang belum terpenuhi. Salah satunya, saya ingin menyempurnakan agama saya dengan Menikah,menjadi seorang istri dan Ibu. Allah SWT Maha Tahu yang Baik untuk saya, Maha mendengar Doa-doa dan Maha Mengetahui waktu yang paling tepat untuk mendapatkan yang terbaik. Jika mungkin bukan tahun ini saya di pertemukan denagn “Teman hidup” saya yang telah ditakdirkan menjadi IMAMku, Berati DIA mempunyai Kejutan untukku suatu hari nanti. Mungkin saya harus mempersiapkan diri menjadi Makmum yang baik agar kelak ketika bertemu saya sudah siap mendampingi Imamku. Aku percaya; "Inamaa Amruhuu,idzaa araadha syai'an Ayyaquulalahuuu Kun!! Fa Yakun" ^_^

Selengkapnya...

Dua Puluh Empat.....

Kamis, 07 Juni 2012


Sampailah aku di angka 24 dalam timeline hidup ini. Lantas apa yang sudah kulewati? Yang saya tahu, saya sedang BerPINDAH. PINDAH dalam berbagai bentuk; Perasaan, Tempat Tinggal juga berpindah menuju Kedewasaan. Setelah sejenak berhenti dan menghayati apa yang terjadi, sayapun sadar bahwa terkadang saya masih belum cukup dewasa berhadapan dengan dunia yang tak selalu sejalan dengan yang kuharapkan. 


Selama 23 tahun, saya selalu berada dekat dengan Orang tua, Sahabat dan Teman-teman terbaikku. Dan memasuki umur 24, akhirnya saya berpindah tempat tinggal, berpindah lingkungan yang kemudian mempertemukan saya dengan orang-orang baru dan hal-hal baru. Dalam masa-masa itu, saya belajar; bahwa dunia ini tidak selalu diisi oleh orang-orang yang menyukaimu, ada juga orang yang tidak menyukaimu; bahwa terkadang ada benarnya juga kata sipenulis Andrea Hirata “dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak menginginkan kita, dan sebaliknya!!!!” Terlepas dari semua itu, dimanapun saya berada, satu konsep hidup yang selalu saya aplikasikan adalah tentang HablumminALLAH dan Habblumminannas. Bagaimanapun hidup, kita senantiasa harus menjaga silaturahmi dengan siapapun. Selalu saja berbaik sangka bahwa ketika Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang keluar masuk dalam hidup kita, baik ataupun tidak terhadap kita, pasti selalu ada pesan yang DIA sampaikan agar kita menjadi lebih bersyukur juga bersabar sebagaijalan untuklebih dekat denganNYA.


Berpindah tempat tinggal mungkin tak serumit ketika pindah dalam bentuk perasaan. Sepertinya sudah bertubi-tubi saya membujuk perasaan ini untuk segera pindah dan menghilangkan segala rasaku padanya, pada satu hati yang selalu kurindukan tapi tak merindukanku. Barang-barangku sudah kukemas dan tinggal beranjak pergi, selangkah, dua langkah namun pada akhirnya gagal total karena kaki ini selalu kembali ke tempat yang sama, kembali menuju ke hatinya. Dia bukan superman, Dia manusia biasa saja yang selalu bisa kumaafkan kekurangannya tapi sekaligus memiliki kelebihan yang tak bisa kuabaikan. Dia yang hatinya tak pernah untukku, saya bahkan tak bisa menemukan alasan mengapa saya begitu mencintainya. Hmmm,,,,,kapan saya bisa memindahkan perasaan ini? sehari, sebulan, setahun? Entahlah..... 


Grow a year older...I am just the way I am in my 24th years old. Terkadang saya kekanakkan, kadang menjadi terlalu sensitif untuk hal-hal kecil yang semestinya nda perlu dipikirin, kadang sampai bikin orang sekeliling saya bingung, suka lupa ini-itu kalo lagi panik dan masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan lain yang semestinya dirubah untuk kebaikan diri sendiri. Namun saya selalu ingin bersyukur karena Allah swt mengirimkanku Keluarga dan teman-teman terbaik yang selalu mengkhawatirkanku. Mereka yang menyayangiku apa adanya. Seiring berpindahnya usia, tentu selalu ada doa dan harapan-harapan untuk menjadi lebih baik. Ada beberapa resolusi hidup yang belum tercapai. Saya ingin memilah-milah kembali apa yang perlu dan tak perlu untuk dipikirkan, ingin menempatkan kembali segala sesuatu pada tempat yang semestinya, belajar menjadi lebih dewasa menyikapi apa yang ada, memperbaiki apa yang mesti diperbaiki; melanjutkan kembali ikhtiar yang belum usai sambil mengiringinya dengan doa..Semoga Allah swt meridhoi...AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN....
Selengkapnya...

Dear You..............

Kamis, 29 Maret 2012


Dear You....
 
Pagi ini aku melihatmu tanpa pernah ingin berhenti tersenyum, sama seperti pagi kemarin dan pagi sebelumnnya.....
Entah dari mana dan bagaimana semua ini bermula, yang aku tahu perasaan ini nyata bukan sekedar mengada-ngada. Sama nyatanya ketika aku dapat merasakan udara tanpa perlu melihat wujudnya. Rasanya sulit menemukan kata-kata yang tepat, tak semudah aku menjawab pertanyaan logis  1 + 1 = 2....
Jika dirimu bertanya Mengapa aku selalu tersenyum dan tertawa?? Jawaban yang kutau hanya satu, Itu karena dirimu, Kamu....
Mungkin kamu tak bisa menerima jawabanku dengan segala rumusan logis yang kamu pakai dalam menganalisis sebab-akibat, tapi sungguh aku sedang tak mengada-ada. Aku bukan sekedar menjawab asal-asalan saja.....
Seperti Matahari, sinarmu begitu hangat, yang selalu menjadi energiku menjalani hari-hariku disini.tiba-tiba saja aku benci hari libur dan mulai merindukan hari senin hanya karena ingin melihat Teduhnya matamu ketika Tersenyum...
Apakah ini CINTA?? Ya..aku tahu ini CINTA karena rasanya aku lebih bahagia ketika memberi tanpa harus menerima. Ada bagian dari hatiku yang bahagia ketika tau kamu bahagia. Ada bagian dari hatiku yang berduka jika tahu dirimu sedang tak baik-baik saja....
Berada didekatmu membuatku menjadi diri sendiri tanpa harus kubuat-buat. Kehadiranmu seperti Oase. Mendengarkan nasehat-nasehat darimu mampu meredakan segala rasa benciku pada orang-orang yang pernah menyakitiku. Darimu kau belajar memaafkan hal-hal yang tadinya sulit kumaafkan.
Sekali lagi aku tahu ini Cinta. Cinta itu kamu. Kamu dengan segala ketidaksempurnaanmu. Cinta itu ada disini, Untukmu, Selalu......
Selengkapnya...

Yang Terdalam

Jumat, 23 Desember 2011

Bahasa yang kutahu tinggalah rasa.
Rasanya dukaku kian mereda,
rasanya aku telah mulai lupa bagaimana lukaku yang pernah menganga cukup lama,
dan semua telah kembali pada suatu hari yang biasa.

Tak ada yang mesti kupuja ketika terjaga
Tak ada wajah yang muncul ketika aku menutup mata
Tak ada lagi yang meraja didalam jiwa
Tak ada lagi catatan-catatan hati tentang sebuah nama
Tak ada lagi cinta diam-diam yang kupelihara
Tak ingin lagi menyimpan cemburu dan rindu yang menyesakkan dada
Tak perlu juga menyimpan duka dengan air mata hanya karena harapan jauh dari nyata
Bukan karena aku telah mati rasa, tapi karena aku benar-benar sudah paham bagaimana menerima yang ada, menerima apa yang menjadi Kehendak-NYA dan menikmatinya.
Allah pasti mendengar segala doa yang kupinta,
Jika DIA menunda, berarti perlu bersabar untuk menunggu sampai waktunya tiba.
Sungguh aku percaya bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk Hamba-NYA.


Senyumku masih dapat melengkung sempurna,
Semua lagu masih selalu merdu ditelinga,
aku sedang menikmati apa yang kupunya;
Sahabat dan teman-teman baik dengan segala warna yang mereka bawa dalam hidupku yang sederhana.
Keluarga tercinta, tempatku selalu ingin pulang untuk berbagi bahagia, juga ketika aku lelah menghadapi dunia.
Mereka membuatku merasa ada, mereka orang-orang luar biasa yang menerimaku apa adanya.
Mereka seperti bintang-bintang di angkasa yang cahayanya kupinjam sebagai lentera ketika berjalan sendiri diruang hampa
Setiap hari rasanya selalu ingin bersyukur pada-NYA karena aku punya mereka.
Terima kasih telah mau menjadi bagian dalam hidupku yang biasa-biasa saja.
Semoga Allah swt selalu melimpahkan Rahmat-NYA untuk Keluargaku, Sahabatku, juga teman-temanku yang istimewa (worship)

NB: Lewat tulisan ini, saya ingin menyampaikan rasaku untuk; Bapak, Mama’, Kakak dan Adek. Juga untuk; Soulmateku/Sahabatku (Eris, Mitha, Nhawar), Teman ceritaku (wie cipit), Kembarku (AlF), si ondeng (Oche’) dan Saudari2 seperjuanganku (G-13 Ummul Mukminin) ^_^
Selengkapnya...

Lullaby

Selasa, 06 Desember 2011


Aku tak membenci Keramaian, tapi juga tak selalu kusukai
Dan ketika dunia menjadi terlalu bising,
Aku hanya perlu Tidur untuk meredam semua suara dan rasa.

Selengkapnya...

Mimpi Cuma Mimpi

Jumat, 11 November 2011



Mimpi??
Aku belum ingin kembali bermimpi,aku masih tak bernyali...
mungkin karena mimpi-mimpi sederhanaku,yang senantiasa kupatrikan dulu tak juga terpenuhi, meski sekali....

Perjalanan ini masih panjang tapi tak juga pasti,
namun terlalu bodoh bagi diriku untuk memenuhinya dengan ratapan-ratapan tak berarti....

Kini....
Aku hanya ingin menjalani apa yang diberi,
mencoba menerima dan mengerti apa yang terjadi,
mencoba memaknai setiap senti hidup ini,
dan berhenti mengiba-iba lagi

Semoga Allah swt Merahmati...
Selengkapnya...

The Not-Knowing piece

Senin, 11 Juli 2011

She is drowning in the deep of terrible hope
May no one hear
May no one see
Or pretending to be blind and deaf......

It seems like staring out the window,
when heavy rain
Everything is being fuzzy in the corner of her eyes...

In smile, the rainbow cures her wound,
while the drizzle brings her, the grief...

Moon merely mock and laugh her all the nights,
And tears....
Confess her weakness for a while...

Let her wait...
The eyes without lie, who won't let she sheds tears for more....
Then wipe out all the pain she has…
Bottom of Form

Selengkapnya...

Pekerjaan Hati ......Pekerjaan Manusia....




Selengkapnya...