To Miss (Untuk merindukan atau untuk meninggalkan)

Rabu, 20 Agustus 2014


Ini bukan adegan dramatis Rangga dan Cinta, yang saling menyatakan cinta di Bandara. Melepas kepergian Rangga dengan rasa bahagia. Ini hanya sepengalan kisahku sebelum pulang ke Rumah sebenarnya, Makassar.

Tidak banyak kata-kata yang terucap. Setelah Check-in, saya harus terburu-buru menaiki pesawat. Dalam balutan pembungkus warna ungu, saya memberikan Baju Koko yang sengaja saya cari dengan susah payah untuknya. Itu bukan pemberian perpisahan, itu hadiah yang juga merupakan tanda perhatian sekaligus doa agar dia bisa menjadi lebih dekat dengan Allah swt. Mataku berkaca-kaca melihatnya, namun waktuku tak cukup banyak berlama-lama. Segera kunaiki eskalator dan tidak berbalik lagi padanya. Sampai diatas pesawat, mengambil possisi tempat duduk ternyaman. Lalu membuka layar ponsel untuk mengetik apa saja yang tak bias kuucapkan sebelumnya. Namun pesannya lebih dulu masuk. Sederhana saja; Dia memintaku menjaga diri baik-baik. Pertahananku runtuh, bulir-bulir air mataku jatuh. Ah, orang ini akan selalu menjadi penyebabku untuk kembali kesini, Ternate. Kota yang dahulu ingin selalu kutinggalkan, namun kini rasanya berat dan akan menjadi kota yang kurindukan.

Selengkapnya...

Balada Ramadhan

Minggu, 20 Juli 2014



Waktu itu, saya bersemangat sekali ingin pergi taraweh di Masjid Al-Munawwar; Masjid raya yang dikenal sebagai masjid terapung di Kota Ternate karena letaknya diatas laut. Begitu semangat karena setelah hampir 3 tahun berada di Ternate,saya belum pernah sama sekali shalat Taraweh disini. Kali ini, keingianan saya terwujud karena ada dia yang menjadi teman pergi Taraweh bersama disana. Sepanjang jalan, dia bercerita bahwa sendalnya yang paling bagus hilang setelah shalat Taraweh disana, padahal dia sudah mencari tempat penyimpanan paling aman. Pantas saja saya tak pernah melihat lagi sandal favoritnya. Mendengar hal itu saya malah ketawa dan menganggapnya tidak pintar menyimpan sandal seperti saya. Maklumlah, selama saya taraweh, tidak pernah ada rasa khawatir sendalku hilang karena saya tau mengamankannya dari para pencuri sendal Masjid dan memang saya belum pernah sekalipun kehilangan sendal. Sampai disana, saya pun mengambil tempat teraman yg saya yakin tidak akan terjangkau pencuri. Setelah shalat taraweh, dengan senyum-senyum saya bergegas ke tempat penyimpanan sendal,sandal saya tidak ada ditempat. saya mencoba mencari-cari disekitarnya,mungkin jatuh atau tertukar tapi nihil. saya langsung menghubunginya. Dari jauh sambil senyum-senyum, dia memberikan sendal yang dia kenakan untuk kupakai. Tanpa alas kaki dia berjalan ke parkiran untuk mengambil motor. Akhirnya kami memutuskan untuk ke pasar membeli sandal jepit. Sepanjang jalan, dia tertawa sambil mengejekku sampai puas. Ini menjadi satu cerita ramadhan yang tak terlupakan bersamanya. Semoga suatu saat, saya akan menjadi teman melewati ramadahan-ramadhan terindah bersamanya sampai tua.

Selengkapnya...

The Gift

Senin, 16 Juni 2014


Sebuah Bantal, Sebuah Cerita.......
Tahun lalu, wktu awal kenal orang yang ngasih hadiah ini, saya berencana membeli bantal ini tapi saya sudah lupa kenapa akhirnya tak pernah kesampaian membelinya. Tahun ini,akhirnya dapat hadiah ulang tahun darinya. Tetapi untuk mendapat bantal ini tak semudah yang saya bayangkan. Pas mau dibelikan, tidak pas momentnya. Pas momentnya Tidak ada (Habis) Bantalnya. Pas Lewat momentnya dan sudah dilupa, baru muncul lagi Bantalnya...setelah sebulan nunggu, baru stok bantal begini ada lagi.

Selengkapnya...

26

Sabtu, 17 Mei 2014



Ada yang sedikit berbeda dari pergantian umurku tahun ini. Sehari sebelumnya, sengaja kunon-aktifkan notifikasi Ulang Tahun di Facebook. Bukan karena aku tidak suka jika dindingku dibanjiri doa dan ucapan selamat ulang tahun dari Kerabat, Sahabat, Teman bahkan “Teman Maya’’ di Facebook, namun lebih karena saya ingin tau siapa yang benar-benar ‘’Mengingatku’’ secara nyata bukan karena diingatkan oleh media social.
Tidak ada kejutan apapun di hari itu, tapi ucapan dan doa-doa terbaik dari Bapak, Mama, keluarga tercinta, sahabat dan teman-teman yang benar masih mengingatku sudah menjadi hadiah istimewa di umurku yang sudah tidak muda lagi. Dan salah satu yang membuat ulang tahun kali ini berarti karena saya tak merayakannya sendirian. Ada seseorang yang mau meluangkan hampir seharian waktunya untuk memenuhi permintaanku. Mulai dari menikmati laut di pagi hari, berkeliling kota ternate, jalan-jalan sore, makan malam bersama dan membelikanku hadiah. Mungkin bagi orang lain hal seperti ini biasa sja, tapi bagiku ini moment yang berharga. Dulu saya sempat berkhayal, betapa bahagianya jika ada seseorang yang dengan senang hati memberikan waktunya yang berharga hanya untukku, untuk melihat senyum diwajahku. Saya kira tidak akan bertemu orang yang mau melakukan itu untukku, tapi dia membuatnya menjadi nyata.




Saya masih ingat sekali, akhir tahun lalu saya membuat list tentang harapan-harapan di tahun 2014. Salah satunya adalah ingin bertemu jodoh. Saya rasa, saya telah menemukannya. Semoga dia orang yang Allah kirimkan untuk menemaniku menghabisakan sepanjang hidup ini. Namanya pun kusebut dalam salah satu doa saya dihari itu, dan yang akan senantiasa kusebut juga dalam doa disetiap harinya.Semoga ^_^


Selengkapnya...

Perjalananku telah sampai padamu; Rumah Hatiku.

Selasa, 08 April 2014


Setiap orang punya ceritanya masing-masing tentang perjalanan hatinya. Aku salah satunya.
Maaf, jika kamu bukan orang pertama yang merajai hatiku. Sebelum bertemu denganmu, ada beberapa nama yang pernah hadir dalam hari-hariku namun tak ada jejak yang tertinggal dari setiap ceritanya kecuali Lara. Apa yang terjadi dengan cinta pertamamu? Pernahkan kamu rasakan bagaimana mencintai seseorang untuk pertama kalinya dalam hidupmu namun cuma bisa kamu akui dalam catatan harian selama bertahun-tahun padahal setiap saat kamu bisa mengatakannya? Aku pernah. Pernahkah kamu mati-matian mencoba melawan perasaanmu untuk melupakan cinta diam-diammu padahal tak ada sedikitpun jeda dalam pikiranmu yang tidak memikirkannya? Aku Pernah. Pernahkah kamu mencintai orang lain dengan tulus tapi dikhianati dan malah ditinggalkan diam-diam? Pernahkah kamu mencintai orang namun tak terbalas? Aku Pernah. Pernahkah kamu mencintai orang dengan keyakinanmu tapi malah dipermainkan? Aku Pernah. Pernahkah kamu menjadi orang yang sudah tidak percaya bahwa masih ada orang yang benar-benar tulus mencintaimu? Aku Pernah.




Tahukah kamu, rasanya masih seperti mimpi ketika hari ini, ada kamu dalam hari-hariku. Kamu, yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, ternyata mampu menyalakan kembali duniaku yang redup dengan sisa-sisa harapan. Kamu mengembalikan tawaku, sebenar-benarnya. Tak perlu mau kueja dengan lantang bagaimana perasaanku padamu atau mau kupendam dalam diam dan meutupnya rapat-rapat, tetap saja orang-orangpun tau betapa aku benar-benar bahagia bersamamu. Kamu berhasil membuatku percaya lagi tentang Cinta. Betapaku bersyukur bahwa alam semesta merencanakan banyak hal untuk mempertemukanku dengan kamu. Lantas bagaimana denganmu?

Selengkapnya...

Senyum ^_^

Jumat, 21 Maret 2014




Look at her!!Do you see?
Who has painted The smile on her face?
How Happy She is!!

Selengkapnya...

Without Words

Jumat, 14 Februari 2014



Setelah mengantarku pulang, tiba-tiba dia mengeluarkan coklat dan sekuntum mawar ini dari balik jaketnya dan memberikannya padaku.
Tak ada kata-kata yg dia ucapkan, Tak ada tulisan yang dia selipkan.
Tak ada lagu merdu untuk dinyanyikan, tapi senyumnya mengungkapkan segalanya.


"Aku Mencintaimu!"

Selengkapnya...