Hari yang di nanti-nanti pun tiba. Barang-barangku sudah siap semua. Di Perjalanan menuju Bandara, Hapeku terus bordering karena Telfon dari Bapak. Bapak, adalah orang yang selalu terlalu khawatir padaku dan terkadang memperlakukanku seperti anak kecil, begitulah cara dia menyayangiku. Berkali-kali Bapak menelfonku utnuk memastikan tidak ada yang ketinggalan dan mengingatkanku utnuk membeli cemilan sebelum naik Pesawat. Setelah check in, saya masuk ke ruang tunggu. Sambil menunggu pesawat, saya menyempatkan sms pada teman-temanku juga mengirim sms pamitan dengan seseorang yang saya panggil “Kakak”. Saya lupa, saya belum sempat berpamitan dengannya secara langsung di hari terakhir saya masuk kantor. Akhirnya pesawat yang ditunggu telah tiba. Meskipun berdesak-desakkan, dengan semangat saya mengangkat tas-tasku ke atas pesawat. Segera saya menon-aktifkan handphoneku ketika mendengar bahwa pesawatku akan segera terbang menuju Bandara Hasanuddin. Saya pun mengambil posisi duduk yang enak, sambil melihat ke jendela di sebelah kiriku , saya tersenyum sambil bersorak dalam hati: “Makassar, aku datang!!” Dan entah mengapa hati kecilku yang lain menyahut: Aku akan kembali lagi ke Ternate untuk melihat kembali senyum itu, senyuman seseorang yang telah membuat hatiku merah jambu …
MUDIK
Hari yang di nanti-nanti pun tiba. Barang-barangku sudah siap semua. Di Perjalanan menuju Bandara, Hapeku terus bordering karena Telfon dari Bapak. Bapak, adalah orang yang selalu terlalu khawatir padaku dan terkadang memperlakukanku seperti anak kecil, begitulah cara dia menyayangiku. Berkali-kali Bapak menelfonku utnuk memastikan tidak ada yang ketinggalan dan mengingatkanku utnuk membeli cemilan sebelum naik Pesawat. Setelah check in, saya masuk ke ruang tunggu. Sambil menunggu pesawat, saya menyempatkan sms pada teman-temanku juga mengirim sms pamitan dengan seseorang yang saya panggil “Kakak”. Saya lupa, saya belum sempat berpamitan dengannya secara langsung di hari terakhir saya masuk kantor. Akhirnya pesawat yang ditunggu telah tiba. Meskipun berdesak-desakkan, dengan semangat saya mengangkat tas-tasku ke atas pesawat. Segera saya menon-aktifkan handphoneku ketika mendengar bahwa pesawatku akan segera terbang menuju Bandara Hasanuddin. Saya pun mengambil posisi duduk yang enak, sambil melihat ke jendela di sebelah kiriku , saya tersenyum sambil bersorak dalam hati: “Makassar, aku datang!!” Dan entah mengapa hati kecilku yang lain menyahut: Aku akan kembali lagi ke Ternate untuk melihat kembali senyum itu, senyuman seseorang yang telah membuat hatiku merah jambu …
Dua Puluh Empat.....
I am in 24th
(Juma’t, 11 Mei 2012) Thanks God That’s Friday! Pas Hari jum’at saya berumur 24 tahun, hari dimana segala amalan-amalan mendapat pahala yang berlimpah dihari itu. Mulai pukul 00:00, hapeku bunyi bertubi-tubi. Bukan bunyi nada alarm yang kadang saya setting untuk membangunkanku shalat isya jika saya amat sangat mengantuk dan khawatir tertidur pulas setelah Maghrib, melainkan itu nada bunyi sms dari Keluarga, sahabat, teman dan murid-muridku yang berisi ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa terbaik di umurku yang ke 24 ini. Alhamdulillah, senang rasanya ketika orang-orang terdekatku selalu mengingatku meskipun kini saya berada di tempat yang jauh dari mereka. Semoga Allah selalu melimpahkan Rahmatnya untuk mereka ^_^
KeLas PerTamaKu
Doing by Learning...itu rumus yang saya aplikasikan ketika mengahadapi kelas ini. Saya tak pernah mengikuti kegiatan pelatihan ajar-mengajar, tidak pernah belajar tentang metode-metode mengajar ini-itu. Yang saya punya adalah pengalaman juga semangat untuk selalu belajar ini-itu darimanapun dan siapapun. Sambil saya belajar, sambil mempraktekkannya. Sayapun banyak bertanya ini-itu pada seorang teman di kantor saya yang kebetulan juga adalah seorang instruktur di jurusan Komputer. Dia lebih senior dan memiiki pengalaman dalam menghadapi situasi kelas yang selalu berbeda. Dialah orang yang saya anggap nyambung untuk sharing mengenai berbagai kesulitan yang saya hadapi selama mengajar. Saya juga ingin bertanya dengan beberapa teman yang lain, hanya saja saya menemukan sedikit kesulitan dalam berkomunikasi dengan mereka karena punya latar belakang bahasa yang berbeda, jadinya malah saya jadi tidak faham. Jadilah dia temanku yang saya rasa amat sangat membantuku dalam pekerjaan. Jika ada kata yang lebih tinggi dari Terima Kasih, mungkin itulah yang akan saya katakan pada temanku itu.
Dear You..............
Rasa “Nano-nano” di bulan February
Rindu Rumah
Mengenai Saya
Plurk
Label
Chit-Chat
Categories
- AI (15)
- CUAP-CUAP (5)
- Halaman-halaman Penuh Arti (1)
- Intuisi (11)
- Linguistic Frame (3)
- My Corner (23)
- On The Life line with Love (25)
- Perjalanan (17)
Popular Posts
-
Setiap orang punya ceritanya masing-masing tentang perjalanan hatinya. Aku salah satunya. Maaf, jika kamu bukan orang pertama yang merajai...
-
Which Star are you come from?? Seperti judul film korea yang sedang tayang siang itu. Yah, Which star are you come from? Kamu, yang tanpa...
-
Saya sangat menyukai drama korea sejak tahun 2000 ketika pertama kali di tayangkan sebuah film yang berjudul Endless love. Hal yang menarik...
-
Jika ada Doa yang terjawab, maka selalu ada Doa yang tidak terjawab. Inilah bagian doaku yang tak terjawab. Selang sehari pengumuman lulus...
-
Bahasa yang kutahu tinggalah rasa. Rasanya dukaku kian mereda, rasanya aku telah mulai lupa bagaimana lukaku yang pernah menganga cukup la...
-
Waktu itu, saya bersemangat sekali ingin pergi taraweh di Masjid Al-Munawwar; Masjid raya yang dikenal sebagai masjid terapung di Kota Ter...
-
Sampailah aku di angka 24 dalam timeline hidup ini. Lantas apa yang sudah kulewati? Yang saya tahu, saya sedang BerPINDAH. PINDAH dalam ...
-
Kebanyakan orang, ketika amat sangat bersedih menjadi tak bisa tidur, sedangkan aku tidak sama sekali. Saya malah suka sekali meredam rasa...
Pengikut
Blogroll
-
-
Happy New Year 2015 Rain Sparks in Our Front Door ^_^11 tahun yang lalu
-
Surat Suara Tanpa Angka12 tahun yang lalu
-
starspot13 tahun yang lalu
-
Do you miss me???15 tahun yang lalu
-



