“Fabiayyialaairobbikumaa tukadibaan; nikmat tuhanmu yang mana yang ingin kau dustakan”
Dulu ketika saya masih berumur belasan tahun, terkadang saya berandai-andai dengan berbagai macam pertanyaan: “Bagaimana gayaku nanti ketika berumur 25 tahun?”saya sudah menjadi apa ketika itu? Apa saya telah menikah pada saat itu dan punya anak-anak yang lucu? Atau melanjutkan pendidikan S2? Atau sudah menjadi pegawai? Atau sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya? Apa saya juga akan mengenakan sandal atau sepatu high heels? Akan selalu memakai riasan wajah ketika bepergian? Akan memakai banyak aksesoris untuk melengkapi penampilan saya? Akan mengenakan tas “ibu-ibu”? apa saya akan menjadi orang yang lebih serius berbicara dari pada bercanda? Pertanyaan andai-andai itu membuatku terkadang berpikir; Seperti apa Orang bisa dikatakan dewasa itu mengapa nampaknya menjadi dewasa itu menakutkan dan serius.
Waktu itu dalam benak saya dan pemikiran saya, gambaran wanita ketika berumur 25 tahun adalah: Dewasa secara penampilan fisik, berpakaian, bertutur kata, pemikiran yang matang dan dapat mengatur emosi dengan lebih baik sehingga semua itu menjadi patokan bahwa wanita ketika berumur 25 tahun sudah “semestinya” Menikah.
Ketika tamat SMA dan memasuki dunia kuliah, saya melihat teman-teman saya mulai mengubah penampilan mereka menjadi dewasa. Dari yang tidak tau berpakaian menjadi paling modis, dari yang tidak tau make-up menjadi paling ahli, dari yang tomboy berubah jadi anggun. Tas ransel diganti dengan tas “ibu-ibu”, sepatu sneakers diganti dengan flat shoes atau high heels yang cantik. Sedangkan saya masih begitu-begitu saja, biasa saja tampil polos apadanya. Saya Cuma focus pada kuliah dan tidak begitu mementingkan apa yang kukenakan,yang penting menutup aurat secara baikdanbenaritu sudah cukup. Waktu kuliah saya jarang ikut jalan-jalan ke Mall atau ngumpul bareng sama teman-teman sekampusku. Saya ke kampus tepat pada waktunya, pulang tepat pada waktunya dan lebih banyak berkumpul sama 3 sahabat kampusku yang memang tidak terlalu sering jalanke Mall. Alhasil setelah selesai kuliah, secara penampilan saya masih begitu-begitu saja, tidak tau bergaya.
Dunia setelah kuliah adalah dunia yang sebenarnya. Ketika saya menjadi Job seeker (Pencari kerja), baru terasa dan saya kemudian paham bahwa memperhatikan penampilan dan make up bagi wanita memang perlu dalam dunia pekerjaan meski tidak semua pekerjaan memberikan persyaratan harus tampil menarik atau memang tidak ditulis dalam persyaratan pekerjaan “Harus bisa make up” tapi setidaknya itu menjadi poin; bahwa kita sebagai pelamar kerja tau menempatkan diri/tau membedakan pakaian/sepatu apa yang pantas dipakai di kantor. Situasi lainnya yang membuat saya belajar bergaya dan make up adalah ketika mulai berdatangan undangan nikah dari teman-teman, ketika saya menjadi asisten dosen, ketika saya kerja dan yang terkhir ketika saya jatuh cinta pada seseorang. Semua hal ini akhirnya membuat saya setidaknya bisa ber makeup. Namun dalam hal penampilan, saya lebih suka yang simple saja. Saya hanya menyesuaikan situasi kapan harus berpakaian formal dan tidak formal. Menjadi apa adanya diriku itu lebih nyaman.
Seiring berjalannya waktu dan begitu banyak proses hidup yang kujalani, beberapa pertanyaan andai-andaiku dulu terjawab pelan-pelan oleh pengalaman hidup yang menempaku sampai pada umur 25 tahun ini. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak kudapat jawabannya dari orang-orang dewasa yang pernah kutanya,namun akhirnya kudapatkan sendiri diumurku yang sudah seperempat abad ini ini. selain belajar dari pengalaman sendiri, Secara langsung atau tidak, saya sering mengamati orang disekitar saya, mempelajari hal-hal kecil disekitar saya, melihat berbagai macam karakter orang, mendengar pengalaman hidup orang lain. Dan ternyata; umur tidak bisa jadi di tolak ukur kedewasaan seseorang; penampilan pun tidak; orang yang dewasa itu juga bukan berarti selalu serius menyikapi semua hal,orang dewasa itu juga bukan mereka yang tau menasehati orang lain.orang dewasa juga bukan mereka yang banyak pengalaman. Bagiku, dewasa itu dilihat dari bagaimana kita menyikapi apa saja yang terjadi dalam hidup kita, terencana atau yang tak pernah terencana sekalipun.
Alhamdulilah, kini diusiaku yang sudah seperempat abad, saya sudah bisa membiayai hidupku sendiri dengan hasil keringatku. Penghasilan yang kudapat bisa kutabung, bisa kuberikan pada orang tua dan adekku dan bahkan bisa kugunakan untuk membantu orang lain yang memang sedang susah. Saya memang belum punya pekerjaan tetap yang bisa saya andalkan sampai nanti karena saya masih pegawai kontrak, tapi saya benar-benar bersukur karena apa yang ada sekarang telah mewujudkan sebagian keinginanku yang dulu tidak bisa kulakukan dan disamping itu dengan apa yang saya kerjakan, sebagai pengajar, sekarang saya senang bisa menjadi manfaat buat orang lain. Namun saya merasa masih perlu belajar lebih banyak lagi, saya masih punya harapan-harapn yang belum terpenuhi. Salah satunya, saya ingin menyempurnakan agama saya dengan Menikah,menjadi seorang istri dan Ibu. Allah SWT Maha Tahu yang Baik untuk saya, Maha mendengar Doa-doa dan Maha Mengetahui waktu yang paling tepat untuk mendapatkan yang terbaik. Jika mungkin bukan tahun ini saya di pertemukan denagn “Teman hidup” saya yang telah ditakdirkan menjadi IMAMku, Berati DIA mempunyai Kejutan untukku suatu hari nanti. Mungkin saya harus mempersiapkan diri menjadi Makmum yang baik agar kelak ketika bertemu saya sudah siap mendampingi Imamku. Aku percaya; "Inamaa Amruhuu,idzaa araadha syai'an Ayyaquulalahuuu Kun!! Fa Yakun" ^_^
Selengkapnya...
Sampai pada titik "Seperempat Abad"
Yang Pertama di Akhir Tahun
Tulisan akhir tahun ini berisi tentang segala pengalaman yang justru menjadi hal pertama dalam hidup saya disepanjang 2012. Sengaja saya tulis diakhir tahun sebagai flash back apa yang telah berlalu di sepanjang tahun ini.
- Pertama kalinya merasakan jadi anak kos-kosan
- Pertama kalinya merasakan Nganggur 2 Bulan di kota baru tanpa Teman dan Hiburan (Radio,TV, Laptop)
- Pertama kalinya jauh dari orang tua
- Pertama kalinya Kerja
- Pertama kalinya Ngajar bahasa inggris paling lama (Sehari 7 Jam dengan jeda istirahat 30 menit) selama 50 hari
- Pertama kali punya ipar
- Pertama kali punya ponakan
- Pertana kali Mengawali puasa Ramadhan jauh dari orang tua
- Pertama kali Rasain yang namanya MUDIK
- Pertama Kali ke Jakarta,cuma 3 hari tapi ngga liat Monas dan Bundaran HI hahahahaha....
Selengkapnya...
Berjuta Warna dalam FaceBook ^^
Dalam tulisan ini saya ingin cuap-cuap sedikit tentang Facebook, salah satu situs jejaring yang sampai sekarang tak pernah berkurang peminatnya meski sudah semakin banyak bermunculan sistus-situs jejaring lain yang lebih fun.Sebelumnya saya Ingin membahas Twitter atau BB yang sekarang memang lebih populer daripada Facebook, tapi mengingat bahwa ngga semua orang punya akun twitter dan apalagi ngga semua orang mampu membuat account BlackBery Messangger karena harus punya smartphone BB. Dan dengan perkiraanku sendiri bahwa 9 dari 10 orang akan menjawab “IYA” jika ditanya: “Kamu punya akun FB?” ketimbang ditanya: “Kamu Punya Pin BB?” hehehehehe...
Oke, Terima kasih Facebook, Sepertinya kehidupan manusia dimuka bumi ini menjadi lebih berwarna dengan kehadiranmu. Ketika sedang duduk menunggu antrian panjang di sebuah Bank, menunggu hujan reda disuatu tempat, terjebak macet panjang dalam angkot/mobil, ketika lama menunggu jemputan, ketika lama menunggu teman atau seseorang saat janjian di tempat ramai, kita bisa menangkap beberapa ekspresi orang yang sedang asyik menatap layar poselnya yang membuka halaman Facebook. Ada yang senyum-senyum sendiri, ada yang tertawa sendiri sampai lupa dunia di sekitarnya, ada yang berkerut keningnya karena heran membaca sebuah status atau ada juga yang tiba-tiba menjadi galau setelah tahu bahwa gebetan barunya ternyata telah bertunangan dengan orang lain..hahahaha
Seingat saya Facebook pertama kali mulai dikenal di indonesia sekitar tahun 2005 (Maaf klo perkiraan saya salah :P). Entah dengan alasan apa facebook itu diciptakan oleh si pembuatnya. Awalnya, ketika saya iseng mencoba membuat account di halaman muka buku ini, yang saya pahami bahwa facebook merupakan sebuah situs jejaring sosial untuk saling mengenal orang lain, memperbanyak kawan dan kemudian bersilaturahmi dengan saling berinteraksi satu sama lain. Yah, sama persis dengan jaman dulu yang kita kenal dengan “Sahabat Pena” yang awalnya tidak saling mengenal tapi justru senantiasa intens memberi kabar satu sama lainmeski tak pernah bertemu dalam wujud secara fisik. But in fact, Facebook does works more than than that.,,Facebook creates many story for Facebookers.
Kalimat “What’s on your mind??” yang tertera dalam space kecil dihalaman facebook untuk menuliskan status, ternyata berbicara banyak. Dulu, saya melihat orang-orang mengisi space tersebut dengan berbagi informasi tentang tempat dan kegiatan apa yang sedang mereka lakukan. Namun lama kelamaan, space itu akhirnya sudah menjadi sebuah papan pengumuman untuk mempublish apa saja; Mulai dari hal remeh temeh, curhat, promosi barang, dakwah, motivasi diri sampai membahas tema berat politik atau agama. See??
Nah, dari situs jejaring facebook in saya menjadi tahu bahwa sebagian dari kita ternyata butuh tempat Katarsis. Pernah dengar tidak dengan kata “KATARSIS?” jika disearch lewat Mbah Google, ditemukan bahwa Katarsis merupakan kelegaan secara emosional ketika kita telah melepaskan segala unek-unek yang ada dalam hati dan pikiran –susah, senang marah atau apapun itu-. Jika biasanya teman, sahabat atau orang terdekat kita menjadi tempat katarsis, sekarang (sadar ataupun tidak) space kecil untuk menuliskan status di facebook bisa menjadi tempat katarsis. Melalui facebook, dalam waktu yang hampir bersamaan kita bisa melihat semua itu.
Disuatu tempat, ada orang yang sedang mengucap sumpah serapah, marah-marah, memaki karena jengkel entah ditujukan pada siapa. Ditempat yang lain, ada orang yang begitu berbunga-bunga hanya karena mendapat senyuman termanis dari sang gebetan, ada pula yang lagi amat sangat galau karena putus cinta tapi tak bisa melupakan, juga ada yang sedang merindukan dan mencintai seseorang tapi tak bisa disampaikan, ada juga yang sedang berucap syukur untuk segala nikmat yang ia rasakan pada hari itu ketika ia dapat menikmati semangkuk bakso dan secangkir teh hangat. Ada juga yang sengaja menulis kata-kata sindiran tak langsung buat orang lain yang memang sengaja dipublish padahal belum tentu orang yang dimaksud “merasa” dan bisa-bisa yang lain yang “keGeEran” setengah mati..hehehe... “Bukankah kebahagiaan akan menjadi berlipat ganda jika dibagi, kesedihan akan berkurang jika dibagi dan apa yang tersembunyi jika dibagi akan melegakan hati dan kemarahan akan reda setelah terpatri” mungkin kalimat itu yang pas menjadi alasan munculnya warna-warni distatus-status Facebooker..
Selengkapnya...
Ketika Ramadhan Pergi...........
“Semoga Ramadhan bukan sekedar dijadikan Euforia semata, semoga segala amal ibadah (wajib maupun sunnah) yang dilakukan selama bulan ramadhan bukan hanya sekedar ikut-ikutan meramaikan suasana”
Ketika bulan ramadhan tiba, saya melihat sebagian besar dari kita amat sangat antusias melakukan segala bentuk amal ibadah namundikemasdalam berbagai bentuk.Mesjid yang tadinya sepi menjadi begitu ramai tumpah ruah, apalagi ketika shalat Tarawih dan shalat shubuh. Orang-orang yang tadinya tidak shalatatau orang-orang yang melaksanakan shalat wajib sesuai kehendak hati saja(Kalo lagi pengen shalat, kaloenggak ya nggakperlu) bisa jadi berubah melaksanakan shalat wajib dibulan ramadhan bahkan menambahnya dengan melaksanakanshalat sunnah tarawih. Orang-orang yang tadinya jarang membaca al-qur’an terlihat berlomba-lomba menghatamkan bacaannya dibulan ramadhan.Adajuga orang yang tetap antusias berpuasa penuh selama bulan ramadhan tapi masih tetapmeninggalkan shalat wajibnya dengan dalih “yang penting saya puasa”.Dimana-mana saya melihat orang bersedekah dan menyantuni anak yatim ketika berbuka puasa maupun sahur. Para Selebriti tanah air yang biasanya berpakaian minim mendadak menutup aurat dengan alasan klise “Menghormati bulan puasa” segala stasiun TV menyajikan sinetron bertema religi.Tablighakbar diadakan di berbagai kota dengan penceramah para Da’i popule. Ada kultum setelah berbuka puasa dan sahur.Hampir setiap hari status-status facebook diisi dengan kata-kata positive tentang kegiatan dan hal-hal baik di bulan Ramadhan daripada status-status galau.Ada juga berisi hadis dan terjemahan al-quran.Sungguh, segala wujud kebaikan dan kasih sayang ada dimana-mana ketika bulan Ramadhan.
Ketika Beduk maghrib tanda berbuka puasa diakhir ramadhan telah berbunyi, Suara takbipun menyusul menggema dimana-mana, bahkan didesa terpencil sekalipun. Tak kalah ramainya juga bunyi nada dering, nada sms dari telepon seluler yang bertubi-tubi masuk berisi berbagai macam rangkaian kata dengan satu kesimpulan: Selamat Idul Fitri,Mohon Maaf Lahit Batin. Di berbagai macam situs jejaring sosial dibanjiri segala status berbeda namun berujung ucapan Selamat Idul Fitri,Mohon Maaf Lahir Batin. Tidak ada lagi berbagai jenis kartu lebaran yang lucu yang dikirim melalui pos seperti ketika waktuku kecil dulu. Mungkin masih ada yang menjual berbagai jenis kartu lebaran itu, tapi peminatnya sekarang bisa dibilang sudah dihitung jari atau bahkan menghilang. Cara itu mungkin sudah dianggap kuno ,lebih tepatnya tidak lagi efektif dan efisien waktu. Memang tak dapat dipungkiri teknologi canggih yang berubah begitu cepat mengikis semua itu.Yah..itulah moment ketika ramadhan beranjak pergi berganti dengan datangnya HariKemenangan. Namun, ketika Ramadhan pergi, apa yang tersisa untuk kita renungi???
Selengkapnya...
MUDIK
Hari yang di nanti-nanti pun tiba. Barang-barangku sudah siap semua. Di Perjalanan menuju Bandara, Hapeku terus bordering karena Telfon dari Bapak. Bapak, adalah orang yang selalu terlalu khawatir padaku dan terkadang memperlakukanku seperti anak kecil, begitulah cara dia menyayangiku. Berkali-kali Bapak menelfonku utnuk memastikan tidak ada yang ketinggalan dan mengingatkanku utnuk membeli cemilan sebelum naik Pesawat. Setelah check in, saya masuk ke ruang tunggu. Sambil menunggu pesawat, saya menyempatkan sms pada teman-temanku juga mengirim sms pamitan dengan seseorang yang saya panggil “Kakak”. Saya lupa, saya belum sempat berpamitan dengannya secara langsung di hari terakhir saya masuk kantor. Akhirnya pesawat yang ditunggu telah tiba. Meskipun berdesak-desakkan, dengan semangat saya mengangkat tas-tasku ke atas pesawat. Segera saya menon-aktifkan handphoneku ketika mendengar bahwa pesawatku akan segera terbang menuju Bandara Hasanuddin. Saya pun mengambil posisi duduk yang enak, sambil melihat ke jendela di sebelah kiriku , saya tersenyum sambil bersorak dalam hati: “Makassar, aku datang!!” Dan entah mengapa hati kecilku yang lain menyahut: Aku akan kembali lagi ke Ternate untuk melihat kembali senyum itu, senyuman seseorang yang telah membuat hatiku merah jambu …
Dua Puluh Empat.....
I am in 24th
(Juma’t, 11 Mei 2012) Thanks God That’s Friday! Pas Hari jum’at saya berumur 24 tahun, hari dimana segala amalan-amalan mendapat pahala yang berlimpah dihari itu. Mulai pukul 00:00, hapeku bunyi bertubi-tubi. Bukan bunyi nada alarm yang kadang saya setting untuk membangunkanku shalat isya jika saya amat sangat mengantuk dan khawatir tertidur pulas setelah Maghrib, melainkan itu nada bunyi sms dari Keluarga, sahabat, teman dan murid-muridku yang berisi ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa terbaik di umurku yang ke 24 ini. Alhamdulillah, senang rasanya ketika orang-orang terdekatku selalu mengingatku meskipun kini saya berada di tempat yang jauh dari mereka. Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmatnya untuk mereka ^_^
Mengenai Saya
Plurk
Label
Chit-Chat
Categories
- AI (15)
- CUAP-CUAP (5)
- Halaman-halaman Penuh Arti (1)
- Intuisi (11)
- Linguistic Frame (3)
- My Corner (23)
- On The Life line with Love (25)
- Perjalanan (17)
Popular Posts
-
Setiap orang punya ceritanya masing-masing tentang perjalanan hatinya. Aku salah satunya. Maaf, jika kamu bukan orang pertama yang merajai...
-
Which Star are you come from?? Seperti judul film korea yang sedang tayang siang itu. Yah, Which star are you come from? Kamu, yang tanpa...
-
Saya sangat menyukai drama korea sejak tahun 2000 ketika pertama kali di tayangkan sebuah film yang berjudul Endless love. Hal yang menarik...
-
Jika ada Doa yang terjawab, maka selalu ada Doa yang tidak terjawab. Inilah bagian doaku yang tak terjawab. Selang sehari pengumuman lulus...
-
Bahasa yang kutahu tinggalah rasa. Rasanya dukaku kian mereda, rasanya aku telah mulai lupa bagaimana lukaku yang pernah menganga cukup la...
-
Waktu itu, saya bersemangat sekali ingin pergi taraweh di Masjid Al-Munawwar; Masjid raya yang dikenal sebagai masjid terapung di Kota Ter...
-
Sampailah aku di angka 24 dalam timeline hidup ini. Lantas apa yang sudah kulewati? Yang saya tahu, saya sedang BerPINDAH. PINDAH dalam ...
-
Kebanyakan orang, ketika amat sangat bersedih menjadi tak bisa tidur, sedangkan aku tidak sama sekali. Saya malah suka sekali meredam rasa...
Pengikut
Blogroll
-
-
Happy New Year 2015 Rain Sparks in Our Front Door ^_^11 tahun yang lalu
-
Surat Suara Tanpa Angka12 tahun yang lalu
-
starspot13 tahun yang lalu
-
Do you miss me???15 tahun yang lalu
-





