Rasa “Nano-nano” di bulan February

Rabu, 29 Februari 2012


Alhamdulillah....Alhamdulillah....Alhamdulillah.....Segala puji bagi ALLAH SWT yang begitu Maha pengasih dan Maha penyayang...Entah bagaimana caranya saya ingin bersyukur padaNYA. Zat yang tak pernah tidur, tak pernah lupa memberikan kasih sayangNYA pada umatnya dengan cara-cara yang DIA kehendaki, cara-cara yang mungkin awalnya tak bisa dipahami, diterima dengan sepenuh hati karena belum dimengerti namun pada akhirnya semuanya itu benar-benar penuh arti. 

Hari pertama di bulan Februari adalah Hari pertamaku bekerja, “Benar-benar Kerja”. Rasa senang yang bercampur haru tak bisa dielakkan begitu saja. Apalagi ketika menerima SMS dari mama berisi: “Selamat memasuki dunia kerja baru, semoga sukses nak” rasanya ingin menitikkan air mata. Pagi itu dimulai dengan apel pagi dan perkenalan dengan pegawai-pegawai yang lain. Ketika memasuki ruangan kerjaku dan duduk dimeja kerjaku “Begini ya rasanya punya meja kerja sendiri” saya membatin sambil senyum-senyum sendiri. Ya,, selama setahun saya akan duduk bekerja dibelakang meja ini. Setiap hari rasanya bersemangat sekali untuk bekerja. Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan yang benar-benar saya inginkan dan mendapatkan upah yang lebih dari cukup untuk bisa kusisihkan buat orang tuaku dan untuk diriku. Disini saya akan bekerja sebagai staff penyelenggara pelatihan dan sekaligus mendapatkan tugas sebagai salah satu tenaga pengajar bahasa inggris. Pekerjaan ini mungkin tidak mudah, apalagi dengan pengalamanku yang belum bisa kubanggakan, tapi insyaALLAH saya bisa melakukannya. Harus Bisa!!!.....

Syndrome Newbie..itulah penyakit pertama yang kualami ketika memasuki hari-hari baru di kantor. Awalnya saya sama sekali tak peduli apakah ada yang ingin bertemanku atau tidak, yang saya lakukan hanya pergi dan pulang kantor tepat waktu, mengerjakan pekerjaanku dan sesekali bertegur sapa “seperlunya” dengan semua orang yang ada di kantor. Namun lama-kelamaan saya baru merasa terasing dengan yang lain ketika saya mulai ikut serta dalam les bahasa inggris yang diadakan di kantor empat kali seminggu. Yah,,,,saya tak punya teman bicara ketika semuanya sedang asyik berkumpul. Huff...rasanya kayak orang paling bego’ sendiri. Namun saya tak pernah menyangka sekalipun bahwa dari sinilah semuanya berawal. Setiap hari rasanya seperti kejutan. Saya pun bingung harus bagaimana menguraikan setiap detail potongan-potongan cerita yang selalu membuatku ingin tersenyum setiap hari, hanya bisa merasakannya saja dan senantiasa ingin berucap “Alhamdulillah” Senyumku benar-benar telah melengkung sempurna....
Selengkapnya...

Rindu Rumah

Sabtu, 28 Januari 2012

"Sendiri...Untuk pertama kalinya saya merasa kata itu benar ADAnya..ketika saya Rindu Rumah"

Disini hujan, disana hujan, dimana-mana hujan. Saya suka hujan, sejak dulu. Suasana dan moment-moment apa saja ketika hujan, terasa syahdu. Tapi kali ini hujan membuatku hati galau dan mata kelihatan begitu sendu.Padahal hujan disini sama halnya dengan hujan disana. Kadang terus-menerus menderas, kadang hanya rintik-rintik hujan romantis, yang berbeda adalah keadaan..Disana dan disini...

Yaa..sudah tiga minggu saya ada disini, di Kota Ternate. Sebuah kota asal keturunan nenek moyangku dari garis keturunan bapakku. Ini kedua kalinya saya berada disini dan kali ini sepertinya saya akan berada disini dalam jangka waktu yang lama, tak bisa ditebak, pokoknya lama. Kata "Lama" ini membuatku selalu ingin menitikkan air mata. Disini, saya memang tinggal nge-kos bersama kakak kandungku. Tapi mengharap kakakku akan selalu menemani, itu jauh dari harapan. Dia tipe orang yang kurang banyak berbicara jika tak ada yang terlalu penting untuk disampaikan, kurang berbagi cerita, dia memang agak berbeda denganku dan adikku. Meskipun begitu, dia setiap hari memperhatikanku, tak pernah lupa memenuhi segala yang kupinta tapi tak bisa selalu, bahkan amat amat jarang bersama. Dia punya pekerjaan yang mengharuskannya untuk tetap siaga 24 jam dan saya bisa memaklumi itu.

Huffh...rasanya saya belum sepenuhnya rela jika harus menghabiskan masa depanku disini. Saya belum bisa berkawan dengan semua keadaan disini. Masalahnya bukan karena saya harus tidur sendiri, kesana-kemari sendiri, melakukan semuanya sendiri, mengurus ini-itu sendiri karena itu adalah hal remeh-temeh yang selalu mampu saya lakukan. Namun yang begitu membuatku kehilangan daya adalah Rindu Rumah. Ditambah lagi dengan kejenuhan dan kebosanan yang melanda tiap saat karena belum ada kejelasan tentang pekerjaanku sehingga saya harus melakukan ritme hidup yang monoton dalam sebuah kamar kos kecil tanpa hiburan juga teman bercerita (ini benar-benar membuatku menjadi depresi ringan). Saya bisa berlama-lama tak keluar rumah jika ada tivi atau setidaknya saya punya teman bicara, tapi sekarang justru saya tak punya kedua-duanya. Rasanya seperti orang autis yang cuma bisa berdialog sendiri dalam hati. hampir tiap hari saya selalu berkata: "Saya rindu rumah, saya mau pulang!"

Rumah...Rumahku selalu ramai dan gaduh seperti pasar meskipun hanya dihuni oleh Bapak, Mama, adikku dan kakakku. Rumah yang tak pernah membuatku bosan meski tak kemana-mana.

Di rumahku...hampir setiap pagi saya akan selalu mendengar bapak dan adikku berlomba-lomba menceritakan mimpi mereka semalam.ya..mereka paling kompak dalam hal mimpi. Kadang saya dan mama protes karena kami orang yang paling jarang masuk mimpi mereka dan kami juga paling jarang punya mimpi yang bisa diceritakan seperti cerita mimpi bapak dan adikku.

Dirumahku, saya punya seorang adik perempuan yang memiliki selisih umur 4 tahun denganku. kami memiliki karakter yang sangat jauh berbeda tapi kami sangat kompak dalam banyak hal. Setiap hari saya akan mendengar celetukan kesal, jengkel ataupun cerita-cerita lucu yang dia bawa ketika pulang dari mana saja. saya paling suka mengganggunya dan akan berhenti ketika dia berteriak marah. terkadang kami saling mengomel satu sama lain hanya karena pembagian tugas rumah atau hal-hal kecil yang bikin jengkel hati dan kamudian berbaikan lagi. kami punya banyak cerita yang tiada ahabisnya untuk dibagi. sampai-sampai bapak sering menegur kami ketika kami masih ribut dan cekikikan di tengah malam hanya karena membahas banyak hal. adikku pernah bilang: "pasti ko rindu sama saya kalo jauhko, pasti ko cari-cari ka kalo nda ada!!'' dan saya juga tak mau kalah bilang: ''kau juga!! pasti sepi kalo nda ada ka dirumah toh!!"...dan semua itu terbukti benar..ah...!!

Dirumahku...Setiap hari saya akan mendengar mamaku berkomentar apa saja tentang tayangan ditivi. Mulai dari berita politik, pemerintah, psikologi, sinetron dan juga infotaiment. Tapi ada kalanya saya mengabaikannya jika saya tengah asyik menatap layar laptop. Saya cuma bilang iya...iya...dan iya...padahal mama sednag ingin ditanggapi segala komentarnya, padahal mama juga ingin bertukar pikiran dengan saya. sekarang saya baru menyadarinya, rasanya menyesal sekali. (Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.. Ma, sungguh!! tidak akan lagi). Saya, adikku dan mamaku paling kompak. kami punya hobi dan kebiasaan yang sama. ketika marah, jengkel, susah, senang atau apapun itu pasti langsung diekspresikan.  kami tak pernah bosan bercerita dan saling curhat. Mama selalu tahu apa yang kami inginkan, harapan-harapan kami, cita-cita kami dan amat sangat memahami perasaan-perasaan kami. Mama pendengar yang baik sekaligus pemberi contoh yang selalu bisa diteladani. Mama tak punya kata-kata manis untuk menunjukan rasa sayangnya, dia punya cara sendiri untuk mengungkapkannya dan kami memahaminya. Mama selama ini tak pernah membiarkanku berdoa sendiri. Segala harapan yang kuceritakan padanya, selalu dia sertakan dalam doa-doa panjangnya. Maaa...I 'll promise to make you happy...LET ME!!

Dirumahku, ada Bapak.. jika ada pemilihan The Best  Father,saya yakin bapaklah juaranya, begitu banyak alasan untuk mengakuinya sebagai The best father. Bapak punya banyak hal yang patut diteladani oleh siapapun sebagai Imam dalam keluarga sampai-sampai saya bingung bagaimana menguraikan kata-kata untuk bisa menggambarkannya. Bapak orang yang paling punya selera humor yang tinggi,selalu punya cerita dan teka-teki lucu. Moment mati lampu adalah hal yang paling menyenangkan dirumahku, karena saat itulah bapak paling suka mendongeng cerita-cerita Abu Nawas karangannya sendiri atau melontarkan teka-teki asal-asalannya. Kami anak-anaknya tak pernah bosan mendengarnya meskipun sudah berulang kali sampai-sampai kami sudah hafal mati diluar kepala alur ceritanya, tapi tetap saja kami tak berhenti tertawa mendengarnya. Bapak orang yang sebenarnya tak bisa jauh dari kami anak-anaknya, selalu saja khawatir meski dia tak pernah mengatakan begitu, tapi kami tahu. Terkadang rasa sayangnya bapak menjadi begitu berlebihan, menjadi terlalu protektif untuk menjaga kami sehingga memperlakukan kami seperti anak kecil. Meskipun begitu, bapak tak pernah mendidik kami menjadi anak-anak yang manja. Justru bapak adalah orang yang tegas dan berwibawa dalam mendidik anak-anaknya untuk menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan religi. Itulah Bapakku. Bapak yang selalu saya banggakan, bapak yang selalu saya jadikan panutan. Saya juga ingin menjadi Kebanggan bagi Bapak.

Yah...Semuanya ada disana, tidak ada disini. Disini, tak ada mereka yang menyambutku ketika pulang dari mana-mana dan ketika saya membuka mata dipagi hari, dunia terasa begitu sepi tanpa ada mereka yang menemani. Namun bagaimanapun hidup harus terus berjalan. Saya sadar, saya ada disini karena memang saya yang memilihnya dan pilihan ini adalah jalan yang saya tahu untuk memenuhi mimpi-mimpiku. Bukan sekedar mimpi untukku, tapi juga untuk mereka, keluargaku...SEMANGAT!!! 


Selengkapnya...

Yang Terdalam

Jumat, 23 Desember 2011

Bahasa yang kutahu tinggalah rasa.
Rasanya dukaku kian mereda,
rasanya aku telah mulai lupa bagaimana lukaku yang pernah menganga cukup lama,
dan semua telah kembali pada suatu hari yang biasa.

Tak ada yang mesti kupuja ketika terjaga
Tak ada wajah yang muncul ketika aku menutup mata
Tak ada lagi yang meraja didalam jiwa
Tak ada lagi catatan-catatan hati tentang sebuah nama
Tak ada lagi cinta diam-diam yang kupelihara
Tak ingin lagi menyimpan cemburu dan rindu yang menyesakkan dada
Tak perlu juga menyimpan duka dengan air mata hanya karena harapan jauh dari nyata
Bukan karena aku telah mati rasa, tapi karena aku benar-benar sudah paham bagaimana menerima yang ada, menerima apa yang menjadi Kehendak-NYA dan menikmatinya.
Allah pasti mendengar segala doa yang kupinta,
Jika DIA menunda, berarti perlu bersabar untuk menunggu sampai waktunya tiba.
Sungguh aku percaya bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk Hamba-NYA.


Senyumku masih dapat melengkung sempurna,
Semua lagu masih selalu merdu ditelinga,
aku sedang menikmati apa yang kupunya;
Sahabat dan teman-teman baik dengan segala warna yang mereka bawa dalam hidupku yang sederhana.
Keluarga tercinta, tempatku selalu ingin pulang untuk berbagi bahagia, juga ketika aku lelah menghadapi dunia.
Mereka membuatku merasa ada, mereka orang-orang luar biasa yang menerimaku apa adanya.
Mereka seperti bintang-bintang di angkasa yang cahayanya kupinjam sebagai lentera ketika berjalan sendiri diruang hampa
Setiap hari rasanya selalu ingin bersyukur pada-NYA karena aku punya mereka.
Terima kasih telah mau menjadi bagian dalam hidupku yang biasa-biasa saja.
Semoga Allah swt selalu melimpahkan Rahmat-NYA untuk Keluargaku, Sahabatku, juga teman-temanku yang istimewa (worship)

NB: Lewat tulisan ini, saya ingin menyampaikan rasaku untuk; Bapak, Mama’, Kakak dan Adek. Juga untuk; Soulmateku/Sahabatku (Eris, Mitha, Nhawar), Teman ceritaku (wie cipit), Kembarku (AlF), si ondeng (Oche’) dan Saudari2 seperjuanganku (G-13 Ummul Mukminin) ^_^
Selengkapnya...

Lullaby

Selasa, 06 Desember 2011


Aku tak membenci Keramaian, tapi juga tak selalu kusukai
Dan ketika dunia menjadi terlalu bising,
Aku hanya perlu Tidur untuk meredam semua suara dan rasa.

Selengkapnya...

My Cozy Place; PLURK

Minggu, 27 November 2011

Aneh, asing, tidak biasa, itu yang ada dalam pikiranku ketika pertama kali tau ternyata ada sebuah situs jejaring sosial bernama PLURK. Jika diperhatikan dari konfigurasi susunan hurufnya juga agak janggal; Terdiri dari 4 huruf konsonan yang mengapit 1 huruf vocal. Konfigurasi ini juga sedikit menyulitkan lidah kita ketika melafalkannya apalagi jika ingin dieja layaknya sedang belajar membaca (Kalau mengeja BUDI, Be ubu De Idi bacanya Bu-DI lantas bagaimana gampangnya mengeja kata PLURK??? Hahahahaha ujung-ujungnya tetep bawa2 namanya Budi). Belum berhenti disitu rasa ‘’Lain-lainku’’ ketika baru berkenalan dengan PLURK. Setelah iseng-iseng saya buat akun dengan nick AzRa, Eh...ternyata ada juga yang namanya KARMA. Awalnya saya pikir KARMA itu sejenis aplikasi game online yang memang disediakan PLURK untuk mereka pecinta game dan saya memilih untuk mengacuhkannya karena saya kurang tertarik dengan game tapi ternyata KARMA itu membantu kita mendapatkan emoticons lucu yang bisa dipakai sebagai simbol yang kekuatannya lebih besar dalam penyampaian pesan (Plurk tanpa emoticons = Hambar). Ada estimasi-estimasi tertentu yang harus dicapai untuk mendapatkan emoticons tersebut (Mulai dari 10 sampai Tak terhingga) Dan peraturannya adalah Statistik karmamu akan meningkat jika kamu melakukan banyak aktivitas Plurking (Misalnya: menambah teman,membuat tread, merespon ataupun direspon dll) dan akan berkurang drastis jika kamu tidak melakukan apa-apa.

Setelah membuka akun di halaman ini, yang saya lakukan adalah menambah teman dan hanya membuat tread-tread seperti *assalamualaikum!! Selamat pagi* untuk sekedar menyapa saja para penghuni plurk yang notabene memang tidak saya kenal. Sesekali membalas respon dan juga merespon tread-tread lain. Saya juga tak peduli dengan masalah Karma yang naik atau turun. Cuman sebatas itu saja. Bahkan saya sempat benar-benar meninggalkan dunia PLURK beberapa bulan dan akhirnya kembali lagi.





Ya,,awalnya semua terasa asing namun entah bagaimana sepertinya hukum newton 3 telah berlaku sebagai hasil dari intensitas kegiatan Nge-plurk (Membuat tread dan saling merepon). Tiba-tiba saja nama-nama asing yang selalu kuliat ditimeline menjadi begitu akrab. Aksi dan reaksi ditimelinepun akhirnya berlanjut ke dunia nyata setelah diadakannya beberapa kopdar dalam rangka kegiatan sosial bersama dan setelah itu silaturahim ini tetap berjalan baik didunia maya maupun didunia nyata. (cozy)

Lama kelamaan bahkan saya pun baru menyadari telah terjangkit Plurk Addicted. Setiap membuka mata spontan langsung ngecek timeline di plurk. Di Angkutan umum, Ngeplurk. Sambil jalan-jalan, Ngeplurk. Lagi menunggu/antrian, Ngeplurk. Lagi nonton dirumah juga Nge-plurk. Kadang lagi makan juga Ngeplurk, sampe mau tidur juga Ngeplurk. PARAHHHHHH!!! Hahaha (setelah lama saya rasa ini berlebihan, jadi perlu adanya pengendalian diri).

PLURKpun akhirnya menjadi bagian yang sulit untuk dipisahkan dari dalam hidupku. Many things happen here with meaning to.  


PLURK untukku seperti...................................................

Tempat silaturahmi: Kegiatan plurk seperti merespon, membuat tread membuatku serasa berada dalam dunia nyata. Seolah seperti sedang berada di sebuah warkop dan ngobrol banyak hal sambil diketawai padahal kita semua berada pada lokasi yg berbeda. Yah, meski terkadang ada sedikit timbul hal-hal yang tak diinginkan sampai harus berdebat hebat tapi semuanya saya bawa santai saja. Hidup kita sudah cukup serius jadi kalau di dunia maya tak perlu terlalu serius manyikapi semua hal. Yah, Plurk is for Fun.


Tempat ‘’Ini-Itu’’: Mau nanya alamat, nanya tempat makan paling enak, nanya dimana download ini itu, nanya situasi arus jalan mana yang macet, nanya tugas2 kampus, nanya tempat perbaiki ini itu, membahas topik-topik pembicaraan yang ringan sampai yang berat juga boleh, mau pasang pengumuman juga bisa, minta saran atau opini, promosi ini itu juga bisa asal jangan nyari HP yang hilang aja haahahhaha....


Tempat katarsis paling nyaman: Rasa marah, sedih, senang, bete, susah, semuanya secara spontan langsung dapat dituangkan tanpa sungkan. Tread yang tadinya sedih, bete’ atau lagi marah-marah sekalipun justru bisa diketawai saja seenak hati karena respon-respon plurker yang menghibur bisa bikin lupa kalau hariku sedang suram. 


Dan yang paling membuatku betah disini karena saya merasa telah memiliki keluarga kecil disini. Disini saya punya kakak, saya bahkan punya adik yang sudah saya anggap sebagai keluargaku sendiri, juga mendapat teman terbaik yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Mereka yang dulunya orang asing, berubah menjadi orang yang paling dekat dihati tanpa harus selalu saya temui dalam wujud nyata. Terimakasih untuk kalian yang selalu membuatku betah disini, yang membuatku merasa ada dan menjadikanku bagian dalam hidup kalian. (cozy)

Selengkapnya...

American Idioms and Phrases Just For Fun

Kamis, 24 November 2011


All of sudden
This phrase is similar to the more common adverb Suddenly, and can almost always be used in place of it.
Example: All of sudden there was a loud knocking at the door.

To get on the Ball
This amusing little phrase says that someone needs to improve something.
            Your work is so sloppy. Get on the ball!!

To have the blue/ To be Blue
To many the color blue suggest coolness or calm,but in this idiom it means that someone is sad or depressed.
            Since Jane stop dating Bob, She is been very blue.
            Don’t be blue. Think about all the happiness you’ve had.

Break The Ice
This idiom really has nothing to do with ice; instead, it says that someone was the first to approach another person.
            The silence was a long, but Maria broke the ice with a simple “hello.” 

A card
This word describes a man (more rarely, a woman) who is very funny or witty.
            I like Jack. He’s such a card.
            You always make me laugh. You’re a real card.

To Keep an eye on
This unusual expression means that someone will watch carefully or guard something.
            Keep an eye on my car. I have to go to the bank.
            I can’t leave right now. I want to keep an eye on the pot on the stove.

To kick the Bucket
This expression is usually used when someone speaks about someone else’s death in a casual or even comic manner. Its synonym is to die.
            When you kick the bucket, you’re going straight to hell.
            Her house was sold a couple of years after Granny kicked the bucket.

Once in a blue moon
This expression explains about something which is very seldom.
            Once in a blue moon, he will go out and see the movie.

Out Of The Blue
This expression has similar meaning with adverb suddenly, unexpectedly.
            To his parents his wedding plans came out of the blue.

Pie in the sky
This expression means an unlikely future reward.
            You’re nice to your uncle just because you think he might leave you all his money
            When he dies?? Oh come on, that’s pie in the sky!!!.

On The Go
This phrase is usually used in a place of busy and in a hurry.
            Her busy job really keeps her on the go.

To Keep in Touch
This phrase means to maintain communication with someone whether by telephone,letter, or other means.
            After you move to New York, please keep in touch. 

Rain Cats and Dogs
This expression has absolutely nothing to do with animals. Use it when you want to say that it is raining very hard.
            I’m not going out there. It’s raining cats and dogs!!

Scatterbrained
This expression suggests that someone is Completely disorganized or a poor thinker.
            She’ll never finish that project. She’s too scatterbrained.

To run out of
This expression is used to say that someone has exhausted the supply of a certain product or that is used up.
            I think we’re about to run out of milk.
            They run out of gas just before getting to Chicago.

To be sick of
This phrase means that someone finds something unbearable or can no longer endure it.
            She left him because she was sick of his constant complaining.
            Will the sun never shine? I’m sick of this weather!

Many Happy Returns of The Day
This phrase is used primarily in the form given above. It is used as a form of congratulations for a special day such as a birthday, anniversary, or wedding.
            ‘’Happy birthday!! Many happy returns of the day!!’’

Topsy-Turvy
This is used to say that something or some place is in a terrible state or very disorganized.
            Mother entered my room and became angry when she saw that everything was
            Topsy-turvy.

Selengkapnya...

Langue and Parole (Linguistic Antrophology)

Saussure is considered to be responsible for making dichotomy between Langue and Parole. Here, I’m trying to explain these two concepts by reference to Course in General Linguistics.

Ferdinand de Saussure is a linguist who has given much significant influence to the development of Linguistics in the 20th century. As the “father” of Modern Linguistics, he is considered as a linguist who has had a monumental impact on Structuralism theory. Furthermore, Saussure’s idea about general theory of sign system that is semiology. He has five views about language that was being guidance for many linguist, they are signifier and signified, form and content, langue and parole, synchronic and diachronic, and syntagmatic and paradigmatic. However, in this case I would like to proffer only one of his views that are Langue and Parole as the components of language.

Langue
Langue refers to the abstract system of language that is internalized by a given speech community. Langue can be considered as pure referential. In this case, the point of this approach is analyzing internal relation of elements in languages and search for the structure and system of languages without considering external elements of language. Here, structure must have three characteristics that are: (1) consist of units, (2) having an order, and (3) one element precedes the other element. The branches of Pure linguistic that is made by Langue approach are Phonetics and Phonology, morphology, syntax and semantics. Here, I intend to give the explanation about those branches of language by adding some example in order that we are able to see system and structure in it.

• Phonetics and Phonology: linguistic branch that focus on the phoneme in language.
   Example: Phoneme /b/ vs phoneme /p/ → [pin] vs [bin]
• Morphology
  Example: Cat (plural) → Cat + -s
  The sign Cat and cats are associated in the mind, producing an abstract paradigm of the word forms of cat. Comparing this with other paradigms of word forms, we can note that in the English plural often consist of little more than adding an s to the end of the word.

• Syntax is a linguistic branch that study about the inter relationship between elements of sentence structure, and of the rules governing the arrangement of sentences in sequences.
Example: The cat Climbs the tree (The Cat is a Subject, Climbs is a Verb and The tree is an object)

• Semantics: pure linguistic approach to semantic is to emphasize one of modes significance way that is called pure semantic approach (referential).
Example: a cat chases a mouse.
 
- This sentence claimed in proposition that there is an agent “a cat” doing an activity “chases” and the patient is “a mouse” and the proposition must be true if it relevant with reality. 
- To construct the sentence we may follow some process such us selection of the words (system), syntagma (structure) and also concatenation (stretch of words). The sentence constructed by using the convention language which gives a meaning to the sentence. In this case, we select the word “a cat”, “chases” and “a mouse”. These words are appropriate to construct a sentence a cat chases a mouse. Thus, we will consider syntagma in the sentence in which we cannot relate the word “chases” with “flow” or “a mouse” with “flow” because we found no meaning from this relation and it is inappropriate with grammatical structure.

       
      Parole
      Parole can be considered as individual act of speech and “putting into a practice of language”. Parole is heterogeneous, that is to say composed of unrelated or differing parts of elements. The study of parole would be entirely focused on individual utterances, using all the available resources of formal and empirical study to analyze actual statements, usually within a specific language. It could be reflection of individual freedom in which the speech that created by saying the words in given language. In this sense, de Saussure defines that language as a product, the social side of speech being beyond the control of the speaker. In addition, according to de Saussure, language is not a function of the speaker, but passively assimilated and speaking as defined by Saussure, is premeditated act.
      Selengkapnya...