Tampilkan postingan dengan label On The Life line with Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label On The Life line with Love. Tampilkan semua postingan

(Berdamai dengan Hati) Hey!!! Wake Up!!

Minggu, 23 November 2014


Sebelumnya, saya pikir CINTA pun sudah cukup untuk segera menyatukan tujuan, menjadi nafas untuk tetap berjalan bersama dalam satu titian. Tapi nyatanya ada faktor lain yang mempengaruhinya apalagi jika prioritas sudah berhubungan dengan Orang Tua. Setiap orang memiliki prioritas tersendiri dalam hidupnya dan kita akan menjadi salah jika menghakimi orang lain atas prioritas hidupnya.

Kamu memahamiku lebih baik dari siapapun, menerimaku satu paket dengan Hal Terbaik dan Hal Terburukku, menjagaku dari orang lain bahkan dari dirimu sendiri, memberikan hampir setengah waktu dari hidupmu untuk 'ada' untukku dan tak pernah berhenti sabar menghadapi diriku. Saya rasa Wanita manapun akan menaruh "Harapan" pada lelaki yang bersikap seperti itu. Saya tak terkecuali. Meski kita terpaut dua tahun, kita bukan lagi berada pada masa-masa ABG yang jatuh cinta seperti bercanda dan tak memikirkan masa depan. Kita saling mengenal cukup lama, dimulai dari persahabatan yang tak terencana dan akhirnya saling jatuh cinta. suka dan duka yang banyak kita bagi berdua membuat kita terlalu paham satu sama lain hingga tak perlu berulang-ulang kita memepertanyakan lagi satu sama lain tentang perasaan kita. 'Apakah kamu mencintaiku??' sudah menjadi tidak perlu dipertanyakan. Pernyataan 'aku mencintaimu' sudah tidak perlu ditegaskan. Cukup sekali dan selebihnya bisa dengan jelas terlihat dalam tindakan. Dan sampai hari ini pun, kita tahu 'cinta' itu masih ada dihati kita dan entah sampai kapan. Namun yang paling jelas disadari dan harus dengan besar hati menerima bahwa: Mencintai bukan berarti harus benar-benar bersama saat ini juga, mencintai bukan berarti mengikat melainkan melepaskan, mencintai bukan berarti egois memaksakan kehendak orang lain.

Saya paham, wanita yang paling kamu cintai di dunia ini adalah ibumu dan saya selalu menjadi yang kedua setelahnya. Sungguh, saya adalah orang paling egois dan jahat jika memaksamu memlilih memperioritaskan diriku daripada ibumu. saka tidak akan pernah melakukan itu. Prioritaskanlah kepentingan ibumu. Bahagiakanlah dia. sayapun mencintaimu karena kecintaanmu pada ibumu. Lantas bagaimana dengan diriku? perasaanku? Saya tidak ingin memaksakan kehendakku lagi. Allah yang akan menentukan arahnya kemana. Sungguh, Allah Maha Membolak-balikkan Hati. Yang menjadi Milik kita akan selalu kembali. Jika saat ini tak bisa bersama bukan berarti itu buruk atau disesali. Allah mempertemukan kita dalam persahabatan ini pun merupakan salah satu Hal terbaik yang saya alami.

Selengkapnya...

Doa yang terjawab

Jumat, 21 November 2014


Hari-hari pertama ketika kita sama-sama berikhtiar, Hari-hari sebelum tes CPNS, hari-hari setelahnya dan hari-hari menjelang pengumuman hasil tes CPNS, Tidak ada satu waktupun yang luput kusebut namamu dan namaku dalam setiap doa. Iya, aku benar-benar berharap ini tahun terakhirku Tes CPNS , aku benar-benar berharap kamu pun lulus CPNS agar tahun 2015 menjadi tahun kita. Sudah bertahun-tahun saya mengikuti tes CPNS bahkan dua kali sampai pernah tes di Jakarta. Saya bahkan tidak pernah ingin peduli dengan omongan semua orang bahwa PNS hanya untuk orang-orang yang berduit, yang bisa bayar. Saya orang yang selalu percaya bahwa rejeki itu ditangan Allah swt. Mau sekotor apapun permainan orang, securang apapun orang dalam proses seleksi tapi kalau Allah mengizinkan kita untuk Lulus, rejeki itu akan tetap menjadi milik kita, Tidak akan ada yang tertukar, Tidak Ada yang bisa mengubahnya. Kita hanya perlu berikhtiar dijalan yang semestinya agar apa yang didapatkan juga menjadi berkah dalam hidup kita. Maka sampai detik ini pun saya tetap melakukan apa yang saya percayai. Saya pun tak henti mendoakan dia, seorang teman seperjuangan yang juga merupakan orang yang penting dalam hidup saya. Saya begitu bersungguh-sungguh mendoakannya. Dia orang yang paling sabar, jujur dan tekun yang saya kenal. Namun tidak banyak orang-orang sekitar memandangnya rendah hanya karena melihat apa yang dia kerjakan. Saya orang yang paling sedih jika ada orang yang menyakiti perasaannya dengan memandangnya rendah, saya orang yang paling ingin membelanya ketika ada yang menyudutkannya, sayapun orang yang akan selalu mempercayainya jika tak ada orang yang ingin mempercayainya dan saya orang yang paling yakin kalau suatu saat dia akan menjadi orang yang sukses. Saya pun orang yang paling berbahagia jika tahu dia bahagia. Entah punya feeling dari mana, firasatku mengatakan dia akan menjadi orang sukses. Waktu yang akan membuktikannya.



Hari itu tanda dari segala ihktiarnya. Tanpa perlu diumumkan, tiba-tiba saja kabar mengenai nilai tertinggi tes CAT CPNS yang dia dapatkan sudah menyebar dalam kantorku. Seperti Harum durian yang tercium ke seluruh ruangan bahkan kompleks kantorku. Pagi itu, semua orang tersenyum melihatku, seolah saya yang memperolah nilai itu. Beberapa orang yang tak percaya, menanyakan padaku perihal nilai tertingginya. Beberapa orang seperti barusadar ternyata seseorang yang tampaknya lebih memilih diam adalah orang pintar. Maka jadilah dia trending topic sekompleks. Mendengar hal itu,saya orang yang paling bahagia karena setidaknya orang-orang yang memandangnya rendah tak bisa banyak bicara namun disisi lain tetap berdoa agar tidak jumawa karena masih menunggu pengumuman selanjutnya; apakah lulus jadi CPNS atau tidak. Beberapa hari setelah itu, masih banyak saja orang yang mengecilkan hati. Banya kyang mengatakan bahwa nilai tertinggi pun tidak menjamin kelulusan seseorang karena uang adalah segala-galanya melebihi kecerdasan seseorang. Mendengar hal itu, saya semakin memeperbanyak doa-doa saya. Saya yakin,kekuasaan Allah diatas segalanya yang dibutuhkan adalah MEMPERCAYAINYA.

Malam itu, sebelum jam 8, saya sudah stand by depan radio untuk mendengar pengumuman tes CPNS Pemkot Ternate. Betapa gelisahnya saya menunggu pengumuman itu, mondar-mandir tak sabar mendengar namanya disebut sebagai salah satu CPNS kota Ternate. Malam itu puncak kebahagiaan tiada tara sampai saya bingung berkata-kata. Saya langsung bersujud syukur dan mengucapkan Allahu Akbar. Sungguh Allah Maha Besar dan Maha Berkehendak. ''Kun Fa Yakun"

Keseokan harinya, lagi-lagi dia menjadi trending topic sekompleks kantor. ucapan selamat berdatangan padanya. Hari itu menjadi bukti bagi orang-orang yang mengiucilkannya, bukti bagi orang-orang yang sudah tidak percaya lagi tentang kejujuran mendapatkan kursi CPNS, bukti bahwa Kehendak Allah melebihi segala yang orang anggap tidak mungkin ''FabiAyyi alaaaaaaa irobbikumaaaa tukadziban''
Selengkapnya...

Suatu Ketika.....

Rabu, 12 November 2014



Kebanyakan orang, ketika amat sangat bersedih menjadi tak bisa tidur, sedangkan aku tidak sama sekali. Saya malah suka sekali meredam rasa sedih dengan tidur lebih awal. Bagiku, tidur malah lebih cepat ampuh menghabiskan sedih sedemikian rupa dan ketika kau bangun hanya tinggal sedikit sisa-sisa kesedihanmu yang lebih gampang diatasi tanpa perlu didramatisasi.

Namun sudah dua malam ini, saya tak bisa segera tidur. Malam pertama,penyebabnya adalah karena saya banyak menangis maka jika memaksakan diri tidur, sedihpun hilang tapi sisa-sisanya membekas di dua kelopak mata yang membengkak. Tidak lucu kan jika saya masuk kantor dengan tampang seceria biasanya tapi mata sembab,pemandangan yang sangat kontras. Orang pun bisa menebak dan acting saya rusak.

Hari kedua, saya tak bisa tidur bukan lantaran karena menangis lagi. Tapi suara elekton belakang rumah yang speakernya sampai membuat dinding jendela kamar bergetar hebat. Membuat Mataku sudah terlalu lelah danmengantuk tak bisa juga tidur. Lirik Lagu D’masive ‘’Menanti keajaiban” kedengaran lebih menyengat. Suara vocalis yg sdh sendu samakin terhayati lagi-lagi memancing sisi melankolisku. Liriknya pas, suaranya pas belum lagi bayang-bayang muka sang vocalis mengingatkan saya pada wajah seseorang yg selalu jelas dan lekat meski menutup mata.


Sebenarnya sedihku telah pelan-pelan pergi setelah banyak berdialog dengan diri sendiri tentang apa yang terjadi sambil seharian mengumpulkan kembali kekuatan. Saya berusaha tak berdiam diri sendirian, mengalihkan perhatian pada pekerjaan dan dengan antusias mengajak bicara siapa saja yg saya temui entah itu sekedar basa basi. Pokoknya saya tak mau diam. Diam hanya akan menyeretku menjadi wanita cengeng krn bisa saja saya tiba-tiba diserang oleh ingatan tentang berbagai macam momen-moment bahagia bersamamu yang muncul seperti kaset berisi lagu favorit lawas. Moment indah yg sudah lewat persis seperti itu, bisa diputar berulang-ulang dalam pikiran namun hanya bisa diingat dan dirindukan.

Kutarik napas dalam-dalam sambil melawan apa saja yang bisa menggiringku kembali bersedih. Aku tak ingin bersedih. Tidak ada yang sendiri, tidak ada yang pergi, tidak ada yang meninggalkan dan tidak ada yang ditinggalkan. Semuanya ada disini masih utuh mesdki sudah tak lagi sama.

NB:Malam kedua setelah percakapan bahwa semua kembali seperti hari biasa, seperti semula.
Selengkapnya...

Perjalanan ''Kita''

Selasa, 30 September 2014


Tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya setelah lulus dari jurusan Sastra Inggris Unhas 2009 silam, saya belum pernah lulus seleksi CPNS. Menjadi Abdi Negara merupakan keinginan dan resolusi tetap saya di setiap pergantian tahun yang tidak pernah berubah. Tahun ini, saya masih bersemangat merebut satu kursi sebagai PNS. Tapi kali ini, saya tidak sendiri lagi. Ada teman seperjuanganku yang juga punya keinginan yang sama. Maka jadilah kami satu tim yang solid dalam merealisasikan impian kita. Mulai dari membeli Buku dan CD yang berisi soal-soal prediksi CAT tahun 2014 beserta simulasi CAT. Kami sama-sama memperajarinya secara bergantian,sama-sama latihan untuk menguji sejauh mana kemampuan kita. Kami sama-sama mencari informasi terkini tentang formasi CPNS dan hampir saja putus asa ketika hampir semua instansi yang sudah membuka dan mengumumkan formasi tapi belum ada formasi yang bisa kami daftar sesuai Ijasah pendidikan terakhir. Namun ketika semangat kami mulai surut, jalan muncul didepan mata. Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Propinsi Maluku Utara mengumumkan daftar formasi dan kusri untuk CPNS, formasi kami ada dan sesegera mungkin mengurus pendaftaran. Isu-isu kesulitan dalam mendaftar via internet merupakan masalah lain yang harus kami hadapi. Mengingat jaringan internet disini amat sangat tidak bersahabat. Tapi ALHAMDULILLAH, lagi-lagi Allah swt memudahkan ikhtiar kami, setelah beberapa kali mencoba akhirnya kami bisa terdaftar sebagai peserta seleksi CPNS sebelum batas waktu yang ditentukan. Berhasil mendaftar bukan lantas bisa mengikuti ujian. Kami harus mendaftar ulang ke instansi terkait dengan membawa persyaratan lengkap agar layak mengikuti tes dan memperoleh kartu Tes. Dia mendaftar di Pemerintah kota Ternate, maka yang perlu dia lakukan hanya ke kantor walikota untuk mengurusnya. Sedangkan saya mendaftar di Pemprov Maluku Utara sehingga saya harus menyebrang ke Sofifi yang merupakan Ibu Kota Maluku Utara yang berada diseberang pulau Ternate.




Awalnya saya berpikir naik Speed Boat bolak-balik saja untuk mengurus pendaftaran. Namun karena mengingat biaya speed bolak balik bisa mencapai seratus ribu ditambah ongkos ojek 15ribu rupiah dikali beberapa kali naik ojek begitu menguras dompet. Belum lagi, saya tidak begitu tau tempat pendaftaran yang berada di Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi. Maka akhirnya saya memutuskan pergi dengan menggunakan Kapal Fery bersama teman Seperjuanganku. Dia punya motor yang bisa dipakai untuk menyebrang dan biaya penyebrangan lewat kapal Fery lebih ekonomis. Maka setelah shubuh di hari-hari akhir bulan September, kami sudah berjejer antri di Pelabuhan. Tak disangka-sangka ternyata jumlah penumpang begitu banyak dan sebagian besarnya memiliki tujuan yang sama sepertiku, mendaftar CPNS. Alkhasil sampai diatas kapal Fery, kami tak mendapat tempat duduk tapi tidak mungkin kami harus berdiri selama satu setengah jam sampai ke Sofifi. Kami pun mencari tempat paling nyaman disamping kapal bersama orang-orang yang tidak mendapatkan tempat duduk. Berlasakan Koran, kami menikmati perjalanan. Saling berbagi roti tawar dan teh kotak. Bercerita apa saja agar perjalanan ini lebih indah ketimbang dikeluhkan. Sampai di Sofifi, kami yang sama-sama bingung hanya mengadalkan insting untuk menemukan dimana posisi kantor Gubernur. Setelah muter hampir sejam, akhirnya baru menemukan tempatnya. Kami hanya menertawakan kebodohan kami karena mengandalkan insting yang tidak begitu bagus. Proses pendaftaran cukup memakan waktu seharian. Kami masih sempat harus mencari makan dan kembali ke tempat pendaftaran untuk mendapat giliran. Alhamdulillah, sebelum kapal Fery masuk lagi dipelabuhan jam 4 sore, proses pendaftaran pun selesai dan tinggal menunggu waktu pengambilan kartu Tes. Hari itu, benar-benar hari yang melelahkan tapi sekaligus membahagiakan. Saya tidak merasa berjuang sendirian, ada teman dalam perjalannanku. Dan hari itu menjadi salah satu hari yang tidak terlupakan sepanjang perjalanan hidup saya. Terima kasih untuk segala waktu yang tak pernah bisa kutukar dengan apapun. Saya berharap bisa melewatkan banyak moment-moment berharga dalam hidup saya bersama dia, dia yang selalu ada.
Selengkapnya...

To Miss (Untuk merindukan atau untuk meninggalkan)

Rabu, 20 Agustus 2014


Ini bukan adegan dramatis Rangga dan Cinta, yang saling menyatakan cinta di Bandara. Melepas kepergian Rangga dengan rasa bahagia. Ini hanya sepengalan kisahku sebelum pulang ke Rumah sebenarnya, Makassar.

Tidak banyak kata-kata yang terucap. Setelah Check-in, saya harus terburu-buru menaiki pesawat. Dalam balutan pembungkus warna ungu, saya memberikan Baju Koko yang sengaja saya cari dengan susah payah untuknya. Itu bukan pemberian perpisahan, itu hadiah yang juga merupakan tanda perhatian sekaligus doa agar dia bisa menjadi lebih dekat dengan Allah swt. Mataku berkaca-kaca melihatnya, namun waktuku tak cukup banyak berlama-lama. Segera kunaiki eskalator dan tidak berbalik lagi padanya. Sampai diatas pesawat, mengambil possisi tempat duduk ternyaman. Lalu membuka layar ponsel untuk mengetik apa saja yang tak bias kuucapkan sebelumnya. Namun pesannya lebih dulu masuk. Sederhana saja; Dia memintaku menjaga diri baik-baik. Pertahananku runtuh, bulir-bulir air mataku jatuh. Ah, orang ini akan selalu menjadi penyebabku untuk kembali kesini, Ternate. Kota yang dahulu ingin selalu kutinggalkan, namun kini rasanya berat dan akan menjadi kota yang kurindukan.

Selengkapnya...

Balada Ramadhan

Minggu, 20 Juli 2014



Waktu itu, saya bersemangat sekali ingin pergi taraweh di Masjid Al-Munawwar; Masjid raya yang dikenal sebagai masjid terapung di Kota Ternate karena letaknya diatas laut. Begitu semangat karena setelah hampir 3 tahun berada di Ternate,saya belum pernah sama sekali shalat Taraweh disini. Kali ini, keingianan saya terwujud karena ada dia yang menjadi teman pergi Taraweh bersama disana. Sepanjang jalan, dia bercerita bahwa sendalnya yang paling bagus hilang setelah shalat Taraweh disana, padahal dia sudah mencari tempat penyimpanan paling aman. Pantas saja saya tak pernah melihat lagi sandal favoritnya. Mendengar hal itu saya malah ketawa dan menganggapnya tidak pintar menyimpan sandal seperti saya. Maklumlah, selama saya taraweh, tidak pernah ada rasa khawatir sendalku hilang karena saya tau mengamankannya dari para pencuri sendal Masjid dan memang saya belum pernah sekalipun kehilangan sendal. Sampai disana, saya pun mengambil tempat teraman yg saya yakin tidak akan terjangkau pencuri. Setelah shalat taraweh, dengan senyum-senyum saya bergegas ke tempat penyimpanan sendal,sandal saya tidak ada ditempat. saya mencoba mencari-cari disekitarnya,mungkin jatuh atau tertukar tapi nihil. saya langsung menghubunginya. Dari jauh sambil senyum-senyum, dia memberikan sendal yang dia kenakan untuk kupakai. Tanpa alas kaki dia berjalan ke parkiran untuk mengambil motor. Akhirnya kami memutuskan untuk ke pasar membeli sandal jepit. Sepanjang jalan, dia tertawa sambil mengejekku sampai puas. Ini menjadi satu cerita ramadhan yang tak terlupakan bersamanya. Semoga suatu saat, saya akan menjadi teman melewati ramadahan-ramadhan terindah bersamanya sampai tua.

Selengkapnya...

The Gift

Senin, 16 Juni 2014


Sebuah Bantal, Sebuah Cerita.......
Tahun lalu, wktu awal kenal orang yang ngasih hadiah ini, saya berencana membeli bantal ini tapi saya sudah lupa kenapa akhirnya tak pernah kesampaian membelinya. Tahun ini,akhirnya dapat hadiah ulang tahun darinya. Tetapi untuk mendapat bantal ini tak semudah yang saya bayangkan. Pas mau dibelikan, tidak pas momentnya. Pas momentnya Tidak ada (Habis) Bantalnya. Pas Lewat momentnya dan sudah dilupa, baru muncul lagi Bantalnya...setelah sebulan nunggu, baru stok bantal begini ada lagi.

Selengkapnya...

26

Sabtu, 17 Mei 2014



Ada yang sedikit berbeda dari pergantian umurku tahun ini. Sehari sebelumnya, sengaja kunon-aktifkan notifikasi Ulang Tahun di Facebook. Bukan karena aku tidak suka jika dindingku dibanjiri doa dan ucapan selamat ulang tahun dari Kerabat, Sahabat, Teman bahkan “Teman Maya’’ di Facebook, namun lebih karena saya ingin tau siapa yang benar-benar ‘’Mengingatku’’ secara nyata bukan karena diingatkan oleh media social.
Tidak ada kejutan apapun di hari itu, tapi ucapan dan doa-doa terbaik dari Bapak, Mama, keluarga tercinta, sahabat dan teman-teman yang benar masih mengingatku sudah menjadi hadiah istimewa di umurku yang sudah tidak muda lagi. Dan salah satu yang membuat ulang tahun kali ini berarti karena saya tak merayakannya sendirian. Ada seseorang yang mau meluangkan hampir seharian waktunya untuk memenuhi permintaanku. Mulai dari menikmati laut di pagi hari, berkeliling kota ternate, jalan-jalan sore, makan malam bersama dan membelikanku hadiah. Mungkin bagi orang lain hal seperti ini biasa sja, tapi bagiku ini moment yang berharga. Dulu saya sempat berkhayal, betapa bahagianya jika ada seseorang yang dengan senang hati memberikan waktunya yang berharga hanya untukku, untuk melihat senyum diwajahku. Saya kira tidak akan bertemu orang yang mau melakukan itu untukku, tapi dia membuatnya menjadi nyata.




Saya masih ingat sekali, akhir tahun lalu saya membuat list tentang harapan-harapan di tahun 2014. Salah satunya adalah ingin bertemu jodoh. Saya rasa, saya telah menemukannya. Semoga dia orang yang Allah kirimkan untuk menemaniku menghabisakan sepanjang hidup ini. Namanya pun kusebut dalam salah satu doa saya dihari itu, dan yang akan senantiasa kusebut juga dalam doa disetiap harinya.Semoga ^_^


Selengkapnya...

Perjalananku telah sampai padamu; Rumah Hatiku.

Selasa, 08 April 2014


Setiap orang punya ceritanya masing-masing tentang perjalanan hatinya. Aku salah satunya.
Maaf, jika kamu bukan orang pertama yang merajai hatiku. Sebelum bertemu denganmu, ada beberapa nama yang pernah hadir dalam hari-hariku namun tak ada jejak yang tertinggal dari setiap ceritanya kecuali Lara. Apa yang terjadi dengan cinta pertamamu? Pernahkan kamu rasakan bagaimana mencintai seseorang untuk pertama kalinya dalam hidupmu namun cuma bisa kamu akui dalam catatan harian selama bertahun-tahun padahal setiap saat kamu bisa mengatakannya? Aku pernah. Pernahkah kamu mati-matian mencoba melawan perasaanmu untuk melupakan cinta diam-diammu padahal tak ada sedikitpun jeda dalam pikiranmu yang tidak memikirkannya? Aku Pernah. Pernahkah kamu mencintai orang lain dengan tulus tapi dikhianati dan malah ditinggalkan diam-diam? Pernahkah kamu mencintai orang namun tak terbalas? Aku Pernah. Pernahkah kamu mencintai orang dengan keyakinanmu tapi malah dipermainkan? Aku Pernah. Pernahkah kamu menjadi orang yang sudah tidak percaya bahwa masih ada orang yang benar-benar tulus mencintaimu? Aku Pernah.




Tahukah kamu, rasanya masih seperti mimpi ketika hari ini, ada kamu dalam hari-hariku. Kamu, yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, ternyata mampu menyalakan kembali duniaku yang redup dengan sisa-sisa harapan. Kamu mengembalikan tawaku, sebenar-benarnya. Tak perlu mau kueja dengan lantang bagaimana perasaanku padamu atau mau kupendam dalam diam dan meutupnya rapat-rapat, tetap saja orang-orangpun tau betapa aku benar-benar bahagia bersamamu. Kamu berhasil membuatku percaya lagi tentang Cinta. Betapaku bersyukur bahwa alam semesta merencanakan banyak hal untuk mempertemukanku dengan kamu. Lantas bagaimana denganmu?

Selengkapnya...

Senyum ^_^

Jumat, 21 Maret 2014




Look at her!!Do you see?
Who has painted The smile on her face?
How Happy She is!!

Selengkapnya...

Without Words

Jumat, 14 Februari 2014



Setelah mengantarku pulang, tiba-tiba dia mengeluarkan coklat dan sekuntum mawar ini dari balik jaketnya dan memberikannya padaku.
Tak ada kata-kata yg dia ucapkan, Tak ada tulisan yang dia selipkan.
Tak ada lagu merdu untuk dinyanyikan, tapi senyumnya mengungkapkan segalanya.


"Aku Mencintaimu!"

Selengkapnya...

Akhirnya Datang Juga

Sabtu, 08 Februari 2014



Dia sudah datang. Tepatnya sudah lama datang.
Seorang yang biasa saja,dengan segelas air ditangannya kala kuterbaring sakit.
Seorang yang tanpa kusadari telah diam-diam menyelipkan obat penawar luka.
Seorang yang tak pernah membiarkanku sedih sendirian.
Seorang yang telah mengembalikan senyumanku yang sempat hilang.
Seorang yang begitu mengkhawatirkan kebahagiaanku.

"Maaf, aku yang bodoh ini membutuhkan waktu sedikit lama untuk menyadari adamu"

Untuk menebus keterlambatanku,bagaimana jika kutemani saja hidupmu, setuju?? ^_^

Selengkapnya...

Soundtrack of My December days

Rabu, 18 Desember 2013

TERPUKAU By Astrid

Aku memang belum beruntung
Untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung
Namun tinggi harapanku

Tuk hidup berdua denganmu
Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau

Aku sungguh sangat bermimpi
Untuk mendampingi hatimu
Ku masih terus bermimpi
Sangat besar harapanku
Tuk hidup berdua denganmu

Aku sempurna denganmu
Ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau

Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat

Denganmu aku sempurna
Denganmu ku ingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau


Nb: Lagu ini berulang-ulang kuputar di play list Hape dan laptopku. Seperti sudah menjadi Lagu soundtrack of the day dalam hidupku belakangan ini. Kata-katanya mewakili sisa harapan yang masih ada. Ah, Andai saja..........
Kamu, Bintangku, itu yang terpikir olehku jika mendengar lagu ini.Tapi, saya tidak ingin terlalu jauh lagi bermimpi.
BOLEH BERHARAP TAPI JANGAN BERHARAP-HARAP DAN LETAKKAN HARAPAN TERTINGGIMU HANYA PADA ALLAH SWT, itu yang jadi peganganku.



Selengkapnya...

BINTANG

Minggu, 20 Oktober 2013


Which Star are you come from?? Seperti judul film korea yang sedang tayang siang itu.

Yah, Which star are you come from? Kamu, yang tanpa sepengetahuanmu, pernah menawan hatiku, dulu.Yang selalu kusebut bintangku. Setelah semuanya kuanggap lalu, Kamu tiba-tiba datang menawarkan hatimu untuk menjadi yang kamu mau, aku. Sejenak kamu mebuatku terpaku kemudian merasa haru. Ah, kamu…mengapa baru menyadari keberadaanku yang dulu tak pernah jemu mengingatmu? Mengapa baru sekarang terpikir tentang adanya diriku? Aku meragu, apakah aku telah benar-benar ada dihatimu? Apakah ini semu? Antara senang dan ragu-ragu, kucubit lenganku untuk meyakinkan jika aku tak sedang bermimpi dalam tidurku.
Selengkapnya...

BoLak-BaLiknya HATI

Senin, 16 September 2013



Seorang teman bercerita padaku bahwa ia telah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri selama bertahun-tahun tanpa pernah ingin mengungkapkannya. Kodratnya sebagai perempuan membuatnya merasa bahwa yang ia mampu hanyalah terus berdoa dan berharap pada takdir, berharap bahwa suatu saat sahabatnya akan sadar jika wanita yang selama ini yang dia anggap sahabat, justru pemuja rahasianya. Namun, entah bagaimana ceritanya setelah sekian tahun memupuk dan memelihara perasaan itu, tiba-tiba perasaan itu menguap begitu saja pada sejak ia mengenal sosok lelaki lain yang dikenalnya lewat situs jejaring sosial. Mereka hanya perlu ta’aruf beberapa bulan dan kemudian menikah. Dihari pernikahannya betapa saya bisa merasakan kebahagian yang berlipat ganda terlihat jelas diwajahnya. Tidak ada lagi wajah galau dan sedih yang dulu biasa kulihat ketika ia menceritakan cerita cinta dalam hatinya yang tak tersampaikan.
Temanku yang satu lagi punya cerita lain. Dia berpacaran sudah sekian tahun. Sejak mereka sama-sama masukperguruan tinggi sampai selesai sarjana. Dimana ada dia, disitu pula si soulmatenya berada, tak terpisahkan, sepertinya mereka memang sudah ditakdirkan berjodoh satu sama lain. Namun ditengah perjalanan menuju ke jenjang pernikahan, entah kesalahpahaman apa yang terjadi yang membuat perasaannya justru malah lebih duluan menerima lamaran Seorang sahabatnya persis ketika dia tahu pacarnya juga akan datang melamarnya.
Ada lagi cerita lain menyangkut perasaan. Ini cerita dari salah satu teman dekatku. Sampai hari ini bahkan ia belum bisa menghapus jejak-jejak mantannya sekaligus cinta pertama dari dalam hidupnya. Dia hidup disaat ini tapi sebenarnya terbelenggu dengan masa lalu yang belum bisa di ikhlaskannnya. Hubungannnya telah berakhir, tapi perasaannya tak ingin mengakhirinya. Sungguh, betapa pedih perpisahan yang dilakukan sepihak, sendirian. Sebagai teman, tentu saya sedih melihatnya. Sesekali saya mencoba memberikan pandangan untuk move on dan segera membuka hati untuk cinta yang baru, tapi tak berguna. Ia masih setia dengan perasaannya. Yah, inilah yang dikatakan urusan perasaan.
Saya juga punya salah satu pengalaman unik tentang perasaan. Saya berkenalan dengan seorang cowok di sebuah pameran industry akhir tahun 2012. Pada kesan pertama, saya sudah merasa “IllFell” dibuatnya. Dia terlalu banyak bicara dan terkesan pamer kebolehan serba bisa. Kemudian awal tahun 2013 saya bertemu dengannya di kantor. Rasa ilfeel membuatku selalu menghindari dan menjauhi orang ini meskipun dia selalu menawarkan kebaikan. Berjalannya wktu, entah mengapa tiba-tiba saja rasa ANTIPATI terhadapnya berubah jadi SIMPATI dan akhirnya kami malah berteman baik sampai hari ini.

Diatas adalah bagian dari cerita pengalaman Perasaan. Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, melalui berbagai pengalaman tentang perasaan. Siapapun itu, orang paling jenius sekalipuni pernah melakukan hal paling bodoh secara logika jika ia tengah jatuh cinta. Pernahkah kamu tak bisa tidur karena mengingat seseorang yang begitu dicintai? Pernahkah kamu merindu sampai ingin membuatmu menangis? Pernahkah kamu merasa bisa melawan dunia hanya dengan melihat senyuman orang yang paling kamu cintai? Pernahkah kamu merasa begitu membenci dengan seseorang tapi disaat yang bersamaan justru kamu tak biss berhenti mencintainya? Atau bisakah kamu menjelaskan bagaimana kamu benar-benar jatuh cinta pada seseorang? Hmmmh,,,Saya tak cukup punya pengalaman yang banyak tentang perasaan. Namun, Ketika saya ditanya; “Mengapa kamu sangat mencintai seseorang dengan amat sangat?” bagiku ini akan sama jawabannnya dengan pertanyaan: “Kenapa kamu suka sekali minum teh dari pada minum susu?” “Kenapa kamu suka warna biru bukan merah jambu?” Jawabanku: “Aku tak tahu, aku tak punya alasan apapun. Begitulah cara bekerja “Perasaan” sesuatu yang dialami tapi tak bisa dijabarkan secara logis jawaban dan penjelasannnya karena ini bukan masalah ilmu pasti 1 + 1 = 2.
Ya..Hari ini bisa saja kamu mencintai orang sedemikian rupa namun di kemudian hari kamu bisa jadi membencinya tak terhingga, begitu pula sebaliknya. Begitulah perasaan, terbolak-balik. Pernahkah kita berfikir siapa yang punya kuasa untuk membolak-balikkan hati seseorang? Allah SWT adalah yang Maha Membolak-balikkan hati kita. DIA yang senantiasa meneguhkan IMAN dalam hati kita dan bisa dalam sekejab DIA memalingkanmu dari IMANmu. Begitu juga masalah hati. Orang yang jahat sekalipun padamu dapat dibuatNYA menjadi orang yang paling mencintaimu kelak, begitu pula sebaliknya. Maka jangan pernah berhenti meminta padaNYA agar hatimu diteguhkan pada IMAN, diperlihatkan pada yang benar, disetiakan pada yang seharusnya, dibelokkan kembali hatimu jika hatimu terlanjur jatuh hati pada yang tak semestinya mendapatkan cintamu dan dilindungi hatimu dari segala penyakit hati, diingatkan hatimu untuk tetap teguh MengingatNYA sang Pembolak-balik hati ketika kamu sedang senang maupun susah sekalipun."YAAA MUQALLIBAL QULUB...TSABBIT QALBI 'ALA DIINIKA WA 'ALAA TO'ATIKA"

Selengkapnya...

Mereka Bilang "ANEH"

Rabu, 17 Juli 2013

Sebenarnya sudah lama sekali ingin menulis tentang ini, hanya saja multitask yang saya kerjakan beberapa bulan ini membuat saya vakum menulis lagi. Miris juga melihat blogku yang lama tak banyak diisi lagi sepanjang tahun 2013 ini.
Ternyata bagi kebanyakan orang kesendirian adalah sesuatu yang bisa dikategorikan”aneh” bagi sebagian orang. kalimat ini yang bisa saya simpulkan dari berbagai macam momentku yang menyangkut tentang “sendiri”.
Beberapa hari lalu ketika libur,saya memutuskan untuk pergi keMall. Berdiam diri di rumah ketika libur kadang membosankan juga . Disana, tidak sengaja saya bertemu dengan teman kantorku bersama anak dan istrinya yang tengah asyik cuci mata juga. Ketika saya menyapa mereka, dan mereka melihat saya sendiri, temanku langsung bertanya: Kamu ke sini sama siapa? Dengan tersenyum saya menjawab: sendiri. Istrinya lalu nyeletuk: “kenapa sendiri? Kamu kayak anak hilang kalo jalan sendiri Hehehehe” Saya Cuma membalas dengan senyum dan kemudian berbasa-basi bertanya ini-itu tapi dalam hati saya berkata: “emang ada larangan jalan-jalan ke Mall sendiri?” Kejadian ini sudah berulang kali ketika kebetulan saya bertemu dengan teman atau kenalan saya di tempat-tempat umum seperti Mall,bioskop, toko buku dan lainnya. Anehnya ,meskipun bertemu dengan orang yang berbeda-beda tapi isi kepala mereka sepertinya sudah ter-setting pertanyaan; kamu sama siapa? Kenapa sendiri? Dan terkadang ada yang menambahkan lagi komentar seperti: “apa rasanya tidak aneh kah klo jalan sendiri?” Klo saya tidak bisa, harus ada kutemani jadi kalo tidak ada yang bisa menemani saya tidak bisa pergi karena rasanya aneh kalo jalan sendiri nanti dikira lagi Galau.”
Saya pernah juga mendapat tatapan heran dari Mba’ atau Mas2 yang menjaga loket nonton bioskop atau disebuah tempat makan ketika mereka bertanya: “untuk berapa orang?” saya dengan tersenyum menjawab “satu” seakan tidak meyakinkan jawabanku,mereka pasti akan bertanya lagi; “untuk satu orang? (Ow…ow…ow..betapa aneh kah berjalan sendiri?”)




Saya biasanya bepergian kesana-kemari sendiri. Jika saya ingin membeli buku atau keperluan saya, saya memang lebih nyaman untuk pergi mencarinya sendiri. Jika saya lagi bosan dan ingin mencuci mata kemana saja, saya akan melakukannya sendiri. Ini bukan berarti saya suka menyendiri,bukan berarti tidak suka bergaul. Saya orang yang paling suka bergaul, saya punya banyak teman dan sahabat. Saya juga sering menghabiskan waktu bersama mereka. Entah itu ngumpul bareng dirumah teman saya, atau janjian nonton, karaokean atau janjian di tempat makan. Saya juga punya seorang adik perempuan dan mama yang paling gaul sedunia, yang bisa selalu diajak jalan bareng. Jadi jelas sekali bahwa alasan saya sering jalan-jalan sendiri bukan karena saya tidak punya teman, galau dan tidak tau bersosialisasi. Saya punya alasan tersendiri untuk menjawab mengapa kamu suka pergi jalan-jalan sendiri?

Alasan pertama: Ketika saya ingin mencari sesuatu yang saya inginkan, saya lebih suka mencarinya sendiri tanpa ditemani karena saya tidak ingin membebani siapapun ‘’kecuali adik saya’’ untuk membuang waktu menemani saya yang bisa berjam-jam atau setengah hari berpindah pada satu tempat ke tempat lain untuk mencari apa yang saya inginkan. Jadi lebih baik sendiri, bisa bebas berjalan kemana saja sesuka hati.

Alasan kedua:
Karena sudah terbiasa, jadi saya tidak terlalu pusing dengan hal itu dan memang saya sudah membiasakan diri untuk bisa jalan kemana-mana agar ketika saya dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan saya untuk berjalan sendiri , saya bisa melakukannya tanpa harus ditemani. Saya paham bahwa manusia itu mahluk social dan selalu membutuhkan orang lain tapi kita sebaiknya melatih diri untuk tidak bergantung pada kehadiran orang lain.
Suatu kali saya pernah dengar seorang teman berkata: “Saya tidak makan siang tadi di kantin karena nda ada yang temani makan, saya tidak bisa makan sendiri”, ada juga yang seperti ini: “Saya belum pernah ketemu dosenku untuk konsultasi skripsiku karena saya tidak tau rumahnya dan tidak ada yang temani saya untuk cari tau rumahnya” ada juga yang seperti ini: “Sebenarnya saya mau sekali nonton film itu, film yang kutunggu-tungu tapi karena tidak ada temanku nonton jadi saya pun tak bisa nonton”. Yang lainnya seperti ini: “Saya mau cari buku tapi tidak ada yang temani “. Ada juga temanku yang bercerita bahwa betapa susahnya dia pergi sendiri meskipun itu urusan sepele hanya karena selama ini dia terbiasa selalu ditemani pacarnya, maka setelah putus dia seperti orang lumpuh yang tak tau arah dan tak tau ngapa-ngapain sendiri. Nah loh…jangan sampai semua jalannya hidup kita digantungkan dengan kehadiran orang lain. Yah mengapa tak dibuat simple seperti ini; kalo lapar ya makan, haus ya minum, ngantuk ya tidur..
Hmmh…ada juga hal yang membuat saya agak risih bagi sebagian orang yang mengartikan bahwa orang yang suka sendiri itu sedang galau jadi ketika mereka melihat ada orang sedang duduk sendiri, makan sendiri, jalan sendiri,atau nonton sendiri. Padahal tidak selamanya seperti itu. Saya yakin mereka yang juga sering “sendiri” punya alasan masing-masing. Untuk menutup tulisan saya ini, saya ingin mengutip kata-kata dari Indra Herlambang dalambukunya “Kicau-Kacau”

“Saya cinta Keluarga saya, saya cinta sahabat dan teman-teman saya.Tapi saya juga cinta diri saya.karenanya menikmati waktu dengan diri sendiri. Buat saya bukan merupakan pilihan, tapi keharusan. Apalagi sebenarnya diujung hidup ini ada kematian. Sesuatu yang harus benar-benar dijalani sendirian,tanpa teman”(Indra Herlambang)

Selengkapnya...

Sampai pada titik "Seperempat Abad"

Jumat, 07 Juni 2013


“Fabiayyialaairobbikumaa tukadibaan; nikmat tuhanmu yang mana yang ingin kau dustakan”

Dulu ketika saya masih berumur belasan tahun, terkadang saya berandai-andai dengan berbagai macam pertanyaan: “Bagaimana gayaku nanti ketika berumur 25 tahun?”saya sudah menjadi apa ketika itu? Apa saya telah menikah pada saat itu dan punya anak-anak yang lucu? Atau melanjutkan pendidikan S2? Atau sudah menjadi pegawai? Atau sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya? Apa saya juga akan mengenakan sandal atau sepatu high heels? Akan selalu memakai riasan wajah ketika bepergian? Akan memakai banyak aksesoris untuk melengkapi penampilan saya? Akan mengenakan tas “ibu-ibu”? apa saya akan menjadi orang yang lebih serius berbicara dari pada bercanda? Pertanyaan andai-andai itu membuatku terkadang berpikir; Seperti apa Orang bisa dikatakan dewasa itu mengapa nampaknya menjadi dewasa itu menakutkan dan serius.

Waktu itu dalam benak saya dan pemikiran saya, gambaran wanita ketika berumur 25 tahun adalah: Dewasa secara penampilan fisik, berpakaian, bertutur kata, pemikiran yang matang dan dapat mengatur emosi dengan lebih baik sehingga semua itu menjadi patokan bahwa wanita ketika berumur 25 tahun sudah “semestinya” Menikah.

Ketika tamat SMA dan memasuki dunia kuliah, saya melihat teman-teman saya mulai mengubah penampilan mereka menjadi dewasa. Dari yang tidak tau berpakaian menjadi paling modis, dari yang tidak tau make-up menjadi paling ahli, dari yang tomboy berubah jadi anggun. Tas ransel diganti dengan tas “ibu-ibu”, sepatu sneakers diganti dengan flat shoes atau high heels yang cantik. Sedangkan saya masih begitu-begitu saja, biasa saja tampil polos apadanya. Saya Cuma focus pada kuliah dan tidak begitu mementingkan apa yang kukenakan,yang penting menutup aurat secara baikdanbenaritu sudah cukup. Waktu kuliah saya jarang ikut jalan-jalan ke Mall atau ngumpul bareng sama teman-teman sekampusku. Saya ke kampus tepat pada waktunya, pulang tepat pada waktunya dan lebih banyak berkumpul sama 3 sahabat kampusku yang memang tidak terlalu sering jalanke Mall. Alhasil setelah selesai kuliah, secara penampilan saya masih begitu-begitu saja, tidak tau bergaya.


Dunia setelah kuliah adalah dunia yang sebenarnya. Ketika saya menjadi Job seeker (Pencari kerja), baru terasa dan saya kemudian paham bahwa memperhatikan penampilan dan make up bagi wanita memang perlu dalam dunia pekerjaan meski tidak semua pekerjaan memberikan persyaratan harus tampil menarik atau memang tidak ditulis dalam persyaratan pekerjaan “Harus bisa make up” tapi setidaknya itu menjadi poin; bahwa kita sebagai pelamar kerja tau menempatkan diri/tau membedakan pakaian/sepatu apa yang pantas dipakai di kantor. Situasi lainnya yang membuat saya belajar bergaya dan make up adalah ketika mulai berdatangan undangan nikah dari teman-teman, ketika saya menjadi asisten dosen, ketika saya kerja dan yang terkhir ketika saya jatuh cinta pada seseorang. Semua hal ini akhirnya membuat saya setidaknya bisa ber makeup. Namun dalam hal penampilan, saya lebih suka yang simple saja. Saya hanya menyesuaikan situasi kapan harus berpakaian formal dan tidak formal. Menjadi apa adanya diriku itu lebih nyaman.

Seiring berjalannya waktu dan begitu banyak proses hidup yang kujalani, beberapa pertanyaan andai-andaiku dulu terjawab pelan-pelan oleh pengalaman hidup yang menempaku sampai pada umur 25 tahun ini. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak kudapat jawabannya dari orang-orang dewasa yang pernah kutanya,namun akhirnya kudapatkan sendiri diumurku yang sudah seperempat abad ini ini. selain belajar dari pengalaman sendiri, Secara langsung atau tidak, saya sering mengamati orang disekitar saya, mempelajari hal-hal kecil disekitar saya, melihat berbagai macam karakter orang, mendengar pengalaman hidup orang lain. Dan ternyata; umur tidak bisa jadi di tolak ukur kedewasaan seseorang; penampilan pun tidak; orang yang dewasa itu juga bukan berarti selalu serius menyikapi semua hal,orang dewasa itu juga bukan mereka yang tau menasehati orang lain.orang dewasa juga bukan mereka yang banyak pengalaman. Bagiku, dewasa itu dilihat dari bagaimana kita menyikapi apa saja yang terjadi dalam hidup kita, terencana atau yang tak pernah terencana sekalipun.

Alhamdulilah, kini diusiaku yang sudah seperempat abad, saya sudah bisa membiayai hidupku sendiri dengan hasil keringatku. Penghasilan yang kudapat bisa kutabung, bisa kuberikan pada orang tua dan adekku dan bahkan bisa kugunakan untuk membantu orang lain yang memang sedang susah. Saya memang belum punya pekerjaan tetap yang bisa saya andalkan sampai nanti karena saya masih pegawai kontrak, tapi saya benar-benar bersukur karena apa yang ada sekarang telah mewujudkan sebagian keinginanku yang dulu tidak bisa kulakukan dan disamping itu dengan apa yang saya kerjakan, sebagai pengajar, sekarang saya senang bisa menjadi manfaat buat orang lain. Namun saya merasa masih perlu belajar lebih banyak lagi, saya masih punya harapan-harapn yang belum terpenuhi. Salah satunya, saya ingin menyempurnakan agama saya dengan Menikah,menjadi seorang istri dan Ibu. Allah SWT Maha Tahu yang Baik untuk saya, Maha mendengar Doa-doa dan Maha Mengetahui waktu yang paling tepat untuk mendapatkan yang terbaik. Jika mungkin bukan tahun ini saya di pertemukan denagn “Teman hidup” saya yang telah ditakdirkan menjadi IMAMku, Berati DIA mempunyai Kejutan untukku suatu hari nanti. Mungkin saya harus mempersiapkan diri menjadi Makmum yang baik agar kelak ketika bertemu saya sudah siap mendampingi Imamku. Aku percaya; "Inamaa Amruhuu,idzaa araadha syai'an Ayyaquulalahuuu Kun!! Fa Yakun" ^_^

Selengkapnya...

I am in 24th

Senin, 21 Mei 2012

(Juma’t, 11 Mei 2012) Thanks God That’s Friday! Pas Hari jum’at saya berumur 24 tahun, hari dimana segala amalan-amalan mendapat pahala yang berlimpah dihari itu. Mulai pukul 00:00, hapeku bunyi bertubi-tubi. Bukan bunyi nada alarm yang kadang saya setting untuk membangunkanku shalat isya jika saya amat sangat mengantuk dan khawatir tertidur pulas setelah Maghrib, melainkan itu nada bunyi sms dari Keluarga, sahabat, teman dan murid-muridku yang berisi ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa terbaik di umurku yang ke 24 ini. Alhamdulillah, senang rasanya ketika orang-orang terdekatku selalu mengingatku meskipun kini saya berada di tempat yang jauh dari mereka. Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmatnya untuk mereka ^_^

Episode ulang tahun yang ke 24 ini sedkit berbeda dengan ulang tahun sebelumnya. Bagiku ini salah satu dari 3 hari ultahku yang bisa di bilang “Unforgetable”. Hhhmmm,,,,kayaknya kurang lengkap deh kalau saya tak menceritakan 3 kategori ulang tahunku yang tak terlupakan itu. Yang pertama tuh pas ultahku yang ke-17 tahun. Waktu itu saya masih tinggal dipesantren dan baru selesai UAN. Lagi enak-enaknya tidur siang, nda nyangka kalo mamaku datang membesuk sambil bawain kue ulang tahun dan sepatu cantik yang memang saya idam-idamkan. Yang bikin mengharukan bukan karena kue ulang tahun atau kadonya, tapi usahanya mamaku yang bela-belain datang jauh-jauh dan sudah susah-susah kesana kemari demi membeli kue dan sepatu itu. Mengingat jarak antara pesantrenku dan kota, jauh. Terharu, saya benar-benar terharu sampai nda bisa bilang apa-apa kecuali terwakilkan oleh senyum sumrigah dengan mata yang berkaca-kaca melihat mamaku. Trus, moment kedua yang tak terlupakan tuh waktu ulang tahunku yang ke 23. Yup, tepatnya tahun kemaren. Betapa tidak? Tanpa saya rencanakan sedikitpun, tenyata hari itu saya merayakan ultahku dengan makan coto “berdua” saja dengan seorang teman yang “pernah” saya cintai secara diam-diam selama tiga tahun. Dia orang pertama yang mengenalkankanku rasa cemburu, Dia Cinta pertamaku, cinta dalam hati yang tak pernah tersampaikan. Dia memang teman baikku, tapi tak pernah sekalipun saya membayangkan bakalan bisa makan berdua sama orang ini. Hari itu serasa mimpi disiang bolong (Tapi emang beneran siang bolong “dan saya tidak mimpi”) hahaha.... setelah saya selesai ngajar Bahasa Inggris, nda sengaja ketemu dia di koridor jurusan, spontan saya mengajaknya makan sebagai traktiran hari ultahku. Nah, ulang tahunku yang ke-24 ini saya pikir akan biasa-biasa saja karena ulang tahunku kali ini jauh dari orang tua dan teman-teman terbaikku, namun ternyata yang terjadi diluar dugaanku.
Sekitar jam 4 subuh saya bangun untuk melaksanakan shalat tahajjud dan kemudian menunggu adzan shalat subuh. Setelah subuh, sayapun sudah sibuk di dapur untuk membuat onde-onde. Yah, beberapa hari sebelumnya saya memang hanya berencana membuat kue onde-onde untuk dibawa ke kantor dan memberikannya pada murid-muridku juga pada tetangga kelasku di kejuruan Komputer. Intinya sederhana saja, saya ingin berbagi kebahagiaanku disini dengan orang-orang disekelilingku. Sampai di kantor, setelah olah raga bersama, saya memberikan semangkok besar onde-onde buatanku sendiri untuk muridku. Rasanya senang sekali, nda cukup lima menit onde-ondenya habis dan masih ada yang belum kedapatan. Siangnya, ketika selesai istirahat, murid-muridku memanggilku untuk masuk ke kelas. Rasa kaget dan haru bercampur aduk, mereka bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil membawa kue ulang tahun untukku. Tak sadar saya menitikkan air mata karena terharu, sebelum meniup lilin, mereka dengan antusias memintaku mengucapkan segala harapan-harapanku dan berjamaa’h mengAMINkannya. Potongan Kue ulang tahun pertamaku, kuberikan untuk “DIA”, manusia yang tak sempurna dengan kekurangan yang selalu bisa kumaafkan dan keistimewaan yang tak bisa kuabaikan, Dia tak pernah tau itu. Ah, tak mengapa, dapat memberikan potongan kue ulang tahunku saja sudah cukup bagiku. Saya juga mendapatkan hadiah istimewa dari murid-muridku, sebuah Boneka Beruang Besar Berwarna Biru yang bisa kupeluk setiap hari ketika tidur. Ini pertama kalinya saya punya boneka sebesar itu. Malam harinya, saya juga mendapatkan kejutan kecil di kelas Bahasa Inggris khusus untuk para instruktur. Malam itu peserta kursus memang tidak banyak lagi yang datang, Dia juga tak datang malam itu. Guru Bahasa Inggris yang mengajarku membuat perayaan kecil untukku. Ketika saya masuk ruangan, guruku langsung menyalamiku dan mendoakanku, diruangan itu guruku sudah menyediakan makanan kecil dan minuman untuk dinikmati bersama-sama teman lain. Beberapa teman yang ada, menyalamiku dan mengucapkan selamat padaku. Hari itu semuanya begitu bermakna buatku. Alhamdulillah, “Nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu Dustakan?” ^_^
Selengkapnya...

Dear You..............

Kamis, 29 Maret 2012


Dear You....
 
Pagi ini aku melihatmu tanpa pernah ingin berhenti tersenyum, sama seperti pagi kemarin dan pagi sebelumnnya.....
Entah dari mana dan bagaimana semua ini bermula, yang aku tahu perasaan ini nyata bukan sekedar mengada-ngada. Sama nyatanya ketika aku dapat merasakan udara tanpa perlu melihat wujudnya. Rasanya sulit menemukan kata-kata yang tepat, tak semudah aku menjawab pertanyaan logis  1 + 1 = 2....
Jika dirimu bertanya Mengapa aku selalu tersenyum dan tertawa?? Jawaban yang kutau hanya satu, Itu karena dirimu, Kamu....
Mungkin kamu tak bisa menerima jawabanku dengan segala rumusan logis yang kamu pakai dalam menganalisis sebab-akibat, tapi sungguh aku sedang tak mengada-ada. Aku bukan sekedar menjawab asal-asalan saja.....
Seperti Matahari, sinarmu begitu hangat, yang selalu menjadi energiku menjalani hari-hariku disini.tiba-tiba saja aku benci hari libur dan mulai merindukan hari senin hanya karena ingin melihat Teduhnya matamu ketika Tersenyum...
Apakah ini CINTA?? Ya..aku tahu ini CINTA karena rasanya aku lebih bahagia ketika memberi tanpa harus menerima. Ada bagian dari hatiku yang bahagia ketika tau kamu bahagia. Ada bagian dari hatiku yang berduka jika tahu dirimu sedang tak baik-baik saja....
Berada didekatmu membuatku menjadi diri sendiri tanpa harus kubuat-buat. Kehadiranmu seperti Oase. Mendengarkan nasehat-nasehat darimu mampu meredakan segala rasa benciku pada orang-orang yang pernah menyakitiku. Darimu kau belajar memaafkan hal-hal yang tadinya sulit kumaafkan.
Sekali lagi aku tahu ini Cinta. Cinta itu kamu. Kamu dengan segala ketidaksempurnaanmu. Cinta itu ada disini, Untukmu, Selalu......
Selengkapnya...

Rasa “Nano-nano” di bulan February

Rabu, 29 Februari 2012


Alhamdulillah....Alhamdulillah....Alhamdulillah.....Segala puji bagi ALLAH SWT yang begitu Maha pengasih dan Maha penyayang...Entah bagaimana caranya saya ingin bersyukur padaNYA. Zat yang tak pernah tidur, tak pernah lupa memberikan kasih sayangNYA pada umatnya dengan cara-cara yang DIA kehendaki, cara-cara yang mungkin awalnya tak bisa dipahami, diterima dengan sepenuh hati karena belum dimengerti namun pada akhirnya semuanya itu benar-benar penuh arti. 

Hari pertama di bulan Februari adalah Hari pertamaku bekerja, “Benar-benar Kerja”. Rasa senang yang bercampur haru tak bisa dielakkan begitu saja. Apalagi ketika menerima SMS dari mama berisi: “Selamat memasuki dunia kerja baru, semoga sukses nak” rasanya ingin menitikkan air mata. Pagi itu dimulai dengan apel pagi dan perkenalan dengan pegawai-pegawai yang lain. Ketika memasuki ruangan kerjaku dan duduk dimeja kerjaku “Begini ya rasanya punya meja kerja sendiri” saya membatin sambil senyum-senyum sendiri. Ya,, selama setahun saya akan duduk bekerja dibelakang meja ini. Setiap hari rasanya bersemangat sekali untuk bekerja. Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan yang benar-benar saya inginkan dan mendapatkan upah yang lebih dari cukup untuk bisa kusisihkan buat orang tuaku dan untuk diriku. Disini saya akan bekerja sebagai staff penyelenggara pelatihan dan sekaligus mendapatkan tugas sebagai salah satu tenaga pengajar bahasa inggris. Pekerjaan ini mungkin tidak mudah, apalagi dengan pengalamanku yang belum bisa kubanggakan, tapi insyaALLAH saya bisa melakukannya. Harus Bisa!!!.....

Syndrome Newbie..itulah penyakit pertama yang kualami ketika memasuki hari-hari baru di kantor. Awalnya saya sama sekali tak peduli apakah ada yang ingin bertemanku atau tidak, yang saya lakukan hanya pergi dan pulang kantor tepat waktu, mengerjakan pekerjaanku dan sesekali bertegur sapa “seperlunya” dengan semua orang yang ada di kantor. Namun lama-kelamaan saya baru merasa terasing dengan yang lain ketika saya mulai ikut serta dalam les bahasa inggris yang diadakan di kantor empat kali seminggu. Yah,,,,saya tak punya teman bicara ketika semuanya sedang asyik berkumpul. Huff...rasanya kayak orang paling bego’ sendiri. Namun saya tak pernah menyangka sekalipun bahwa dari sinilah semuanya berawal. Setiap hari rasanya seperti kejutan. Saya pun bingung harus bagaimana menguraikan setiap detail potongan-potongan cerita yang selalu membuatku ingin tersenyum setiap hari, hanya bisa merasakannya saja dan senantiasa ingin berucap “Alhamdulillah” Senyumku benar-benar telah melengkung sempurna....
Selengkapnya...